gangguan tidur tagged posts

Mengenal Jenis-jenis Gangguan Tidur yang Sering Terjadi

Tidak semua orang bisa tidur dengan baik setiap malamnya, misalnya mereka yang mengalami gangguan tidur. Padahal, tidur menjadi waktu penting bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan energi untuk beraktivitas keesokan harinya, memperkuat kekebalan tubuh, menunjang pertumbuhan, serta memperkuat ingatan.

gangguan tidur

Tidur yang terganggu akan membuat kualitas dan kuantitas tidur berkurang. Tidak hanya membuat tubuh kurang istirahat, tetapi bahaya terparahnya bisa menyebabkan kematian.

Seperti dikutip dari Tirto yang merujuk pada riset oleh American Cancer Society, ternyata orang-orang yang tidur tujuh jam dalam sehari punya tingkat kematian terendah.

Orang dewasa direkomendasikan untuk tidur sekitar 7-9 jam dalam sehari. Sedangkan orang yang berusia di atas 64 tahun dianjurkan untuk tidur 7-8 jam per harinya.

Mengenal Jenis-jenis Gangguan Tidur

Gangguan tidur yang terjadi pada tiap orang tidak sama karena tada beragam jenisnya. Apa saja?

  1. Insomnia

Sering menguap sepanjang hari? Itu menjadi tanda-tanda terserang insomnia. Jenis gangguan tidur yang satu ini memang paling jamak terjadi. Indomnia membuat penderita sulit tidur dan merasa belum cukup tidur ketika terbangun.

Insomnia, berdasarkan intensitasnya, dibagi menjadi dua jenis, yaitu akut dan kronis. Insomnia akut biasanya jangka pendek, bisa satu malam hingga beberapa minggu. Gejala yang ditunjukkan pun biasanya hilang timbul. Sedangkan insomnia kronis bertahan lebih lama, misalnya tiga malam dalam seminggu, sebulan, atau bisa setiap malam.

Insomnia ini disebabkan oleh kebiasaan tidur yang buruk, stress, rasa cemas, makan banyak sebelum tidur, efek mengonsumsi obat, konsumsi kafein, serta alkohol yang berlebihan. Bisa juga disebabkan oleh adanya penyakit tertentu yang diidap, misalnya GERD, arthritis, diabetes, dan sejenisnya.

Penderita insomnia akan merasa sulit tidur di malam hari, merasa lelah saat bangun pagi, mudah mengantuk, sering terbangun tengah malam, susah konsentrasi, sakit kepala, mood swing, bahkan depresi.

  • Parasomnia

Sering mendengar atau bahkan melihat orang tidur berjalan? Ini termasuk salah satu bentuk parasomnia. Gangguan tidur yang satu ini ditandai dengan perilaku tidur yang tidak normal. Ya, misalnya tidur berjalan, makan sambil tidur, sleep terrors, mengigau, mengompol, merintih, gerakan mata cepat saat tidur, menggertakkan gigi, atau bahkan berhubungan seks saat tidur.

Untuk kasus-kasus yang lebih parah, ada yang bahkan terjatuh saat tidur, atau ada yang mengambil benda tajam. Oleh karena itu sebaiknya tidak mendekatkan benda-benda tajam di sekitar tempat tidur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Parasomnia ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti stres, efek samping obat, adanya trauma, hingga kebiasaan mengonsumsi alkohol.

  • Sleep Apnea

Sleep apnea merupakan jenis gangguan yang membuat penderitanya berhenti bernapas ketika tidur untuk beberapa saat. Hal ini terjadi karena terjadi penyumbatan saluran pernapasan bagian atas sehingga membuat napas terhalang. BIasanya napas penderita akan terhenti selama 10 detik atau bahkan lebih dan terjadi beberapa kali per jam.

Tubuh akan terbangun dari tidur untuk kembali bernapas dan membuat tidur jadi terganggu. Biasanya penderita akan merasa sangat ngantuk di siang hari.

Sleep Apnea bisa terjadi pada semua jenis usia dan jenis kelamin, meskipun lebih seringnya terjadi pada pria. Efek yang paling parah dari sleep apnea ini bisa menyebabkan stroke, gagal jantung, serangan jantung, bahkan kematian mendadak.

  • Sleep Paralysis

Sleep Paralysis atau ketindihan, merupakan gangguan tidur yang membuat penderita merasa tidak bisa bergerak saat proses peralihan dari tidur ke bangun atau merasa seperti lumpuh. Gangguan seperti ini sering terjadi pada setiap orang.

  • Sindrom Kaki Gelisah

Restless leg syndrome atau sindrom kaki gelisah merupakan kelainan pada saraf yang ditandai dengan gerakan kaki yang tanpa sadar saat tidur. Sindrom kaki gelisah ini membuat penderita merasa rakit, geli, merasa terbakar, serta seperti ada serangga yang merangkak di kaki.  Hal tersebut membuat tidur penderita menjadi tidak nyenyak.

  • Narkolepsi

Rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari bisa jadi ciri-ciri terkena Narkolepsi. Gejala lainnya seperti kekuatan otot hilang tiba-tiba, halusinasi hypnagogic, serta sleep paralysis. Narkolepsi ini dapat membuat penderitanya tertidur dalam kondisi yang tidak seharusnya, seperti saat bekerja atau saat berkendara. Penyebabnya adalah karena kekurangan hipokretin yang dipicu oleh proses autoimun, kerusakan pada otak, dan genetika.

  • Gangguan Ritme Sirkadian

Gangguan tidur yang satu ini merupakan kondisi ketika tubuh tidak bisa membedakan siang dan malam. Sehingga penderita akan merasa kantuk yang luar biasa pada waktu yang tidak tepat. Biasanya terjadi karena jet lag, buta, atau shift kerja.

Cara Alami Atasi Sindrom Kaki Gelisah, Tanpa Pengobatan!

Banyak orang yang menggoyang-goyangkan kakiknya secara tidak sadar saat sedang duduk maupun saat beristirahat. Kebiasaan ini disebut sindrom kaki gelisah. Aktivitas menggoyangkan atau menghentakkan kaki ini rupanya merupakan upaya bawah sadar tubuh untuk meredakan sensasi kesemutan, menggelitik, rasa panas, gatal, atau bahkan rasa tidak nyaman pada bagian kaki (terutama di betis dan paha) akibat adanya gangguan sistem saraf.  

Kebiasaan ini bisa jadi merupakan tanda gangguan pada tubuh Anda. Meski tidak berbahaya untuk kesehatan, kebiasaan ini dapat mengganggu waktu tidur dan istirahat sehingga membuat tubuh menjadi lelah.

Dunia medis memang belum memiliki obat-obatan atau metode khusus untuk mengatasi hal ini. Namun, beberapa kebiasaan diyakini mampu untuk mengurangi hingga mengatasi kondisi sindrom kaki gelisah, di antaranya:

  • Melakukan peregangan kaki

Belum diketahui secara pasti penyebab dari sindrom kaki gelisah ini. Akan tetapi beberapa kalangan percaya bahwa kondisi ini berkaitan dengan keadaan kaki Anda. Oleh karenanya, sesaat sebelum tidur cobalah untuk melenturkan atau tarik pergelangan kaki untuk meregangkan otot-oto betis. Berlatih yoga ataupun pilates juga dipercaya dapat membantu mengurangi gejala apabila dilakukan sebelum tidur.

  • Bergerak aktif

Berdiam diri justru akan semakin memperparah gejala kebas dan kesemutan. Padahal, sensasi kesemutan bisa lebih cepat diatasi dengan mengangkat tekanan darah dari bagian tubuh yang terpengaruh.

Maka ketika hasrat untuk menggoyangkan kaki mulai menghampiri, segera bangkit berdiri dan bergerak sebentar untuk memungkinkan suplai darah kembali normal, sehingga menghilangkan sensasi mati rasa dan kesemutan.

  • Rutin berolahraga

Kebiasaan berolahraga akan menjaga badan terasa sehat dan bugar, termasuk terhindar dari kemungkinan gejala sindrom kaki gelisah. Namun, jika Anda berisiko atau sering mengalami sindrom kaki gelisah, jangan tiba-tiba meningkatkan intensitas olahraga atau mendadak mengganti rutinitas atau jenis olahraganya (misal dari jalan kaki langsung berubah latihan marathon). Alih-alih menyehatkan, hal ini malah dapat memperburuk kondisi Anda atau malah membuatnya rentan kambuh

  • Mengonsumsi makanan yang sehat

Kebiasaan yang diyakini mampu mengurangi atau mengatasi gejala sindrom kaki gelisah selanjutnya adalah menjaga asupan makanan sehat. Beberapa orang yang memiliki sindrom ini diketahui mengalami kekurangan zat besi dan magnesium.

Maka, usahakan untuk mencukupi kebutuhan dua mineral tersebut setiap hari dengan menu makanan sehat. Makanan yang mengandung banyak mineral tersebut adalah jamur, telur, dan kacang hijau.

  • Batasi asupan kafein dan minuman beralkohol

Asupan kafein dan/atau alkohol dalam dosis tinggi sebelum tidur dapat memperburuk atau memicu munculnya gejala sindrom kaki gelisah saat tidur. Pasalnya, kedua zat tersebut adalah stimulan yang memacu kerja otak dan saraf-saraf jadi lebih aktif. Maka, batasi asupan keduanya dalam batas wajar atau baiknya hindari sama sekali.

  • Berendam

Sensasi kesemutan di kaki yang biasa Anda rasakan dapat disebabkan oleh saraf-saraf kaki yang terjepit. Di saat yang bersamaan, tekanan yang diterima kaki juga akan menghimpit pembuluh darah yang menyokong kerja kumpulan saraf tersebut.

Berendam air hangat sebelum tidur diyakini ampuh mengatasi sindrom kaki gelisah. Pasalnya, suhu hangat dapat melebarkan pembuluh darah dalam tubuh, sehingga jantung dapat memasok aliran darah yang lebih banyak lagi ke tungkai kaki untuk meredakan sensasi mati rasa dan kesemutan tersebut.

  • Tidur yang cukup

Memiliki pola tidur yang sehat dapat membuat Anda tidur lebih nyenyak dan terbebas dari gangguan. Begini cara mudah untuk memulainya:

  • Pergilah tidur pada waktu yang sama setiap malam.
  • Bangun pada waktu yang sama setiap hari.
  • Selesaikan makan dan aktivitas fisik lainnya 2-3 jam sebelum tidur agar Anda punya cukup waktu untuk mencerna.

***

Meskipun bukan masalah yang serius, sindrom kaki gelisah atau Restless Leg Syndrome ini dapat menghambat aktivitas harian seseorang. Sehingga harus cepat diatasi agar tidak menganggu kenyamanan Anda.