bayi tagged posts

10 Fakta tentang Bayi yang Baru Lahir

Segala hal tentang bayi baru lahir (newborn) harus diketahui terutama untuk orangtua baru untuk mendukung tumbuh kembang sang buah hati. Nah, inilah 10 hal yang wajib diketahui tentang bayi newborn.

Muka Bayi Belum Menggemaskan

Jangan kaget ketika melihat bayi Anda pertama kali. Mungkin wajahnya tidak langsung terlihat lucu seperti yang Anda bayangkan. Wajar jika bayi baru lahir lebih sering menutup matanya atau memiliki wajah yang bengkak.  Tidak akan lama, bayi Anda akan bertumbuh lucu dan menggemaskan.

Jangan Mengharapkan Respons Tertentu dari Bayi

Jangan mengharapkan bayi akan memberikan senyuman lucu sampai kurang lebih enam minggu. Jika bayi tidak nyaman, dia hanya akan menangis, kemudian tidur saat dia merasa nyaman. Namun usaha Anda untuk terus menghibur dan mengajaknya bercanda tidak akan sia-sia. Seorang dokter spesialis anak bernama Angeles Cristopher Tolcher mengatakan, dengan usaha tersebut, keterikatan bayi dengan orangtua akan terbentuk.

Cukup Seka sampai Tali Pusar Putus

Tidak banyak kotoran yang menempel pada tubuh bayi newborn. Gunakan spons untuk menyekanya hingga tali pusar putus. Biasanya tali pusar akan putus kurang lebih dua minggu. Jika tali pusar basah saat mandi, segera keringkan.

Jangan Takut  dengan Spot Lemah Bayi

Bayi baru lahir mempunyai tenggorak yang masih lemah. Jadi wajar kepalanya masih sangat lunak. Biasanya orangtua baru tidak tahu atau bahkan takut menggendongnya. Oleh karena itu, pelajari teknik menggendong yang tepat.

Kecukupan Nutrisi

Bayi yang baru saja lahir perlu makan setiap dua sampai tiga jam sekali untuk mencukupi kebutuhannya. Namun, terkadang ibu khawatir dengan kecukupan ASI yang diberikan untuk bayinya. Menurut dokter Tolcher, indikator awal terbaik adalah berat badan. Wajar bayi akan kehilangan 5- 8 persen berat badan di minggu pertama. Meski demikian, berat badannya harus dinaikkan lagi di minggu kedua.

Banyak Buang Air Besar

Bayi  Anda hanya mendapat nutrisi dari ASI. Namun, hal yang wajar jika bayi baru lahir buang air besar dengan jumlah banyak setelah disusui. Anda harus terbiasa untuk sering mengganti popoknya. Pelajari tips mengganti popok dengan cepat.

Kulit Kering

Jangan kaget jika kulit bayi yang baru lahir cenderung kering. Sebab, kulit bayi sedang menyesuaikan antara kondisi di dalam rahim dengan udara di luar. Oleskan losion yang aman untuk bayi, terutama jika terjadi ruam popok atau jerawat.

Tetap Jalankan Kehidupan Normal

Mempunyai bayi baru lahir tidak lantas membuat Anda berada di rumah terus menerus. Sesekali bawalah bayi keluar dengan beberapa aturan ketat. Misalnya, jauhkan bayi dari sinar matahari, kecuali sinar matahari pagi yang bagus untuknya. Jangan dekat dengan orang sakit dan biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi.

Sering Menangis

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Mereka menangis untuk menyampaikan kondisi lapar, haus, kedinginan atau popok yang perlu diganti. Mendengar bayi menangis memang agak membuat frustrasi pada awalnya. Namun percayalah, lewat tangisan Anda akan menemukan celah untuk mengerti keinginan sang buah hati.

Banyak Tidur

Sebelum usia 3 bulan, bayi menghabiskan waktunya untuk tidur. Ia bisa tidur lebih dari delapan jam setiap hari. Namun, dia butuh asupan ASI dua sampai tiga jam sekali. Oleh karena itu, bangunkan dia untuk menyusu di siang hari dan biarkan tidur sepuasnya di malam hari.

Inilah yang Bayi Rasakan saat Proses Persalinan

Dalam proses persalinan, bukan ibu saja yang berjuang dengan keras. Bayi juga berusaha agar lahir dengan selamat. Dia tidak diam saja, tetapi bekerja sama dengan ibunya. Apa yang terjadi pada bayi saat masa persalinan?

Fase Awal Persalinan

Bayi akan menekankan kepala ke jalan lahir untuk memulai pembukaan serviks. Pada saat itu, ia akan memproduksi banyak hormon oksitosin yang membuatnya tenang dan senang. Jika air ketuban telah pecah dan berwarna kehijauan, itu tandanya bayi mengeluarkan mekonium, yang merupakan kotoran bayi selama dalam kandungan yang keluar karena stres. Jika itu terjadi, Anda harus berada dalam penanganan medis yang ekstra hati-hati.

Bayi akan terus bergerak dan kemungkinan istirahat selama 40 menit. Jika Anda stres dan cemas, si kecil akan merasakan hal yang sama. Hal itu disebabkan oleh kortisol dan adrenalin, hormon-hormon yang dipicu emosi-emosi tersebut, bisa menembus plasenta. Usahakan tetap rileks. Pejamkan mata kemudian bayangkan tempat yang membuat nyaman.

Fase Aktif Persalinan

Bayi mulai merasa terhimpit. Setiap kontraksi membuat rahim mengeratkan diri. Hal ini akan memengaruhi aliran darahnya. Selama ini, ia mendapatkan kebutuhan oksigen dari plasenta. Ketika tali ari menegang selama kontraksi, ia menerima lebih sedikit oksigen.

Biasanya, detak jantung bayi sedikit menurun setelah kontraksi, lalu naik lagi. Sebisa mungkin cobalah rileks dalam jeda kontraksi. Tubuh akan bekerja lebih baik jika dalam keadaan rileks. Tegang sepanjang persalinan bisa membuat Anda kelelahan dan menghambat proses melahirkan.

Fase Transisi

Bayi kini sedikit terkejut karena dinding ruangannya terasa lebih sempit. Namun bayi kemungkinan besar tidak merasakan sakit. Sebab, jaringan saraf yang memungkinkan si kecil menerjemahkan rasa sakit sebagai ‘sakit’ masih belum terbentuk saat proses persalinan.

Untuk mempermudah proses persalinan, coba konsultasikan dengan dokter untuk memanfaatkan gravitasi. Persalinan akan lebih mudah jika Anda dalam posisi merangkak, entah dalam bak air ataupun tempat tidur. Persalinan dengan berbaring di tempat tidur akan membuat bayi seperti berusaha keras mendorong ke atas.

Tahap Kedua

Bayi akan melewati jalan lahir. Untunglah sambungan bagian-bagian tengkorak bayi masih belum keras, sehingga fleksibel saat melewati jalan lahir. Pada tahap ini, detak jantungnya terkadang menurun. Hal ini disebabkan oleh tekanan pada tali ari. Aliran darah dari plasenta kepada bayi menjadi berkurang dan menyebabkan pasokan oksigen menurun.

Cobalah fokus pada pernapasan. Bernapaslah secara teratur untuk memaksimalkan pasokan oksigen bagi Anda dan bayi. Jangan menahan napas.

Kelahiran

Bayi akan merasa sangat terhimpit dan siap menghirup napas pertamanya. Tekanan pada tubuh bayi selama menerobos jalan lahir itu sebenarnya membantu mempersiapkannya untuk hidup di luar rahim. Dengan cara itu, cairan dalam paru-parunya terpompa keluar. Dia juga terhalangi untuk menghirup cairan dan darah saat melewati jalan lahir.

Selama proses ini, dengarkan baik-baik instruksi bidan atau dokter untuk menyesuaikan napas dan menghindari sobeknya perineum akibat bayi keluar terlalu cepat. Tenaga medis pasti ingin membantu buah hati Anda keluar dengan mulus.