aritmia tagged posts

Sama-Sama Pengaruhi Irama Jantung, Apa Beda Kardioversi & Defibrilasi?

Kardioversi adalah prosedur yang bertujuan memperbaiki irama jantung tidak normal atau aritmia

Detak jantung adalah salah satu tanda dari kehidupan. Dalam prosedur medis, “pemanggilan” atau sebuah upaya menghadirkan kembali detak jantung kerap dilakukan untuk menyelamatkan nyawa pasien. Metode itu kita kenal dengan defibrilasi. Akan tetapi, defibrilasi bukan satu-satunya metode untuk mengatasi denyut jantung itu. Ada teknis lain, yakni kardioversi.

Kedua metode tersebut meliputi pengiriman energi listrik ke dada untuk mereset denyut jantung dan dikontraindikasikan dengan digoksin dan katekolamin yang menginduksi disritmia. Kedua prosedur tersebut dilakukan dengan teknik yang sama, yakni menggunakan dua paddle (berbentuk seperti setrika) yang ditempatkan di titik tertentu pada dada.

Meski sama-sama mempengaruhi denyut jantung, sebenarnya kedua metode tersebut berbeda, lho. Apa dan di mana letak perbedaannya? Nah, artikel ini hadir untuk membahas lebih lanjut mengenai perbedaan antara kardioversi dan defibrilasi. Berikut ulasannya:

  • Kardioversi

Kardioversi adalah prosedur yang bertujuan memperbaiki irama jantung tidak normal atau aritmia. Tindakan medis ini biasanya sudah terjadwal terlebih dulu dan dilakukan di rumah sakit. Pasien juga bisa pulang setelah menjalaninya.

Terdapat dua jenis kardioversi, yaitu kardioversi kimiawi dan kardioversi elektrik.

Kardioversi kimiawi

Apabila aritmia yang dialami pasien tidak tergolong kondisi gawat darurat, dokter biasanya akan menggunakan obat-obatan untuk menormalkan irama jantungnya. Langkah ini memiliki nama lain, yakni kardioversi farmakologi.

Dokter akan memasukkan obat-obatan melalui pembuluh vena pasien sambil memantau kondisi jantungnya. Namun pada beberapa kasus, obat berupa pil juga dapat dikonsumsi langsung oleh pasien.

Obat yang digunakan bervariasi, tergantung pada jenis aritmia yang dialami oleh pasien dan kondisi medis lainnya. Beberapa jenis obat ini meliputi amiodarone, dofetilide, dan flecainide.

Kardioversi elektrik

Pada kardioversi elektrik, dokter menggunakan alat khusus bernama defibrilator. Alat ini akan mengirimkan kejut listrik melalui elektroda yang dipasang pada dada pasien.

Voltase kejut listrik yang diberikan tidak terlalu tinggi dan akan membuat irama jantung pasien kembali normal.

Meski sama-sama menggunakan defibrilator dan kejut listrik, kardioversi elektrik berbeda dengan defibrilasi. Pada defibrilasi, dokter memakai kejut listrik dengan voltase tinggi untuk mengatasi aritmia yang mengancam nyawa atau kondisi henti jantung.

  • Defibrilasi

Defibrilasi adalah tindakan gawat darurat medis yang bertujuan mengatasi aritmia, yaitu kondisi irama atau denyut jantung yang tidak normal.

Alat kejut listrik (defibrilator) digunakan untuk menghentikan irama jantung yang tidak normal tersebut. Dengan ini, irama jantung pasien dapat kembali optimal dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Jantung merupakan organ yang terdiri dari empat ruang dan tersusun atas otot-otot yang bekerja seperti pompa. Untuk berfungsi sebagaimana mestinya, otot jantung perlu sumber energi dari aliran listrik yang menyuplai keempat ruang jantung. Aliran listrik inilah yang akan menghasilkan denyut jantung.

Gangguan pada aliran listrik dapat menyebabkan denyut dan irama jantung menjadi tidak normal. Defibrilasi akan mengirimkan aliran listrik yang menyebabkan sel jantung berkontraksi pada satu waktu. Akibatnya, denyut jantung berhenti dan jantung dapat kembali memulai irama yang normal.

Defibrilasi yang cepat dapat menyelamatkan nyawa pasien, terutama bila disertai dengan resusitasi jantung paru (RJP) dan perawatan medis yang intensif. Namun harap diingat bahwa tindakan ini tidak dapat mengobati penyebab yang mendasari aritmia.

Selain itu, defibrilasi dapat menjadi kurang efektif pada pasien dengan penyakit jantung berat atau kondisi medis lainnya.

Terdapat beberapa jenis defibrilator:

Manual Eksternal defibrilator: terdapat pada ambulan dan rumah sakit, menggunakan monitor jantung untuk merekam gelombang listrik dan ritme jantung.

Manual Internal Defibrilator: menggunakan pada tindakan pembedahan, untuk mereset jantung selama operasi bedah thorax, dan ditempatkan langsung di jantung.

Automatik eksternal Defibrilator: lebih mudah digunakan, karena secara otomatis mendeteksi ritme jantung sendiri dan kapan melakukan DC syok. Biasanya digunakan pada orang yang belum terlatih.

Wearable cardiak defibrilator: digunakan pada pasien dan memonitor pasien 24 jam, dan mengirimkan DC syok bila dibutuhkan.

  • Perbedaan Kardioversi dan Defibrilasi
  • Defibrilasi adalah alat pertolongan gawat darurat pada Ventrikuler takikardi, ventrikuler fibrilasi dan serangan jantung, sedangkan kardioversi lebih ke supraventrikuler takikardi (SVT), ventrikuler reentran takikardi, atrial flutter dan atrial fibrilasi.
  • Defibrilasi selalu restart jantung dan anestesi tidak dibutuhkan, sedangkan pada kardioversi, membutuhkan anestesi dan pasien dalam keadaan sedasi.
  • Kardioversi dapat dilakukan tanpa anestesi jika hanya terdapat iminen kolaps kardiovaskuler. Kardioversi dapat menyebabkan aritmia serius. Mungkin terjadi transien elevasi segmen ST setelah kardioversi
  • Edema pulmo tidak diketahui, dan menjadi komplikasi yang jarang pada kardioversi. Pada Defibrilasi dapat menyebabkan myocardial nekrosis yang jarang juga, ketika energi syok tinggi dikirimkan. 

Nah, kurang lebih itulah penjelasan mengenai kardioversi dan defibrilasi berikut dengan perbedaan yang terdapat pada keduanya. Semoga artikel ini mampu membantu Anda mengenai dua metode untuk mengatasi aritmia ini.