Rokok Teh Hijau, Benarkah Bisa Atasi Kecanduan Merokok?

Merokok adalah salah satu kegiatan yang sangat familiar di sekitar kita. Banyak orang yang merokok mulai karena iseng-iseng hingga menjadi candu atau ketergantungan. Sehari saja tidak merokok, rasanya pasti ada yang kurang. Tidak sedikit pula, orang-orang merokok untuk menghilangkan stres setelah seharian penat bekerja. Baru-baru ini, muncul terobosan rokok teh hijau yang katanya, lebih sehat dan bisa membuat Anda berhenti ketergantungan rokok.

Selama ini, teh hijau hanya dikenal sebagai minuman fungsional yang sehat dan menyegarkan. Namun, terbayangkah Anda jika teh hijau dijadikan rokok? Kira-kira, apakah benar rokok teh hijau bisa membuat Anda berhenti kecanduan merokok? Let’s talk more about this.

Mengapa harus dengan rokok teh hijau?

Alasan pertama yang mungkin terjadi adalah keinginan manusia untuk mencoba hal-hal yang baru. Kedua, rokok teh hijau tidak mengandung nikotin, sehingga bisa dianggap sebagai rokok yang sehat dan dapat membantu Anda berhenti merokok. Proses pembuatan teh hijau yang melalui pengeringan dan fermentasi juga memungkinkan daun teh hijau bisa dimanfaatkan sebagai rokok. Hal ini karena daun jadi lebih mudah digiling dan dibakar menjadi rokok.

Dikutip dari media Time, rokok teh hijau adalah bagian dari metode tiga langkah untuk berhenti merokok selama 90 hari. Metode ini dikembangkan oleh Tutulugdzija, seorang ahli akupuntur dan pendiri salah satu perusahaan rokok teh di Amerika. Program tersebut akan mengubah kecanduan menjadi sebuah kebiasaan.

Menurut Tutulugdzija, kebiasaan jauh lebih mudah diubah daripada kecanduan. Apabila Anda merokok teh hijau, maka tidak ada bahan kimia yang menyebabkan Anda kecanduan. Bahan kimia tersebut adalah nikotin yang bekerja pada neuroreseptor otak untuk membuat seseorang kecanduan, sehingga mengingingkannya lagi, lagi, dan lagi. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan besar antara rokok yang mengandung nikotin dan rokok tanpa nikotin, alias rokok teh hijau.

Lalu, apakah benar rokok teh hijau bisa hilangkan kecanduan?

Meskipun penelitian yang berkaitan dengan teh hijau telah banyak dilakukan. Namun, masih belum ada penelitian secara ilmiah terkait manfaat rokok teh hijau. Saat ini, yang bisa diyakini adalah segala sesuatu yang dihirup dari apapun yang terbakar adalah tidak sehat.

Terlepas dari itu semua, dilansir dari Healthline, beberapa orang yang pernah menggunakan rokok teh hijau merasakan manfaatnya, seperti:

  • Mengurangi rasa cemas berlebihan.
  • Meningkatkan kemampuan kognitif.
  • Membuat metabolisme tubuh lebih baik.
  • Menghentikan kecanduan merokok.
  • Meningkatkan stamina atau energi.

Manfaat di atas diduga karena adanya senyawa L-theanine di dalam teh. Namun, sekali lagi, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa L-theanine dapat diserap tubuh melalui merokok.

Apakah ada efek samping dari merokok teh hijau?

Yang perlu Anda pahami adalah meskipun rokok teh hijau terlihat ‘lebih sehat’ dibandingkan rokok pada umumnya, tetapi tetap saja ada efek samping yang berbahaya.

Misalnya, meningkatkan risiko overdosis kafein. Pasalnya, merokok dapat menyerap kafein lebih cepat daripada mencernanya. Gejala overdosis kafein meliputi mual, pusing, cemas berlebihan, tetapi jarang sampai menyebabkan kematian.

Selain itu, merokok dalam bentuk apapun, baik itu teh, tembakau, atau lainnya, dapat membahayakan kesehatan. Hal ini karena senyawa karbon yang dihirup dari sesuatu yang dibakar bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit jantung. Bahkan, wanita hamil atau menyusui harus menghindari merokok secara total.

Catatan

Jika Anda memang ingin mengatasi kecanduan merokok (nikotin), maka Anda bisa memulainya dengan melakukan kebiasaan yang lebih sehat, seperti olahraga. Terlebih lagi, buat apa mengganti kebiasaan merokok dengan kebiasaan yang sama, yaitu merokok teh hijau. Walaupun substansinya berbeda, tetap saja yang Anda lakukan adalah merokok. Akan lebih baik, jika teh hijau dikonsumsi dalam bentuk minuman yang telah teruji secara klinis manfaatnya untuk kesehatan tubuh.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>