Inilah yang Bayi Rasakan saat Proses Persalinan

Dalam proses persalinan, bukan ibu saja yang berjuang dengan keras. Bayi juga berusaha agar lahir dengan selamat. Dia tidak diam saja, tetapi bekerja sama dengan ibunya. Apa yang terjadi pada bayi saat masa persalinan?

Fase Awal Persalinan

Bayi akan menekankan kepala ke jalan lahir untuk memulai pembukaan serviks. Pada saat itu, ia akan memproduksi banyak hormon oksitosin yang membuatnya tenang dan senang. Jika air ketuban telah pecah dan berwarna kehijauan, itu tandanya bayi mengeluarkan mekonium, yang merupakan kotoran bayi selama dalam kandungan yang keluar karena stres. Jika itu terjadi, Anda harus berada dalam penanganan medis yang ekstra hati-hati.

Bayi akan terus bergerak dan kemungkinan istirahat selama 40 menit. Jika Anda stres dan cemas, si kecil akan merasakan hal yang sama. Hal itu disebabkan oleh kortisol dan adrenalin, hormon-hormon yang dipicu emosi-emosi tersebut, bisa menembus plasenta. Usahakan tetap rileks. Pejamkan mata kemudian bayangkan tempat yang membuat nyaman.

Fase Aktif Persalinan

Bayi mulai merasa terhimpit. Setiap kontraksi membuat rahim mengeratkan diri. Hal ini akan memengaruhi aliran darahnya. Selama ini, ia mendapatkan kebutuhan oksigen dari plasenta. Ketika tali ari menegang selama kontraksi, ia menerima lebih sedikit oksigen.

Biasanya, detak jantung bayi sedikit menurun setelah kontraksi, lalu naik lagi. Sebisa mungkin cobalah rileks dalam jeda kontraksi. Tubuh akan bekerja lebih baik jika dalam keadaan rileks. Tegang sepanjang persalinan bisa membuat Anda kelelahan dan menghambat proses melahirkan.

Fase Transisi

Bayi kini sedikit terkejut karena dinding ruangannya terasa lebih sempit. Namun bayi kemungkinan besar tidak merasakan sakit. Sebab, jaringan saraf yang memungkinkan si kecil menerjemahkan rasa sakit sebagai ‘sakit’ masih belum terbentuk saat proses persalinan.

Untuk mempermudah proses persalinan, coba konsultasikan dengan dokter untuk memanfaatkan gravitasi. Persalinan akan lebih mudah jika Anda dalam posisi merangkak, entah dalam bak air ataupun tempat tidur. Persalinan dengan berbaring di tempat tidur akan membuat bayi seperti berusaha keras mendorong ke atas.

Tahap Kedua

Bayi akan melewati jalan lahir. Untunglah sambungan bagian-bagian tengkorak bayi masih belum keras, sehingga fleksibel saat melewati jalan lahir. Pada tahap ini, detak jantungnya terkadang menurun. Hal ini disebabkan oleh tekanan pada tali ari. Aliran darah dari plasenta kepada bayi menjadi berkurang dan menyebabkan pasokan oksigen menurun.

Cobalah fokus pada pernapasan. Bernapaslah secara teratur untuk memaksimalkan pasokan oksigen bagi Anda dan bayi. Jangan menahan napas.

Kelahiran

Bayi akan merasa sangat terhimpit dan siap menghirup napas pertamanya. Tekanan pada tubuh bayi selama menerobos jalan lahir itu sebenarnya membantu mempersiapkannya untuk hidup di luar rahim. Dengan cara itu, cairan dalam paru-parunya terpompa keluar. Dia juga terhalangi untuk menghirup cairan dan darah saat melewati jalan lahir.

Selama proses ini, dengarkan baik-baik instruksi bidan atau dokter untuk menyesuaikan napas dan menghindari sobeknya perineum akibat bayi keluar terlalu cepat. Tenaga medis pasti ingin membantu buah hati Anda keluar dengan mulus.

10 Pereda Sakit Punggung yang Efektif di Masa Kehamilan

Beberapa masalah saat kehamilan menjadi perhatian penting bagi calon ibu, misalnya seperti rasa sakit di bagian punggung yang seringkali muncul. Sakit punggung pada masa kehamilan memang bisa diatasi dengan obat pereda nyeri. Namun, penggunaan obat tentu berisiko bagi bayi dalam kandungan. Untuk itulah, Anda perlu mengatasinya dengan cara alami.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi sakit punggung yang Anda alami. Sebaiknya lakukan beberapa treatment berikut secara rutin untuk mengatasi masalah punggung yang dirasakan.

1. Meditasi

Meditasi merupakan teknik penting untuk menjaga kondisi psikis terutama bagi ibu hamil yang rentan stres. Aktivitas ini bisa dilakukan di berbagai waktu dan lokasi. Meditasi bisa dilakukan dengan cara duduk atau berbaring. Anda pun bisa melakukannya dalam suasana yang hening, atau menggunakan audio sebagai panduan.

Cobalah untuk melakukan meditasi secara rutin untuk mengelola emosi serta kadar stres. Selain itu, meditasi bisa meningkatkan toleransi tubuh terhadap rasa sakit, seperti sakit punggung atau sakit saat persalinan.

2. Pijat Prenatal

Pemijatan di masa kehamilan hanya bisa dilakukan oleh ahli dan telah dikonsultasikan dengan dokter kandungan. Pemijatan ini berfungsi untuk mengurangi rasa sakit secara fisik dan meringankan tingkat depresi atau kecemasan. Pilihlah metode pemijatan yang lembut dan menenangkan, dengan posisi berbaring.

3. Akupuntur

Merangsang titik akupunktur, baik melalui penyisipan jarum atau akupresur (menggunakan jari), bermanfaat untuk ibu hamil. Akupuntur memperbaiki proses pencernaan, meningkatkan energi, meringankan morning sickness serta sakit kepala migrain.

Teknik akupuntur juga bisa menjadi pereda sakit punggung yang efektif. Dengan melakukan pemijatan akupuntur, Anda pun bisa bergerak lebih nyaman tanpa rasa sakit di sekitar punggung. Pemijatan akupuntur bisa dilakukan dengan berkonsultasi terlebih pada dokter kandungan. Jangan lupa mencari ahli yang sudah berpengalaman.

4. Berenang

Jika Anda hobi berenang, maka inilah cara yang pas untuk meredakan sakit punggung. Berenang bisa melancarkan sirkulasi darah terhambat, yang kemungkinan bisa menjadi penyebab sakit di punggung.

5. Sabuk Kehamilan

Menggunakan sabuk kehamilan juga bisa menjadi langkah untuk mengurangi rasa sakit di bagian punggung. Biasanya, sabuk ini dipakai setelah masa kehamilan mencapai trimester kedua dan terakhir.

6. Hindari High Heels

Tampil cantik selama kehamilan memang tidak dilarang. Namun, jika selama ini selalu mengenakan high heels untuk menunjang penampilan, sebaiknya Anda mempertimbangkannya kembali. Sebab, sepatu berhak tinggi bisa berbahaya bagi ibu hami. Sebaiknya Anda mengurangi pemakaian high heels saat masa kehamilan untuk mencegah sakit punggung dan risiko terpeleset.

7. Kenyamanan Istirahat

Kenyamanan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas adalah kebutuhan selama masa kehamilan. Untuk itu, atur waktu tidur Anda serta lengkapi kenyamanan dalam tidur dengan menyediakan kasur empuk dan menciptakan suasana tenang.

8. Terapi Fisik

Pereda sakit punggung di masa kehamilan selanjutnya adalah dengan terapi fisik. Terapi ini bisa dijalani dengan anjuran dari dokter serta ketentuan medis, sambil melihat kondisi Anda dan kehamilan.

9. Yoga

Yoga bisa mengurangi sakit punggung yang dirasakan pada masa kehamilan. Yoga mendukung sirkulasi udara dan pemenuhan kebutuhan oksigen untuk dialirkan pada seluruh tubuh.

10. Pengobatan Alternatif Tulang

Pengobatan alternatif juga bisa dicoba untuk mengurangi rasa sakit dibagian punggung. Dengan catatan, Anda menjalani pengobatan dengan ahli yang tepat dan sudah berlisensi untuk melakukan tindakan ini.

Itulah beberapa cara untuk mengatasi sakit punggung yang biasa dirasakan ketika masa kehamilan.

Bruxism atau Gigi Menggemeretak: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Coba Anda ingat-ingat lagi, ketika tidur apakah anak Anda pernah mengalami bruxism atau gigi menggemeretak?

Tak hanya pada anak, bruxism juga dapat terjadi pada orang dewasa. Gigi menggemeretak dilakukan secara tidak sadar saat tertidur. Para pengidap bruxism membuat suara dengan menggesekkan gigi bagian atas dan bawah, ke kanan dan ke kiri tanpa sadar.

Penyebab Bruxism Atau Gigi Menggemeretak

Menurut laman Web MD, sebenarnya belum ada kepastian tentang penyebab bruxism atau gigi menggemeretak. Namun, sejumlah ahli menyatakan bahwa gangguan tidur ini ada hubungannya dengan masalah psikis.

Berikut beberapa penyebab bruxism atau gigi menggemeretak:

1. Stres, depresi, atau masalah kecemasan lainnya.

2. Kepribadian yang sangat aktif, agresif, dan energik.

3. Memiliki masalah gangguan tidur seperti parasomnia dan sleep apnea.

4. Gigi atas dan gigi bawah tidak rata.

5. Merespon rasa nyeri saat tumbuh gigi atau sakit telinga pada balita.

6. Asam lambung naik ke tenggorokan karena stres.

7. Gaya hidup tidak sehat pada orang dewasa seperti merokok dan minum alkohol.

Gejala Bruxism atau Gigi Menggemeretak

Kebiasaan bruxism atau gigi menggemeretak dapat dihindari jika Anda sejak awal sudah menemukan gejala atau tanda-tandanya seperti berikut:

1. Rahang dan telinga sering sakit

2. Sakit kepala

3. Gangguan saat mengunyah makanan

4. Sulit tidur atau gangguan tidur seperti insomnia                         

5. Gigi sensitif

6. Gigi aus atau gigi terasa longgar

7. Muncul adanya lekukan di lidah

8. Nyeri atau sulit saat membuka mulut

Cara Menangani Bruxism atau Gigi Menggemeretak

Tentunya Anda sangat direkomendasikan untuk menemui dokter. Dokter umumnya akan memeriksa kondisi gigi dan rahang Anda untuk mengetahui sejauh mana pengikisan gigi akibat bruxism atau gigi menggemeretak. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, dokter dapat menemukan penanganan yang tepat dan efektif.

Umumnya, bruxism atau gigi menggemeretak bukanlah sebuah kondisi yang memerlukan penanganan serius. Bagi anak-anak, bruxism atau gigi menggemeretak dapat sembuh dengan sendirinya seiring pertumbuhan mereka. Orang dewasa juga bisa mengalami bruxism, namun tidak sepenuhnya perlu perawatan khusus.

Akan tetapi, apabila kondisi gigi dan rahang sudah sangat parah, disarankan untuk segera mengunjungi dokter agar mendapatkan penanganan sesuai gejala yang muncul. Dokter dapat memberikan sejenis pelindung mulut atau kawat gigi untuk merapikan gigi-gigi yang longgar akibat gigi menggemeretak.

Selain itu, mengubah kebiasaan atau perilaku hidup yang tidak sehat termasuk menghindari alkohol, nikotin, dan kafein juga dapat membantu.

Dokter gigi mungkin akan bertanya kepada Anda tentang kebiasaan tidur Anda. Hal ini dibutuhkan untuk mengidentifikasi apakah Anda perlu dilakukan tes di laboratorium tidur untuk mengawasi aktivitas otak saat Anda tidur di malam hari.

Dengan penanganan bruxism yang tepat, masalah gangguan tidur ini bisa cepat teratasi dengan efektif.

Wanita vs. Pria, Siapa yang Lebih Sehat?

Ada sebuah penelitian yang dilakukan di Skotlandia beberapa tahun lalu. Para wanita dan pria setempat menjadi responden dan mengikuti survei yang bertujuan mengetahui tingkat kesehatan mereka.

Penelitian ini meliputi penyakit jantung, penyakit mental, dan stamina tubuh. Intinya, penelitian dilakukan untuk melihat kesehatan para peserta. Dari kedua kelompok, diketahui bahwa wanita pada umumnya hidup lebih lama atau berumur panjang ketimbang pria. Namun, siapakah yang lebih sehat?

Pola Penelitian Kesehatan

Sejumlah kuesioner dikirimkan kepada lebih dari 300 pria dan wanita di 2 kota. Mereka mendapatkan berbagai pertanyaan tentang kondisi kesehatan. Kedua kelompok ini sama-sama yakin memiliki kondisi yang sehat. Mayoritas responden pun menilai, baik pria maupun wanita, berpotensi sehat atau malah mengalami sakit.

Meski demikian, pria dianggap lebih rentan mengalami kecelakaan. Sementara itu wanita dianggap lebih berisiko terkena penyakit kanker dan penyakit mental.

Hasil Survey Kesehatan Antara Pria dan Wanita

Kedua kelompok, pria dan wanita, memiliki pendapat yang berbeda. Berikut ini adalah hasil temuan survei yang perlu Anda ketahui:

1. Kecelakaan

Sebanyak 48% peserta pria mengatakan pria lebih cenderung mengalami kecelakaan. Keyakinan itu juga diungkapkan oleh 37% wanita. Namun, 58% wanita mengatakan, pria dan wanita sama-sama cenderung mengalami kecelakaan.

2. Kanker

Sekitar dua pertiga dari peserta mengatakan, pria dan wanita, sama-sama cenderung terkena kanker. Namun, 12% pria mengatakan pria lebih mungkin terkena kanker. Sisanya, lebih banyak wanita (30%) dibandingkan pria (24%) mengatakan wanita lebih cenderung memiliki kanker. Pada 2018, diperkirakan akan ada 1.735.350 kasus kanker baru didiagnosis dan 609.640 kematian akibat kanker di Amerika Serikat.

3. Penyakit Jantung

Mayoritas kedua kelompok peserta, sebanyak 79% pria dan 59% wanita mengatakan pria lebih mungkin terserang penyakit jantung. Sementara itu, 19% wanita mengatakan kedua kelompok sama-sama berisiko.  Pria yang berusia kurang dari 50 tahun, lebih mungkin terkena serangan jantung. Namuni, pada wanita setelah periode menopause, risiko penyakit jantung akan meningkat.

4. Kebugaran

Dalam hal kebugaran, pria berpikir lebih unggul dari wanita. Begitu pula sebaliknya.

5. Penyakit mental

Penyakit mental lebih mungkin terjadi pada wanita. Angkanya mencapai 31% wanita dan 18% pria. Di antara pria, 72% menyebutkan penyakit mental memiliki kemungkinan yang sama di antara kedua kelompok. Selebihnya, ada 61% wanita mengatakan pria lebih mungkin terkena penyakit mental. Sementara itu, penyakit mental adalah penyakit yang paling umum melanda wanita. Kecemasan dan depresi adalah dua di antaranya.

Siapa yang benar?

Menurut para peneliti, respons dari para peserta sangat baik. Hampir keseluruhan peserta mengisi kuesioner yang diberikan untuk mendukung studi berbasis populasi. Meski demikian, masih ada bias antara pengalaman kesehatan, pemikiran positif dan negatif para responden, serta kecenderungan perbedaan jenis kelamin yang menentukan perbedaan hasil studi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hasil kesehatan antara pria dan wanita tersebut.

4 Tips Seks Ini Dapat Anda Lakukan untuk Kehidupan Seksual yang Lebih Baik

Apakah Anda selalu berpikir untuk menjalani hidup sehat agar dapat menjalani kehidupan seks, namun belum dapat melakukannya? Artikel ini akan membahas tentang insentif yang mungin dikatakan para ahli dapat membuat mental dan fisik seseorang cenderung lebih baik dalam kehidupan seks mereka.

Seorang psikolog mengatakan jika Anda merasa diri Anda baik maka posisi Anda pun juga akan terasa lebih baik, hal ini termasuk kehidupan seksual Anda. Ketika seseorang tidak merasa sehat atau kelelahan, akan berdampak negatif bagi kehidupan dan kualitas seks seseorang.

Ini mungkin terlihat intuitif, namun banyak pula orang-orang yang menemukan cara untuk membuat tubuh dan pikiran mereka terasa bugar, terutama jika cara tersebut melibatkan penurunan berat badan, memulai melakukan program latihan, mengurangi stress, dan cukup tidur.

Namun, 4 (empat) kegiatan ini merupakan sebuah hadiah besar bahkan nilai plus untuk meningkatkan aktivitas seks dan kehidupan romantis Anda bersama pasangan.

  1. Makan yang teratur

Meskipun tidak ada hubungan yang terbukti antara dite seimbang dengan kelangsungan seksual Anda. Namun, pola makan yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas seksual Anda.

Sebuah studi menunjukkan bahwa hewan yang memiliki sedikit kaloring akan cenderung memiliki sistem kekebalan yang lemah. Dapat dikatakan pula bahwa penyakit bisa menjadi halangan besar untuk sebuah hubungan seksual yang menyenangkan.

Jika Anda memiliki penyakit jantung, tentunya mengonsumsi obat-obatan akan menghambat aktivitas seksual. Jika Anda memiliki flu, demam, atau merasa tidak enak badan maka hal-hal ini akan menyebabkan kemunduran dalam keinginan melakukan aktivitas seks.

Tips seks yang dapat dilakukan adalah dengan makan diet seimbang secara keseluruhan dan berolahraga setiap hari. Keduanya harus dilakukan secara bersamaan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Menggerakkan badan

Menjadi aktif secara fisik, akan memberi dorongan pada Viagra alami, menurut American Council on Exercise (ACE) yang merekomendasikan 20-30 menit pergerahan tenaga moderat dalam sehari. Menurut mereka, pria dan wanita yang berolahraga secara teratur akan memiliki keinginan melakukan aktivitas seks yang meningkat. Mereka akan lebih percaya diri serta memiliki kemampuan untuk mencapai orgasme dan merasa lebih puas.

Jika tidak ada motivasi yang cukup untuk bergerak, pertimbangkanlah beberapa hal seperti yang diungkap oleh para peneliti. Menurut penelitian yang dilakukan, semakin besar pinggang seorang pria maka akan semakin besar pula risiko mengalami disfungsi ereksi. Sehingga perlu bagi Anda untuk tetap berolahraga.

Olahraga juga dapat mengatur dan memiliki manfaat positif untuk memperbaiki masalah seksual seperti menurunnya libido dan disfungsi ereksi. Ini masuk akal, karena disfungsi ereksi sendiri disebabkan oleh aliran darah yang buruk ke penis dan olahraga akan meningkatkan kemampuan tubuh untuk memompa serta mengedarkan darah ke seluruh tubuh sesuai dengan tugasnya.

Hal yang sama akan terjadi pada wanita. Menurut studi University of Texas di Austin, wanita yang rutin menonton film dewasa memiliki aliran darah 169% lebih besar ke vagina mereka dibandingkan dengan yang tidak aktif menonton.

  • Mimpi yang indah

Meskipun tidak ada hubungan langsung antara tidur dengan seks, sebuah studi dari National Sleep Foundation (NSF) yang dilakukan tahun 2002 menunjukkan bahwa suasana hati seseorang dapat memengaruhi seberapa ingin ia menutup mata untuk tidur.

Orang yang memiliki jam tidur kurang dari enam jam akan melaporkan bahwa mereka lelah, stress, sedih, dan marah dibandingkan dengan mereka yang memiliki jam tidur cukup. Hal ini membuktikan bahwa seseorang yang cukup tidur memiliki sedikit masalah tidur cenderung melaporkan bahwa mereka bersemangat, santai, dan bahagia.

Dalam prakteknya Russel Rosenberg, PhD, direktur dari Northside Hospital Sleep Medicine Institute di Atlanta mengatakan, pasien dengan laporan kesulitan tidur yang kronis tidak hanya mengalami kelelahan secara fisik untuk melakukan hubungan seks namun juga dapat menurunkan libido.

  • Bersantai

Otak merupakan pusat dari tubuh dan menjadi sesuatu yang paling penting bagi seluruh aspek yang dikerjakan manusia. Tips seks yang telah dijelaskan di atas akan membuat otak menerima rangsangan senang sehingga Anda dapat merasakan bahagia dan bersemangat jika melakukan hal-hal yang membuat Anda rileks.

Untuk memiliki kehidupan seks yang benar sehat dan menyenangkan Anda harus dapat mengabaikan pekerjaan yang membuat stres sehingga dapat bersantai dan mengalami kesenangan.

Seks membutuhkan relaksasi dan waktu, sehingga beberapa pasangan yang terlalu stres dan sibuk akan sulit melakukan aktivitas seks mereka.

Hati-Hati, Cedera PCL Dapat Terjadi pada Siapa Saja

Posterior cruciate ligament (PCL) merupakan salah satu ligamen yang berada di dalam lutut. Dalam hal ini, PCL memiliki kemiripan dengan anterior cruciate ligament (ACL) yang sama-sama menghubungkan tulang paha (femur) ke tulang kering Anda (tibia). Meskipun memiliki bentuk yang lebih besar dan lebih kuat dari ACL, PCL juga tetap memiliki risiko mengalami kerobekan.

Berdasarkan data, 20% dari cedera yang terjadi di ligamen lutut merupakan akibat dari robekan pada PCL. Cedera yang terjadi akibat PCL sering merusak beberapa ligamen atau tulang rawan di lutut. Bahkan, dalam beberapa kasus, ligamen juga dapat menyebabkan tulang di bawahnya patah.

Penyebab Cedera PCL
Cedera PCL sering disebabkan oleh benturan keras pada lutut saat sedang berada di posisi menekuk. Penyebab umumnya cukup beragam, di antaranya:

  • Benturan lutut pada dashboard saat kecelakaan mobil
  • Jatuh dengan bertumpu para lutut saat ditekuk

Olahraga juga kerap menjadi penyebab umum cedera PCL. Olahraga yang kerap menyebabkan cedera PCL antara lain:

  • Sepak bola
  • Baseball
  • Ski

Perlu Anda ketahui, cedera pada PCL dapat menyebabkan kerusakan yang ringan hingga parah. Dokter mengklasifikasikan cedera PCL dalam beberapa kelompok, yaitu:

  • Tingkat I: Adanya robekan sebagian pada PCL
  • Tingkat II: Ligamen robek sebagian dan lebih parah daripada di kelas I
  • Tingkat III: Ligamen benar-benar robek dan lutut menjadi tidak stabil
  • Tingkat IV: PCL rusak bersama dengan ligamen lain di lutut

Masalah PCL dapat menjadi kondisi yang akut atau kronis. Masalah PCL akut biasanya disebabkan oleh cedera mendadak. Sedangkan masalah PCL kronis merupakan kondisi cedera yang berkembang seiring waktu. Bahkan, robekan PCL dapat menyebabkan osteoartritis di lutut.

Gejala Cedera PCL
Kebanyakan orang tidak merasakan atau mendengar sensasi robekan di lutut saat mengalami cedera PCL. Pasalnya, saat mengalami cedera PCL, orang biasanya hanya berpikir bahwa mereka mengalami masalah lutut ringan. Banyak dari mereka akan mencoba untuk melanjutkan kegiatan seperti biasa. Akan tetapi, cedera PCL akan menimbulkan beberapa gejala yang dapat berkembang, di antaranya:

  • Bengkak (ringan sampai berat)
  • Sakit lutut
  • Sensasi goyah di lutut
  • Kesulitan berjalan
  • Kesulitan menahan beban di lutut

Diagnosis Cedera PCL
Untuk mendiagnosis cedera PCL, dokter perlu mengetahui apa yang menyebabkan cedera pada pasien, apakah karena kecelakaan atau olahraga. Ia juga akan bertanya apa yang dirasakan saat cedera, apa yang dirasakan setelah cedera, dan gejala lain apa yang dirasakan. Setelah itu, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan pencitraan untuk mengetahui kondisi cedera yang dialami pasien. Pencitraan ini dilakukan dengan mengambil foto X-ray atau pemeriksaan MRI.

Pengobatan Cedera PCL

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter akan memberikan arahan mengenai perawatan yang harus dilakukan pada cedera PCL, tergantung pada tingkat keparahannya. Untuk cedera ringan seperti cedera PCL tingkat I dan II, biasanya dokter akan menyarankan perawatan di rumah dengan melakukan beberapa hal, di antaranya:

  • Melindungi lutut untuk menjaganya dari cedera lebih lanjut
  • Beristirahat dari kegiatan yang membutuhkan kerja lutut
  • Kompres lutut dengan es untuk mengurangi bengkak dan meredakan nyeri
  • Membungkus lutut dengan perban untuk menjaga posisi lutut
  • Memposisikan lutut lebih tinggi
  • Konsumsi obat pereda rasa sakit

Namun, untuk cedera PCL tingkat III dan IV, ada kemungkinan pasien akan menjalani tindakan operasi, khususnya mereka dengan kondisi:

  • Cedera PCL di mana tulang mengalami patah atau retak serius
  • Cedera PCL yang melibatkan lebih dari satu ligamen
  • Peregangan PCL kronis yang menyebabkan keluhan parah, khususnya pada atlet

Berbagai Nyeri dan Rasa Sakit yang Dialami Setelah Melahirkan

Sakit saat melahirkan bukanlah akhir dari perjalanan dari ibu. Pada kenyataannya, ibu-ibu juga harus menghadapi berbagai nyeri dan rasa sakit lainnya setelah melahirkan. Sakit dan nyeri tersebut bahkan bisa terjadi selama berminggu-minggu.  Apa saja dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Pegal Berkepanjangan

Usai bersalin, wajar jika ibu merasa lemah, lunglai, capek luar biasa, dan pegal-pegal. Semua itu akibat perubahan fisik selama bersalin, ditambah keluarnya banyak tenaga untuk menahan sakit ataupun mengejan. Biasanya rasa sakit dan pegal-pegal lenyap dalam beberapa hari, serta bisa ditangani dengan obat dari dokter.

2. Kram Perut

Usai persalinan, uterus meneruskan tugasnya, yakni berkontraksi agar bisa kembali ke ukuran normal. Kebanyakan nyeri setelah melahirkan dan kram perut itu mirip dengan saat haid. Rasa itu makin kuat selama menyusui.

Untunglah kram perut itu biasanya berlangsung tak lebih dari seminggu. Jika rasa itu terlalu sakit, konsultasikan dengan dokter. Anda mungkin akan diberi obat antinyeri.

3. Payudara Bengkak

Setelah beberapa hari melahirkan, kadang terjadi pembengkakan payudara. Penyebabnya bisa karena ASI tak lancar, atau bayi tidak menyusu dengan benar.

Usahakan agar posisi bayi saat menyusui benar. Kosongkan payudara secara berkala agar tak bengkak karena menahan ASI terlalu lama. Jika bayi sulit mengeluarkan ASI, gunakan pompa untuk merangsang keluarnya. Jika payudara bengkak, gunakan kantung es untuk meredakan sakit.

4. Nifas Cukup Lama

Darah nifas bisa keluar hingga sebulan setelah melahirkan, lalu berhenti dua atau tiga hari kemudian. Sekitar sepuluh hari pertama, darah keluar cukup banyak dan Anda perlu pembalut ukuran besar. Namun setelahnya, Anda cukup menggunakan pembalut ukuran normal atau panty liners.

Jika menyusui, darah yang keluar akan makin banyak. Hal ini wajar, karena menyusui  membuat kandungan berkontraksi. Namun jika setelah hari-hari pertama itu terjadi kucuran darah yang banyak, segera hubungi dokter. Bisa jadi itu tanda perdarahan.

5. Banjir Keringat

Banjir keringat di hari-hari pertama usai persalinan adalah proses alami tubuh untuk menyesuaikan hormon-hormon. Ibu hamil mempertahankan banyak cairan dalam tubuh, dan berkeringat adalah salah satu cara alami untuk membuangnya. Keringat berlebih itu akan selesai dalam beberapa hari.

Untuk sementara, keringkan tubuh dengan handuk. Letakkan pula handuk di atas sprei agar tetap kering.

6. Gatal pada Bekas Luka Caesar

Jika melahirkan dengan bedah Caesar, kemungkinan besar tak akan ada nyeri pada area vagina (karena episiotomi) atau wasir. Namun, bedah Caesar punya sakit setelah melahirkan tersendiri.

Beberapa hari setelah melahirkan, rasa capek dan mual biasa dialami sang ibu. Lalu bisa jadi ada rasa gatal, geli, dan mati rasa di luka bekas operasi. Hal itu terjadi selama empat hingga enam minggu dalam proses penyembuhan. Hati-hati, demam yang disertai kemerahan dan bengkak pada luka bisa menandakan infeksi.

7. Sembelit

Beberapa hari usai melahirkan, banyak wanita kesulitan BAB. Bisa jadi karena mencemaskan jahitan episiotomi. Bisa pula karena proses tubuh menyeimbangkan diri akibat organ-organ beristirahat. Cobalah untuk rileks. Jahitan tak akan rusak dan semua akan normal dalam seminggu.

Untuk mempermudah BAB, konsumsi banyak serat, minum, dan berolahaga ringan sekalipun jalan-jalan di dalam rumah. Jika masih tak nyaman, dokter bisa merekomendasikan pelunak tinja. Itulah beberapa nyeri dan rasa sakit setelah melahirkan yang biasa dialami. Normalnya, semakin hari, rasa sakit akan berkurang. Jadi, Anda tidak perlu terlalu khawatir.