Penggunaan BPJS Di Rumah Sakit Siloam Surabaya

Kebanyakan dari Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan Rumah Sakit Siloam, salah satu jaringan rumah sakit swasta yang didirikan oleh Lippo Group. Dengan fasilitas dan layanan lengkap dan canggih, Rumah Sakit Siloam menjadi rumah sakit pertama dengan akreditasi international dari lembaga akreditasi Joint Commission International Accreditation. Rumah Sakit Siloam sendiri sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia, salah satunya Rumah Sakit Siloam Surabaya. 

Keunggulan yang ditawarkan oleh Rumah Sakit Siloam Surabaya seperti Layanan Gawat Darurat 24 jam, Pusat Layanan Stroke Menyeluruh, Klinik Bawasir, Klinik Luka, Klinik Nyeri, Klinik Tulang Belakang dan Klinik Tumbuh Kembang Anak. Selain itu, Rumah Sakit Siloam Surabaya juga menjadi salah rumah sakit swasta dengan kualitas terbaik yang melayani pasien BPJS. 

Meskipun tergolong rumah sakit swasta, Rumah Sakit Siloam Surabaya memiliki pengalaman  yang baik dalam bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, tidak hanya itu semua jajaran Rumah Sakit Siloam juga akan terus mendukung pelayanan BPJS Kesehatan dan berusaha memberikan pelayanan terbaik dalam melayani pasien BPJS.

Yang perlu Anda persiapkan adalah memahami prosedur administrasi BPJS Kesehatan yang berlaku di Rumah Sakit. Anda juga dapat menghubungi Rumah Sakit Siloam Surabaya untuk mendapatkan informasi yang jelas dan akurat mengenai penggunaan BPJS Kesehatan.

Tips Kesehatan Untuk Pria Berusia 40-50 Tahun untuk Tampil Bugar Setiap Saat

Usia 40-50 tahun bagi pria maupun wanita merupakan usia yang rentan terhadap beberapa jenis penyakit. Sebagian besar di antaranya merupakan penyakit serius, seperti jantung koroner, kolesterol tinggi, diabetes, hingga hipertensi. Maka dari itu, bagi pria yang berada di usia tersebut disarankan untuk menjaga kesehatan dengan baik. Berikut ini tips menjaga kesehatan bagi pria yang berusia 40-50 tahunan.

Jangan Remehkan Saran Dokter

Pria dalam rentang usia 40-50 tahun yang terbilang matang, justru lebih sering menyepelekan saran dari dokter. Misalnya, melakukan pemeriksaan rutin minimal setahun sekali. Begitu juga dengan saran menghindari pola makan buruk atau pola hidup tidak sehat. Segala nasihat dokter tersebut kadang hanya dianggap angin lalu.

Kelola Stres dengan Baik

Kunci utama penyakit berasal dari pola pikir seseorang. Ketika mengalami stres berlebihan, orang cenderung melampiaskannya pada perubahan gaya hidup atau menikmati pola makan tidak sehat. Ini yang banyak dialami oleh pria berusia 40-50 tahun.

Pada usia tersebut, pria akan merasakan stres dengan berbagai alasan, mulai dari pekerjaan, finansial, asmara, atau keluarga. Berada di situasi yang penuh dengan problematika semacam itu membuat para pria mengalami tekanan hingga stres.

Stres yang berlebihan bisa memicu tekanan darah menjadi naik, munculnya gangguan pencernaan, hati, bahkan serangan jantung. Cobalah untuk mengelola stres dengan mengetahui penyebab stres tersebut dan mencoba mengurangi tingkat stres dengan cara yang tepat. Misalnya melakukan meditasi, liburan, atau menekuni olahraga tertentu. Selain bertujuan membantu mengurangi kadar stres, aktivitas positif juga membuat badan kembali bugar.

Melakukan Cek Up Rutin

Cek up rutin yang disarankan adalah minimal setahun sekali. Dengan melakukan cek up rutin, setidaknya anda mengantisipasi kemungkinan penyakit yang bisa mengancam. Beberapa pria dengan usia 40-50 tahun rata-rata memiliki penumpukkan lemak berlebihan dalam tubuh mereka. Penumpukkan lemak ini yang nantinya akan memicu serangan penyakit berbahaya dan harus diatasi segera. Cobalah mengonsumsi makanan sehat dan melakukan banyak gerakan ringan untuk membantu proses pembakaran lemak pada tubuh agar tetap tampak prima.

Latihan Keseimbangan

Tahukah Anda bahwa sebanyak 70% pria berusia 40 tahun ke atas rentan mengalami otot dan persendian kaku. Masalah tersebut mengakibatkan aktifitas fisik terganggu. Spesialis bedah ortopedi dari University of Pittsburgh, Dr. Vonda Wright, menganjurkan untuk melakukan latihan kelenturan dan keseimbangan bagi pria dengan usia tersebut. Latihan atau gerakan yang dilakukan tidak dituntut berat, namun tetap mempertimbangkan strategi olahraga yang tepat. Itulah beberapa tips kesehatan pria berusia 40-50 tahun yang harus diterapkan guna menjaga kesehatan tubuh secara maksimal. Harus disadari bahwa usia yang sudah tidak muda lagi mengakibatkan kondisi tubuh akan menurun sehingga dibutuhkan perhatian khusus serta persiapan matang untuk menghadapi usia matang tersebut.

10 Fakta tentang Bayi yang Baru Lahir

Segala hal tentang bayi baru lahir (newborn) harus diketahui terutama untuk orangtua baru untuk mendukung tumbuh kembang sang buah hati. Nah, inilah 10 hal yang wajib diketahui tentang bayi newborn.

Muka Bayi Belum Menggemaskan

Jangan kaget ketika melihat bayi Anda pertama kali. Mungkin wajahnya tidak langsung terlihat lucu seperti yang Anda bayangkan. Wajar jika bayi baru lahir lebih sering menutup matanya atau memiliki wajah yang bengkak.  Tidak akan lama, bayi Anda akan bertumbuh lucu dan menggemaskan.

Jangan Mengharapkan Respons Tertentu dari Bayi

Jangan mengharapkan bayi akan memberikan senyuman lucu sampai kurang lebih enam minggu. Jika bayi tidak nyaman, dia hanya akan menangis, kemudian tidur saat dia merasa nyaman. Namun usaha Anda untuk terus menghibur dan mengajaknya bercanda tidak akan sia-sia. Seorang dokter spesialis anak bernama Angeles Cristopher Tolcher mengatakan, dengan usaha tersebut, keterikatan bayi dengan orangtua akan terbentuk.

Cukup Seka sampai Tali Pusar Putus

Tidak banyak kotoran yang menempel pada tubuh bayi newborn. Gunakan spons untuk menyekanya hingga tali pusar putus. Biasanya tali pusar akan putus kurang lebih dua minggu. Jika tali pusar basah saat mandi, segera keringkan.

Jangan Takut  dengan Spot Lemah Bayi

Bayi baru lahir mempunyai tenggorak yang masih lemah. Jadi wajar kepalanya masih sangat lunak. Biasanya orangtua baru tidak tahu atau bahkan takut menggendongnya. Oleh karena itu, pelajari teknik menggendong yang tepat.

Kecukupan Nutrisi

Bayi yang baru saja lahir perlu makan setiap dua sampai tiga jam sekali untuk mencukupi kebutuhannya. Namun, terkadang ibu khawatir dengan kecukupan ASI yang diberikan untuk bayinya. Menurut dokter Tolcher, indikator awal terbaik adalah berat badan. Wajar bayi akan kehilangan 5- 8 persen berat badan di minggu pertama. Meski demikian, berat badannya harus dinaikkan lagi di minggu kedua.

Banyak Buang Air Besar

Bayi  Anda hanya mendapat nutrisi dari ASI. Namun, hal yang wajar jika bayi baru lahir buang air besar dengan jumlah banyak setelah disusui. Anda harus terbiasa untuk sering mengganti popoknya. Pelajari tips mengganti popok dengan cepat.

Kulit Kering

Jangan kaget jika kulit bayi yang baru lahir cenderung kering. Sebab, kulit bayi sedang menyesuaikan antara kondisi di dalam rahim dengan udara di luar. Oleskan losion yang aman untuk bayi, terutama jika terjadi ruam popok atau jerawat.

Tetap Jalankan Kehidupan Normal

Mempunyai bayi baru lahir tidak lantas membuat Anda berada di rumah terus menerus. Sesekali bawalah bayi keluar dengan beberapa aturan ketat. Misalnya, jauhkan bayi dari sinar matahari, kecuali sinar matahari pagi yang bagus untuknya. Jangan dekat dengan orang sakit dan biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi.

Sering Menangis

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Mereka menangis untuk menyampaikan kondisi lapar, haus, kedinginan atau popok yang perlu diganti. Mendengar bayi menangis memang agak membuat frustrasi pada awalnya. Namun percayalah, lewat tangisan Anda akan menemukan celah untuk mengerti keinginan sang buah hati.

Banyak Tidur

Sebelum usia 3 bulan, bayi menghabiskan waktunya untuk tidur. Ia bisa tidur lebih dari delapan jam setiap hari. Namun, dia butuh asupan ASI dua sampai tiga jam sekali. Oleh karena itu, bangunkan dia untuk menyusu di siang hari dan biarkan tidur sepuasnya di malam hari.

Mengalami Kolestasis saat Hamil? Inilah Gejala dan Cara Penanganannya

Kolestasis adalah istilah medis untuk menyebutkan gangguan pada saluran empedu. Beberapa kasus ini terjadi pada masa kehamilan yang bisa menimbulkan masalah lebih serius baik bagi ibu maupun calon bayi. Kondisi ini biasanya dikarenakan faktor penyakit tertentu pada organ hati dan gangguan di luar organ tersebut.

Saat seorang ibu hamil mengalami kondisi ini, maka bisa terjadi beberapa gejala yang cukup mengganggu. Untuk itu, perlu bagi Anda yang sedang berada dalam masa kehamilan mengetahui beberapa hal penting terkait apa itu kolestasis, gejalanya, dan cara penanganan yang tepat untuk kondisi tersebut.

1. Kolestasis Obstetri atau ICP

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kolestasis obstetri adalah gangguan saluran empedu yang akhirnya berpengaruh pada kondisi liver dan menyebabkan rasa gatal cukup parah. Kondisi ini dikenal juga dengan nama Intrahepatic Cholestasis Pregnancy (ICP) yang umumnya terjadi saat masa kehamilan tua.

Meski demikian, kondisi ini tidak begitu berbahaya bila mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Jadi, Anda pun tidak perlu cemas ketika mengalami gejala ICP di masa kehamilan menjelang tujuh bulan.

2. Gejala Kolestasis Obstetri

Secara umum, gangguan ICP ini ditandai dengan rasa gatal yang serius di seluruh tubuh. Kondisi ini muncul tanpa adanya ruam dan biasanya terjadi pada empat bulan di masa kehamilan tua atau empat bulan sebelum melahirkan. Pada beberapa wanita yang mengalaminya, kondisi tersebut tidak hanya disertai gatal parah tetapi juga beberapa gejala lain, di antaranya:

  • Urine berwarna keruh
  • Muncul gejala penyakit kuning
  • Feses berwarna pucat
  • Gatal semakin parah saat malam hari
  • Terasa gatal paling parah di bagian telapak tangan dan kaki.

3. Perawatan untuk Mengatasi ICP

Untuk menangani kondisi kolestasis tersebut, diharapkan setiap ibu hamil mengetahuinya agar bisa diatasi sejak dini. Dokter terlebih dahulu akan melakukan analisis pada gejala yang dirasakan. Misalnya, dokter melakukan tes darah untuk menguji fungsi hati serta menjalani beberapa tes liver untuk memastikan diagnosisnya.

Bila sudah terbukti mengalami kolestasis, maka dokter biasanya akan memberikan obat atau semacamnya untuk mengurangi hambatan cairan empedu. Selain itu, dokter juga wajib melakukan pemeriksaan secara rutin untuk melihat kondisi bayi dalam kandungan yang mungkin mengalami risiko akibat kondisi ICP yang dialami sang ibu.

Pemantauan ini untuk menjamin kondisi bayi tidak mengalami gangguan kerusakan hati sebagai akibat serius dari kondisi kolestasis obstetri tersebut.

4. Pencegahan Sebelum Kehamilan

Tidak ada salahnya bagi Anda untuk melakukan pencegahan agar tidak mengalami gangguan ICP ini. Anda bisa mulai menggunakan pelembap secara rutin untuk melindungi kulit, menggunakan krim seperti calamine untuk membantu mengatasi rasa gatal, menghindari dehidrasi kulit, dan sebagainya. Dengan mengetahui gejala dan cara penanganan yang tepat, diharapkan penyakit atau gangguan ini bisa diatasi sedini mungkin agar tidak menimbulkan bahaya kehamilan.

Inilah yang Bayi Rasakan saat Proses Persalinan

Dalam proses persalinan, bukan ibu saja yang berjuang dengan keras. Bayi juga berusaha agar lahir dengan selamat. Dia tidak diam saja, tetapi bekerja sama dengan ibunya. Apa yang terjadi pada bayi saat masa persalinan?

Fase Awal Persalinan

Bayi akan menekankan kepala ke jalan lahir untuk memulai pembukaan serviks. Pada saat itu, ia akan memproduksi banyak hormon oksitosin yang membuatnya tenang dan senang. Jika air ketuban telah pecah dan berwarna kehijauan, itu tandanya bayi mengeluarkan mekonium, yang merupakan kotoran bayi selama dalam kandungan yang keluar karena stres. Jika itu terjadi, Anda harus berada dalam penanganan medis yang ekstra hati-hati.

Bayi akan terus bergerak dan kemungkinan istirahat selama 40 menit. Jika Anda stres dan cemas, si kecil akan merasakan hal yang sama. Hal itu disebabkan oleh kortisol dan adrenalin, hormon-hormon yang dipicu emosi-emosi tersebut, bisa menembus plasenta. Usahakan tetap rileks. Pejamkan mata kemudian bayangkan tempat yang membuat nyaman.

Fase Aktif Persalinan

Bayi mulai merasa terhimpit. Setiap kontraksi membuat rahim mengeratkan diri. Hal ini akan memengaruhi aliran darahnya. Selama ini, ia mendapatkan kebutuhan oksigen dari plasenta. Ketika tali ari menegang selama kontraksi, ia menerima lebih sedikit oksigen.

Biasanya, detak jantung bayi sedikit menurun setelah kontraksi, lalu naik lagi. Sebisa mungkin cobalah rileks dalam jeda kontraksi. Tubuh akan bekerja lebih baik jika dalam keadaan rileks. Tegang sepanjang persalinan bisa membuat Anda kelelahan dan menghambat proses melahirkan.

Fase Transisi

Bayi kini sedikit terkejut karena dinding ruangannya terasa lebih sempit. Namun bayi kemungkinan besar tidak merasakan sakit. Sebab, jaringan saraf yang memungkinkan si kecil menerjemahkan rasa sakit sebagai ‘sakit’ masih belum terbentuk saat proses persalinan.

Untuk mempermudah proses persalinan, coba konsultasikan dengan dokter untuk memanfaatkan gravitasi. Persalinan akan lebih mudah jika Anda dalam posisi merangkak, entah dalam bak air ataupun tempat tidur. Persalinan dengan berbaring di tempat tidur akan membuat bayi seperti berusaha keras mendorong ke atas.

Tahap Kedua

Bayi akan melewati jalan lahir. Untunglah sambungan bagian-bagian tengkorak bayi masih belum keras, sehingga fleksibel saat melewati jalan lahir. Pada tahap ini, detak jantungnya terkadang menurun. Hal ini disebabkan oleh tekanan pada tali ari. Aliran darah dari plasenta kepada bayi menjadi berkurang dan menyebabkan pasokan oksigen menurun.

Cobalah fokus pada pernapasan. Bernapaslah secara teratur untuk memaksimalkan pasokan oksigen bagi Anda dan bayi. Jangan menahan napas.

Kelahiran

Bayi akan merasa sangat terhimpit dan siap menghirup napas pertamanya. Tekanan pada tubuh bayi selama menerobos jalan lahir itu sebenarnya membantu mempersiapkannya untuk hidup di luar rahim. Dengan cara itu, cairan dalam paru-parunya terpompa keluar. Dia juga terhalangi untuk menghirup cairan dan darah saat melewati jalan lahir.

Selama proses ini, dengarkan baik-baik instruksi bidan atau dokter untuk menyesuaikan napas dan menghindari sobeknya perineum akibat bayi keluar terlalu cepat. Tenaga medis pasti ingin membantu buah hati Anda keluar dengan mulus.

10 Pereda Sakit Punggung yang Efektif di Masa Kehamilan

Beberapa masalah saat kehamilan menjadi perhatian penting bagi calon ibu, misalnya seperti rasa sakit di bagian punggung yang seringkali muncul. Sakit punggung pada masa kehamilan memang bisa diatasi dengan obat pereda nyeri. Namun, penggunaan obat tentu berisiko bagi bayi dalam kandungan. Untuk itulah, Anda perlu mengatasinya dengan cara alami.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi sakit punggung yang Anda alami. Sebaiknya lakukan beberapa treatment berikut secara rutin untuk mengatasi masalah punggung yang dirasakan.

1. Meditasi

Meditasi merupakan teknik penting untuk menjaga kondisi psikis terutama bagi ibu hamil yang rentan stres. Aktivitas ini bisa dilakukan di berbagai waktu dan lokasi. Meditasi bisa dilakukan dengan cara duduk atau berbaring. Anda pun bisa melakukannya dalam suasana yang hening, atau menggunakan audio sebagai panduan.

Cobalah untuk melakukan meditasi secara rutin untuk mengelola emosi serta kadar stres. Selain itu, meditasi bisa meningkatkan toleransi tubuh terhadap rasa sakit, seperti sakit punggung atau sakit saat persalinan.

2. Pijat Prenatal

Pemijatan di masa kehamilan hanya bisa dilakukan oleh ahli dan telah dikonsultasikan dengan dokter kandungan. Pemijatan ini berfungsi untuk mengurangi rasa sakit secara fisik dan meringankan tingkat depresi atau kecemasan. Pilihlah metode pemijatan yang lembut dan menenangkan, dengan posisi berbaring.

3. Akupuntur

Merangsang titik akupunktur, baik melalui penyisipan jarum atau akupresur (menggunakan jari), bermanfaat untuk ibu hamil. Akupuntur memperbaiki proses pencernaan, meningkatkan energi, meringankan morning sickness serta sakit kepala migrain.

Teknik akupuntur juga bisa menjadi pereda sakit punggung yang efektif. Dengan melakukan pemijatan akupuntur, Anda pun bisa bergerak lebih nyaman tanpa rasa sakit di sekitar punggung. Pemijatan akupuntur bisa dilakukan dengan berkonsultasi terlebih pada dokter kandungan. Jangan lupa mencari ahli yang sudah berpengalaman.

4. Berenang

Jika Anda hobi berenang, maka inilah cara yang pas untuk meredakan sakit punggung. Berenang bisa melancarkan sirkulasi darah terhambat, yang kemungkinan bisa menjadi penyebab sakit di punggung.

5. Sabuk Kehamilan

Menggunakan sabuk kehamilan juga bisa menjadi langkah untuk mengurangi rasa sakit di bagian punggung. Biasanya, sabuk ini dipakai setelah masa kehamilan mencapai trimester kedua dan terakhir.

6. Hindari High Heels

Tampil cantik selama kehamilan memang tidak dilarang. Namun, jika selama ini selalu mengenakan high heels untuk menunjang penampilan, sebaiknya Anda mempertimbangkannya kembali. Sebab, sepatu berhak tinggi bisa berbahaya bagi ibu hami. Sebaiknya Anda mengurangi pemakaian high heels saat masa kehamilan untuk mencegah sakit punggung dan risiko terpeleset.

7. Kenyamanan Istirahat

Kenyamanan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas adalah kebutuhan selama masa kehamilan. Untuk itu, atur waktu tidur Anda serta lengkapi kenyamanan dalam tidur dengan menyediakan kasur empuk dan menciptakan suasana tenang.

8. Terapi Fisik

Pereda sakit punggung di masa kehamilan selanjutnya adalah dengan terapi fisik. Terapi ini bisa dijalani dengan anjuran dari dokter serta ketentuan medis, sambil melihat kondisi Anda dan kehamilan.

9. Yoga

Yoga bisa mengurangi sakit punggung yang dirasakan pada masa kehamilan. Yoga mendukung sirkulasi udara dan pemenuhan kebutuhan oksigen untuk dialirkan pada seluruh tubuh.

10. Pengobatan Alternatif Tulang

Pengobatan alternatif juga bisa dicoba untuk mengurangi rasa sakit dibagian punggung. Dengan catatan, Anda menjalani pengobatan dengan ahli yang tepat dan sudah berlisensi untuk melakukan tindakan ini.

Itulah beberapa cara untuk mengatasi sakit punggung yang biasa dirasakan ketika masa kehamilan.

Bruxism atau Gigi Menggemeretak: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Coba Anda ingat-ingat lagi, ketika tidur apakah anak Anda pernah mengalami bruxism atau gigi menggemeretak?

Tak hanya pada anak, bruxism juga dapat terjadi pada orang dewasa. Gigi menggemeretak dilakukan secara tidak sadar saat tertidur. Para pengidap bruxism membuat suara dengan menggesekkan gigi bagian atas dan bawah, ke kanan dan ke kiri tanpa sadar.

Penyebab Bruxism Atau Gigi Menggemeretak

Menurut laman Web MD, sebenarnya belum ada kepastian tentang penyebab bruxism atau gigi menggemeretak. Namun, sejumlah ahli menyatakan bahwa gangguan tidur ini ada hubungannya dengan masalah psikis.

Berikut beberapa penyebab bruxism atau gigi menggemeretak:

1. Stres, depresi, atau masalah kecemasan lainnya.

2. Kepribadian yang sangat aktif, agresif, dan energik.

3. Memiliki masalah gangguan tidur seperti parasomnia dan sleep apnea.

4. Gigi atas dan gigi bawah tidak rata.

5. Merespon rasa nyeri saat tumbuh gigi atau sakit telinga pada balita.

6. Asam lambung naik ke tenggorokan karena stres.

7. Gaya hidup tidak sehat pada orang dewasa seperti merokok dan minum alkohol.

Gejala Bruxism atau Gigi Menggemeretak

Kebiasaan bruxism atau gigi menggemeretak dapat dihindari jika Anda sejak awal sudah menemukan gejala atau tanda-tandanya seperti berikut:

1. Rahang dan telinga sering sakit

2. Sakit kepala

3. Gangguan saat mengunyah makanan

4. Sulit tidur atau gangguan tidur seperti insomnia                         

5. Gigi sensitif

6. Gigi aus atau gigi terasa longgar

7. Muncul adanya lekukan di lidah

8. Nyeri atau sulit saat membuka mulut

Cara Menangani Bruxism atau Gigi Menggemeretak

Tentunya Anda sangat direkomendasikan untuk menemui dokter. Dokter umumnya akan memeriksa kondisi gigi dan rahang Anda untuk mengetahui sejauh mana pengikisan gigi akibat bruxism atau gigi menggemeretak. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, dokter dapat menemukan penanganan yang tepat dan efektif.

Umumnya, bruxism atau gigi menggemeretak bukanlah sebuah kondisi yang memerlukan penanganan serius. Bagi anak-anak, bruxism atau gigi menggemeretak dapat sembuh dengan sendirinya seiring pertumbuhan mereka. Orang dewasa juga bisa mengalami bruxism, namun tidak sepenuhnya perlu perawatan khusus.

Akan tetapi, apabila kondisi gigi dan rahang sudah sangat parah, disarankan untuk segera mengunjungi dokter agar mendapatkan penanganan sesuai gejala yang muncul. Dokter dapat memberikan sejenis pelindung mulut atau kawat gigi untuk merapikan gigi-gigi yang longgar akibat gigi menggemeretak.

Selain itu, mengubah kebiasaan atau perilaku hidup yang tidak sehat termasuk menghindari alkohol, nikotin, dan kafein juga dapat membantu.

Dokter gigi mungkin akan bertanya kepada Anda tentang kebiasaan tidur Anda. Hal ini dibutuhkan untuk mengidentifikasi apakah Anda perlu dilakukan tes di laboratorium tidur untuk mengawasi aktivitas otak saat Anda tidur di malam hari.

Dengan penanganan bruxism yang tepat, masalah gangguan tidur ini bisa cepat teratasi dengan efektif.

Wanita vs. Pria, Siapa yang Lebih Sehat?

Ada sebuah penelitian yang dilakukan di Skotlandia beberapa tahun lalu. Para wanita dan pria setempat menjadi responden dan mengikuti survei yang bertujuan mengetahui tingkat kesehatan mereka.

Penelitian ini meliputi penyakit jantung, penyakit mental, dan stamina tubuh. Intinya, penelitian dilakukan untuk melihat kesehatan para peserta. Dari kedua kelompok, diketahui bahwa wanita pada umumnya hidup lebih lama atau berumur panjang ketimbang pria. Namun, siapakah yang lebih sehat?

Pola Penelitian Kesehatan

Sejumlah kuesioner dikirimkan kepada lebih dari 300 pria dan wanita di 2 kota. Mereka mendapatkan berbagai pertanyaan tentang kondisi kesehatan. Kedua kelompok ini sama-sama yakin memiliki kondisi yang sehat. Mayoritas responden pun menilai, baik pria maupun wanita, berpotensi sehat atau malah mengalami sakit.

Meski demikian, pria dianggap lebih rentan mengalami kecelakaan. Sementara itu wanita dianggap lebih berisiko terkena penyakit kanker dan penyakit mental.

Hasil Survey Kesehatan Antara Pria dan Wanita

Kedua kelompok, pria dan wanita, memiliki pendapat yang berbeda. Berikut ini adalah hasil temuan survei yang perlu Anda ketahui:

1. Kecelakaan

Sebanyak 48% peserta pria mengatakan pria lebih cenderung mengalami kecelakaan. Keyakinan itu juga diungkapkan oleh 37% wanita. Namun, 58% wanita mengatakan, pria dan wanita sama-sama cenderung mengalami kecelakaan.

2. Kanker

Sekitar dua pertiga dari peserta mengatakan, pria dan wanita, sama-sama cenderung terkena kanker. Namun, 12% pria mengatakan pria lebih mungkin terkena kanker. Sisanya, lebih banyak wanita (30%) dibandingkan pria (24%) mengatakan wanita lebih cenderung memiliki kanker. Pada 2018, diperkirakan akan ada 1.735.350 kasus kanker baru didiagnosis dan 609.640 kematian akibat kanker di Amerika Serikat.

3. Penyakit Jantung

Mayoritas kedua kelompok peserta, sebanyak 79% pria dan 59% wanita mengatakan pria lebih mungkin terserang penyakit jantung. Sementara itu, 19% wanita mengatakan kedua kelompok sama-sama berisiko.  Pria yang berusia kurang dari 50 tahun, lebih mungkin terkena serangan jantung. Namuni, pada wanita setelah periode menopause, risiko penyakit jantung akan meningkat.

4. Kebugaran

Dalam hal kebugaran, pria berpikir lebih unggul dari wanita. Begitu pula sebaliknya.

5. Penyakit mental

Penyakit mental lebih mungkin terjadi pada wanita. Angkanya mencapai 31% wanita dan 18% pria. Di antara pria, 72% menyebutkan penyakit mental memiliki kemungkinan yang sama di antara kedua kelompok. Selebihnya, ada 61% wanita mengatakan pria lebih mungkin terkena penyakit mental. Sementara itu, penyakit mental adalah penyakit yang paling umum melanda wanita. Kecemasan dan depresi adalah dua di antaranya.

Siapa yang benar?

Menurut para peneliti, respons dari para peserta sangat baik. Hampir keseluruhan peserta mengisi kuesioner yang diberikan untuk mendukung studi berbasis populasi. Meski demikian, masih ada bias antara pengalaman kesehatan, pemikiran positif dan negatif para responden, serta kecenderungan perbedaan jenis kelamin yang menentukan perbedaan hasil studi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hasil kesehatan antara pria dan wanita tersebut.

4 Tips Seks Ini Dapat Anda Lakukan untuk Kehidupan Seksual yang Lebih Baik

Apakah Anda selalu berpikir untuk menjalani hidup sehat agar dapat menjalani kehidupan seks, namun belum dapat melakukannya? Artikel ini akan membahas tentang insentif yang mungin dikatakan para ahli dapat membuat mental dan fisik seseorang cenderung lebih baik dalam kehidupan seks mereka.

Seorang psikolog mengatakan jika Anda merasa diri Anda baik maka posisi Anda pun juga akan terasa lebih baik, hal ini termasuk kehidupan seksual Anda. Ketika seseorang tidak merasa sehat atau kelelahan, akan berdampak negatif bagi kehidupan dan kualitas seks seseorang.

Ini mungkin terlihat intuitif, namun banyak pula orang-orang yang menemukan cara untuk membuat tubuh dan pikiran mereka terasa bugar, terutama jika cara tersebut melibatkan penurunan berat badan, memulai melakukan program latihan, mengurangi stress, dan cukup tidur.

Namun, 4 (empat) kegiatan ini merupakan sebuah hadiah besar bahkan nilai plus untuk meningkatkan aktivitas seks dan kehidupan romantis Anda bersama pasangan.

  1. Makan yang teratur

Meskipun tidak ada hubungan yang terbukti antara dite seimbang dengan kelangsungan seksual Anda. Namun, pola makan yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas seksual Anda.

Sebuah studi menunjukkan bahwa hewan yang memiliki sedikit kaloring akan cenderung memiliki sistem kekebalan yang lemah. Dapat dikatakan pula bahwa penyakit bisa menjadi halangan besar untuk sebuah hubungan seksual yang menyenangkan.

Jika Anda memiliki penyakit jantung, tentunya mengonsumsi obat-obatan akan menghambat aktivitas seksual. Jika Anda memiliki flu, demam, atau merasa tidak enak badan maka hal-hal ini akan menyebabkan kemunduran dalam keinginan melakukan aktivitas seks.

Tips seks yang dapat dilakukan adalah dengan makan diet seimbang secara keseluruhan dan berolahraga setiap hari. Keduanya harus dilakukan secara bersamaan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Menggerakkan badan

Menjadi aktif secara fisik, akan memberi dorongan pada Viagra alami, menurut American Council on Exercise (ACE) yang merekomendasikan 20-30 menit pergerahan tenaga moderat dalam sehari. Menurut mereka, pria dan wanita yang berolahraga secara teratur akan memiliki keinginan melakukan aktivitas seks yang meningkat. Mereka akan lebih percaya diri serta memiliki kemampuan untuk mencapai orgasme dan merasa lebih puas.

Jika tidak ada motivasi yang cukup untuk bergerak, pertimbangkanlah beberapa hal seperti yang diungkap oleh para peneliti. Menurut penelitian yang dilakukan, semakin besar pinggang seorang pria maka akan semakin besar pula risiko mengalami disfungsi ereksi. Sehingga perlu bagi Anda untuk tetap berolahraga.

Olahraga juga dapat mengatur dan memiliki manfaat positif untuk memperbaiki masalah seksual seperti menurunnya libido dan disfungsi ereksi. Ini masuk akal, karena disfungsi ereksi sendiri disebabkan oleh aliran darah yang buruk ke penis dan olahraga akan meningkatkan kemampuan tubuh untuk memompa serta mengedarkan darah ke seluruh tubuh sesuai dengan tugasnya.

Hal yang sama akan terjadi pada wanita. Menurut studi University of Texas di Austin, wanita yang rutin menonton film dewasa memiliki aliran darah 169% lebih besar ke vagina mereka dibandingkan dengan yang tidak aktif menonton.

  • Mimpi yang indah

Meskipun tidak ada hubungan langsung antara tidur dengan seks, sebuah studi dari National Sleep Foundation (NSF) yang dilakukan tahun 2002 menunjukkan bahwa suasana hati seseorang dapat memengaruhi seberapa ingin ia menutup mata untuk tidur.

Orang yang memiliki jam tidur kurang dari enam jam akan melaporkan bahwa mereka lelah, stress, sedih, dan marah dibandingkan dengan mereka yang memiliki jam tidur cukup. Hal ini membuktikan bahwa seseorang yang cukup tidur memiliki sedikit masalah tidur cenderung melaporkan bahwa mereka bersemangat, santai, dan bahagia.

Dalam prakteknya Russel Rosenberg, PhD, direktur dari Northside Hospital Sleep Medicine Institute di Atlanta mengatakan, pasien dengan laporan kesulitan tidur yang kronis tidak hanya mengalami kelelahan secara fisik untuk melakukan hubungan seks namun juga dapat menurunkan libido.

  • Bersantai

Otak merupakan pusat dari tubuh dan menjadi sesuatu yang paling penting bagi seluruh aspek yang dikerjakan manusia. Tips seks yang telah dijelaskan di atas akan membuat otak menerima rangsangan senang sehingga Anda dapat merasakan bahagia dan bersemangat jika melakukan hal-hal yang membuat Anda rileks.

Untuk memiliki kehidupan seks yang benar sehat dan menyenangkan Anda harus dapat mengabaikan pekerjaan yang membuat stres sehingga dapat bersantai dan mengalami kesenangan.

Seks membutuhkan relaksasi dan waktu, sehingga beberapa pasangan yang terlalu stres dan sibuk akan sulit melakukan aktivitas seks mereka.

Hati-Hati, Cedera PCL Dapat Terjadi pada Siapa Saja

Posterior cruciate ligament (PCL) merupakan salah satu ligamen yang berada di dalam lutut. Dalam hal ini, PCL memiliki kemiripan dengan anterior cruciate ligament (ACL) yang sama-sama menghubungkan tulang paha (femur) ke tulang kering Anda (tibia). Meskipun memiliki bentuk yang lebih besar dan lebih kuat dari ACL, PCL juga tetap memiliki risiko mengalami kerobekan.

Berdasarkan data, 20% dari cedera yang terjadi di ligamen lutut merupakan akibat dari robekan pada PCL. Cedera yang terjadi akibat PCL sering merusak beberapa ligamen atau tulang rawan di lutut. Bahkan, dalam beberapa kasus, ligamen juga dapat menyebabkan tulang di bawahnya patah.

Penyebab Cedera PCL
Cedera PCL sering disebabkan oleh benturan keras pada lutut saat sedang berada di posisi menekuk. Penyebab umumnya cukup beragam, di antaranya:

  • Benturan lutut pada dashboard saat kecelakaan mobil
  • Jatuh dengan bertumpu para lutut saat ditekuk

Olahraga juga kerap menjadi penyebab umum cedera PCL. Olahraga yang kerap menyebabkan cedera PCL antara lain:

  • Sepak bola
  • Baseball
  • Ski

Perlu Anda ketahui, cedera pada PCL dapat menyebabkan kerusakan yang ringan hingga parah. Dokter mengklasifikasikan cedera PCL dalam beberapa kelompok, yaitu:

  • Tingkat I: Adanya robekan sebagian pada PCL
  • Tingkat II: Ligamen robek sebagian dan lebih parah daripada di kelas I
  • Tingkat III: Ligamen benar-benar robek dan lutut menjadi tidak stabil
  • Tingkat IV: PCL rusak bersama dengan ligamen lain di lutut

Masalah PCL dapat menjadi kondisi yang akut atau kronis. Masalah PCL akut biasanya disebabkan oleh cedera mendadak. Sedangkan masalah PCL kronis merupakan kondisi cedera yang berkembang seiring waktu. Bahkan, robekan PCL dapat menyebabkan osteoartritis di lutut.

Gejala Cedera PCL
Kebanyakan orang tidak merasakan atau mendengar sensasi robekan di lutut saat mengalami cedera PCL. Pasalnya, saat mengalami cedera PCL, orang biasanya hanya berpikir bahwa mereka mengalami masalah lutut ringan. Banyak dari mereka akan mencoba untuk melanjutkan kegiatan seperti biasa. Akan tetapi, cedera PCL akan menimbulkan beberapa gejala yang dapat berkembang, di antaranya:

  • Bengkak (ringan sampai berat)
  • Sakit lutut
  • Sensasi goyah di lutut
  • Kesulitan berjalan
  • Kesulitan menahan beban di lutut

Diagnosis Cedera PCL
Untuk mendiagnosis cedera PCL, dokter perlu mengetahui apa yang menyebabkan cedera pada pasien, apakah karena kecelakaan atau olahraga. Ia juga akan bertanya apa yang dirasakan saat cedera, apa yang dirasakan setelah cedera, dan gejala lain apa yang dirasakan. Setelah itu, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan pencitraan untuk mengetahui kondisi cedera yang dialami pasien. Pencitraan ini dilakukan dengan mengambil foto X-ray atau pemeriksaan MRI.

Pengobatan Cedera PCL

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter akan memberikan arahan mengenai perawatan yang harus dilakukan pada cedera PCL, tergantung pada tingkat keparahannya. Untuk cedera ringan seperti cedera PCL tingkat I dan II, biasanya dokter akan menyarankan perawatan di rumah dengan melakukan beberapa hal, di antaranya:

  • Melindungi lutut untuk menjaganya dari cedera lebih lanjut
  • Beristirahat dari kegiatan yang membutuhkan kerja lutut
  • Kompres lutut dengan es untuk mengurangi bengkak dan meredakan nyeri
  • Membungkus lutut dengan perban untuk menjaga posisi lutut
  • Memposisikan lutut lebih tinggi
  • Konsumsi obat pereda rasa sakit

Namun, untuk cedera PCL tingkat III dan IV, ada kemungkinan pasien akan menjalani tindakan operasi, khususnya mereka dengan kondisi:

  • Cedera PCL di mana tulang mengalami patah atau retak serius
  • Cedera PCL yang melibatkan lebih dari satu ligamen
  • Peregangan PCL kronis yang menyebabkan keluhan parah, khususnya pada atlet