Mengenal Penyebab Syringoma pada Kulit

Syringoma adalah tumor jinak berupa benjolan-benjolan kecil dan padat pada permukaan kulit di sekitar mata, pipi, leher, dada, perut, kaki dan tangan, atau sekitar alat kelamin. Warnanya bisa sama dengan warna kulit, namun bisa juga tampak kekuningan, coklat, putih, atau kemerahan.Syringoma terjadi ketika sel-sel pada kelenjar keringat tumbuh secara berlebih atau terlalu aktif sehingga membentuk pertumbuhan jaringan abnormal (tumor jinak). Kondisi ini dapat disebabkan oleh aktivitas apa pun yang meningkatkan produktivitas kelenjar keringat. Bukan hanya itu, beberapa kondisi yang memengaruhi kelenjar keringat juga berpotensi menyebabkan Anda terkena syringoma, di antaranya:

  • Genetika
  • Diabetes mellitus
  • Sindrom Down
  • Sindrom Ehlers-Danlos
  • Sindrom marfan

Kondisi ini bisa menyerang kelompok usia manapun, tapi biasanya mulai berkembang di usia dewasa antara 25-40 tahun. Syringoma ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan kecil padat berwarna kuning, cokelat, merah muda, atau sesuai warna kulit. Benjolan tersebut biasanya tumbuh berkelompok dengan lebar sekitar 1-3 mm. Syringoma cenderung muncul di kedua sisi tubuh pada area yang sama. Kondisi ini kerap disalahartikan dengan masalah kulit lainnya, seperti:

  • Milia
  • Hiperplasia sebasea
  • Xanthoma
  • Lichen planus
  • Flat warts
  • Kanker kulit sel basal.

Akan tetapi, benjolan syringoma tidak menimbulkan rasa gatal ataupun nyeri, dan tidak berpotensi menjadi kanker. Namun, rasa nyeri dan gatal yang luar biasa terjadi dalam beberapa kasus langka, terutama saat berkeringat. Mengoleskan TCA (trichloroacetic acid) pada syringoma secara rutin selama beberapa hari sesuai anjuran dokter dapat membuat benjolan ini mengerut kemudian lepas.

Dokter juga mungkin akan memberikan obat jerawat, seperti tablet isotretinoin atau krim oles dengan kandungan tretinoin, untuk memperbaiki tampilan kulit di area sekitar syringoma. Namun, obat-obatan ini tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau yang berencana hamil.

Sedangkan, operasi syringoma biasanya menggunakan pembiusan lokal. Efek samping dari tindakan ini berupa nyeri, perdarahan, dan terbentuknya jaringan parut pada kulit. Meskipun benjolan syringoma dapat dihilangkan dengan beberapa penanganan di atas, namun sering kali benjolan akan muncul kembali.

Jika penderitanya tidak merasa terganggu, syringoma sebenarnya tidak perlu dihilangkan. Namun jika kondisi ini menimbulkan keluhan atau mengurangi rasa percaya diri Anda, berkonsultasilah ke dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Prosedur electrosugery juga bisa Anda lakukan. Dalam prosedur ini, arus listrik dipusatkan dan dikirim ke syringoma untuk menghancurkan jaringan abnormal sekaligus merusak pembuluh darahnya. Prosedur ini hanya perlu dilakukan sekali untuk menghilangkan syringoma sepenuhnya. Selain itu, biasanya electrosurgery tidak meninggalkan bekas luka. 

Benjolan syringoma biasanya muncul berkelompok di kulit dan tersebar di beberapa bagian tubuh. Tumor jinak ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi lebih umum dialami oleh anak remaja dan wanita. Syringoma umumnya tidak gatal maupun nyeri, dan tidak berpotensi menjadi kanker. Namun pada beberapa kasus yang jarang terjadi, benjolan syringoma bisa terasa gatal, terutama saat penderitanya berkeringat. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar syringoma, Konsultasikan pemilihan prosedur-prosedur mengatasi syringoma ini dengan dokter untuk mengetahui plus dan minusnya bagi Anda.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>