Mengenal Efek Samping Obat Omeprazole

obat omeprazole untuk penyakit yang berkaitan dengan produksi asam lambung

Obat Omeprazole adalah obat yang dapat digunakan untuk menangani beberapa penyakit terkait produksi asam lambung. Omeprazole merupakan golongan obat proton pump inhibitor (PPI). Cara kerja obat PPI adalah dengan menghambat kinerja pompa proton yang berperan dalam memproduksi asam lambung sehingga tingkat produksi asam lambung dapat diturunkan.

Omeprazole digunakan sebagai obat untuk terapi penanganan penyakit pencernaan, khususnya lambung dan duodenum. Beberapa penyakit yang dimaksud, antara lain tukak duodenum, GERD, tukak lambung, infeksi lambung oleh bakteri Helicobacter Pylori, dan lain sebagainya. Karena cukup sering dikonsumsi, ada baiknya Anda mengetahui efek samping obat omeprazole.

Penggunaan obat ini dapat menyebabkan beberapa efek samping. Perlu dicatat bahwa efek samping mungkin tidak dirasakan oleh sebagian orang, tapi pasien mungkin juga merasakan satu atau lebih gejala dari efek samping omeprazole. Kondisi ini dapat berbeda pada setiap orang. Efek samping umum dari omeprazole merupakan jenis efek samping yang tergolong lebih sering dirasakan oleh pengguna omeprazole.

Efek samping umum yang bisa terjadi setelah konsumsi omeprazole, diantaranya sakit kepala, sakit perut, mual, muntah, dan perut kembung atau begah. Pada anak-anak, omeprazole dapat menyebabkan efek samping tambahan berupa demam. Ada kemungkinan Anda juga dapat merasakan efek samping yang lebih spesifik. Efek samping ini hanya dapat terjadi pada sebagian kecil pasien, tetapi memiliki gejala lebih berat yang bisa berbahaya.

Efek samping obat omeprazole

  • Kekurangan magnesium yang dapat terjadi akibat penggunaan omeprazole selama tiga bulan atau lebih
  • Kekurangan vitamin B12 yang dapat terjadi akibat penggunaan omeprazole selama lebih dari tiga tahun. Hal ini dikarenakan omeprazole menghambat penyerapan B12 oleh tubuh
  • Diare berat yang mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri clostridium difficile pada usus besar
  • Gangguan ginjal hingga kerusakan ginjal permanen
  • Penyakit autoimun sistemik lupus eritematosus (SLE)
  • Polip kelenjar fundus, yakni pertumbuhan sel abnormal yang terjadi pada lapisan lambung.
  • Peradangan pada lapisan lambung
  • Fraktur tulang.

Jika efek samping yang dirasakan setelah konsumsi omeprazole tidak mengalami perbaikan dalam beberapa hari, segera kunjungi rumah sakit terdekat. Khususnya, jika Anda merasakan bahaya omeprazole yang bisa mengancam jiwa. Untuk penanganan penyakit, omeprazole dapat dikombinasikan dengan beberapa jenis obat lainnya. Namun, omeprazole juga dapat menimbulkan reaksi obat tertentu yang menyebabkan penurunan efektivitas obat atau peningkatan efek samping yang berbahaya. Penggunaan omeprazole melebihi dosis yang dianjurkan dapat menyebabkan overdosis, gejalanya berupa sesak napas, penglihatan kabur, mulut kering, dan sakit kepala.

Omeprazole harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter untuk mencegah bahaya obat ini. Dokter mungkin akan meresepkan dosis obat omeprazole yang berbeda untuk setiap pasien karena disesuaikan dengan beberapa pertimbangan, seperti penyakit yang diderita pasien dan tingkat keparahannya, usia pasien, berat badan, serta obat, vitamin, dan suplemen lain yang tengah dikonsumsi. Untuk menghindari reaksi obat yang tidak diinginkan, informasikan kepada dokter tentang kondisi medis Anda, serta jenis obat-obatan, vitamin, atau suplemen apa saja yang sedang Anda konsumsi saat ini. Dengan demikian, dokter dapat meresepkan omeprazole dengan dosis yang tepat.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>