Jenis-jenis Komunikasi Non Verbal yang Patut Diperhitungkan

Siapapun, termasuk Anda tentunya, pasti pernah berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata. Sebagai contoh, mungkin Anda hanya menjawab pertanyaan dengan anggukan ataupun gelengan. Namun dengan gerakan itu saja, orang yang menanyai Anda sudah paham maksud Anda. Jenis komunikasi yang demikian kerap dikenal dengan istilah komunikasi non verbal.

Sesuai julukannya, komunikasi non verbal merupakan komunikasi yang sama sekali tidak menggunakan kata-kata sebagai sarana penyampaian informasi. Namun uniknya, tanpa kata-kata pun informasi yang dikirimkan melalui jenis komunikasi ini bisa tersampaikan dengan baik, bahkan kadang-kadang, jauh lebih baik dibandingkan penyampaikan secara verbal.

Jenis komunikasi verbal sendiri ada banyak. Berikut ini adalah beberapa jenis komunikasi verbal yang sering diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Coba dipikir-pikir, dari jenis komunikasi non verbal di bawah ini, mana yang paling sering Anda gunakan?

  1. Gerakan Tubuh

Ini merupakan jenis komunikasi non verbal yang paling mudah dikendalikan dan maknanya paling mudah ditangkap. Ketika Anda mengangguk, menggeleng, ataupun menunjuk sesuatu dengan jari tangan, saat itulah Anda sedang melakukan komunikasi melalui gerakan tubuh.

  • Postur

Anda bisa mengomunikasikan banyak hal mengenal postur tubuh Anda. Hanya saja, kerap kali orang tidak terlalu memahami maksud dari komunikasi non verbal yang sedang Anda lakukan. Sebagai contoh ketika lawan bicara Anda berbicara terlalu banyak, postur duduk Anda akan memilih untuk bersandar dengan tangan menopang dagung. Postur tersebut menunjukkan rasa bosan, namun belum tentu bisa ditangkap maksudnya oleh lawan bicara Anda.

  • Ekspresi Wajah

Wajah manusia bisa juga menjadi alat komunikasi yang canggih. Pasalnya, wajah manusia memiliki sejuta ekspresi yang memiliki makna universal di seluruh dunia. Ekspresi-ekspresi tersebut dapat menjadi wadah komunikasi yang ulung. Misalnya, Anda bisa mengungkapkan rasa bahagia, senang, sedih, ataupun jijik tanpa menggunakan kata-kata dan dapat langsung dimengerti oleh lawan bicara.

  • Sentuhan Fisik

Sentuhan fisik bisa menjadi sarana komunikasi non verbal yang membuat suasana menjadi lebih dekat. Sebagai contoh ketika berkenalan dengan orang, adanya komunikasi melalui jabatan tangan menunjukkan keberterimaan. Lalu ketika Anda melakukan pelukan kepada sahabat yang sedang sedih, sentuhan fisik tersebut dapat menjadi komunikasi yang menguatkan tanpa kata-kata.

  • Kontak Mata

Kontak mata bisa menunjukkan ketertarikan Anda terhadap suatu topik yang sedang diperbincangkan. Anda bahkan menunjukkan rasa malas terhadap obrolan, tanpa perlu menyinggung dengan kata-kata. Sebagai contoh ketika Anda enggan berkomunikasi, mata Anda akan mudah goyah dalam menatap lawan bicara dan cenderung memilih melihat titik lain.

  • Paralanguage

Komunikasi non verbal ini mungkin sangat sering Anda gunakan, tetapi tidak Anda sadari. Contoh penggunaan komunikasi paralanguage adalah penggunaan nada suara yang lebih tinggi atau rendah dalam berbicara. Walaupun masih berhubungan dengan vokal, namun karena tidak berbentuk kata-kata jelas, paralanguage tetap dikategorikan sebagai komunikasi non verbal.

  • Proksemik

Komunikasi non verbal yang satu ini mengacu pada jarak dan tempat interaksi. Jarak dalam berkomunikasi bisa menunjukkan keintiman antara Anda dan lawan bicara. Di mana semakin dekat jarak bicara, umumnya kedekatannya semakin intim. Sementara itu, tempat interaksi melingkupi tempat intim, personal, sosial, dan publik.

  • Fisiologi Tubuh

Tubuh juga bisa mengeluarkan bentuk komunikasi non verbal yang sulit dikendalikan. Contoh komunikasi dalam fisiologi tubuh, seperti keringat ataupun kedipan. Bentuk komunikasi ini cenderung sangat jujur, namun sangat sulit ditangkap maknanya oleh lawan bicara.

***

Dari berbagai jenis komunikasi non verbal di atas, jenis yang mana yang paling sering Anda gunakan? Kira-kira mana pula yang paling efektif untuk Anda gunakan sebagai kode kepada lawan bicara.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>