Inilah yang Bayi Rasakan saat Proses Persalinan

Dalam proses persalinan, bukan ibu saja yang berjuang dengan keras. Bayi juga berusaha agar lahir dengan selamat. Dia tidak diam saja, tetapi bekerja sama dengan ibunya. Apa yang terjadi pada bayi saat masa persalinan?

Fase Awal Persalinan

Bayi akan menekankan kepala ke jalan lahir untuk memulai pembukaan serviks. Pada saat itu, ia akan memproduksi banyak hormon oksitosin yang membuatnya tenang dan senang. Jika air ketuban telah pecah dan berwarna kehijauan, itu tandanya bayi mengeluarkan mekonium, yang merupakan kotoran bayi selama dalam kandungan yang keluar karena stres. Jika itu terjadi, Anda harus berada dalam penanganan medis yang ekstra hati-hati.

Bayi akan terus bergerak dan kemungkinan istirahat selama 40 menit. Jika Anda stres dan cemas, si kecil akan merasakan hal yang sama. Hal itu disebabkan oleh kortisol dan adrenalin, hormon-hormon yang dipicu emosi-emosi tersebut, bisa menembus plasenta. Usahakan tetap rileks. Pejamkan mata kemudian bayangkan tempat yang membuat nyaman.

Fase Aktif Persalinan

Bayi mulai merasa terhimpit. Setiap kontraksi membuat rahim mengeratkan diri. Hal ini akan memengaruhi aliran darahnya. Selama ini, ia mendapatkan kebutuhan oksigen dari plasenta. Ketika tali ari menegang selama kontraksi, ia menerima lebih sedikit oksigen.

Biasanya, detak jantung bayi sedikit menurun setelah kontraksi, lalu naik lagi. Sebisa mungkin cobalah rileks dalam jeda kontraksi. Tubuh akan bekerja lebih baik jika dalam keadaan rileks. Tegang sepanjang persalinan bisa membuat Anda kelelahan dan menghambat proses melahirkan.

Fase Transisi

Bayi kini sedikit terkejut karena dinding ruangannya terasa lebih sempit. Namun bayi kemungkinan besar tidak merasakan sakit. Sebab, jaringan saraf yang memungkinkan si kecil menerjemahkan rasa sakit sebagai ‘sakit’ masih belum terbentuk saat proses persalinan.

Untuk mempermudah proses persalinan, coba konsultasikan dengan dokter untuk memanfaatkan gravitasi. Persalinan akan lebih mudah jika Anda dalam posisi merangkak, entah dalam bak air ataupun tempat tidur. Persalinan dengan berbaring di tempat tidur akan membuat bayi seperti berusaha keras mendorong ke atas.

Tahap Kedua

Bayi akan melewati jalan lahir. Untunglah sambungan bagian-bagian tengkorak bayi masih belum keras, sehingga fleksibel saat melewati jalan lahir. Pada tahap ini, detak jantungnya terkadang menurun. Hal ini disebabkan oleh tekanan pada tali ari. Aliran darah dari plasenta kepada bayi menjadi berkurang dan menyebabkan pasokan oksigen menurun.

Cobalah fokus pada pernapasan. Bernapaslah secara teratur untuk memaksimalkan pasokan oksigen bagi Anda dan bayi. Jangan menahan napas.

Kelahiran

Bayi akan merasa sangat terhimpit dan siap menghirup napas pertamanya. Tekanan pada tubuh bayi selama menerobos jalan lahir itu sebenarnya membantu mempersiapkannya untuk hidup di luar rahim. Dengan cara itu, cairan dalam paru-parunya terpompa keluar. Dia juga terhalangi untuk menghirup cairan dan darah saat melewati jalan lahir.

Selama proses ini, dengarkan baik-baik instruksi bidan atau dokter untuk menyesuaikan napas dan menghindari sobeknya perineum akibat bayi keluar terlalu cepat. Tenaga medis pasti ingin membantu buah hati Anda keluar dengan mulus.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>