Gejala dan Cara Pengobatan Juvenile Arthritis yang Perlu Diketahui

Merupakan penyakit kronis dan berlangsung selama beberapa bulan hingga tahun dan sekitar 75 persen anak bisa pulih dari penyakit ini terkenal dengan nama juvenile arthritis. Termasuk dalam tipe penyakit arthritis yang terjadi pada anak kurang dari 16 tahun, penyakit ini bisa menimbulkan rasa nyeri, pembengkakan dan kelakuan pada sendi.

Beberapa anak mampu mengalami gejala selama beberapa bulan, tahun hingga seumur hidup si anak penderita penyakit ini. Selain itu, beberapa kasus juga bisa menyebabkan komplikasi serius, misalnya masalah pertumbuhan. Bisa juga kerusakan sendi hingga peradangan mata, pengobatan penyakit ini berfokus untuk mengontrol nyeri dan peradangan.

Gejala Juvenile Arthritis

Munculnya rasa nyeri dan kaku pada sendi merupakan gejala yang paling khas dari penyakit ini, rasa nyeri aka lebih memburuk di pagi hari dan akan membaik di penghujung hari. Meski demikian, perlu diketahui beberapa gejala dari penyakit ini berdasarkan jenisnya, berikut ini penjelasan dari gejala-gejala tersebut.

  • Juvenile Rheumatoid Arthritis Puciarticular

Jenis yang satu ini hanya memengaruhi beberapa sendi, paling sering kurang dari empat sendi, misalnya lutut, siku dan pergelangan kaki. Tipe ini muncul pada 50 persen anak, kondisi ini juga bisa menyebabkan beberapa penyakit lain muncul pada anak seperti penyakit mata (radang atau bengkak) dan lainnya.

  • Juvenile Rheumatoid Arthritis Polyarticular

Penyakit tipe ini memengaruhi banyak sendi dan muncul pada sekitar 30 persen anak, biasanya menyerang leher, lutut, pergelangan kaki, kaki, pergelangan tangan dan tangan. Selain itu, penderita infeksi jenis ini juga sangat memungkinkan menderita radang mata.

  • Juvenile Rheumatoid Arthritis Sistemik

Tipe infeksi jenis ini terjadi kurang lebih 20 persen pada anak, bisa ditandai mulai demam, ruam,nyeri sendi hingga adanya perubahan sel darah.

Gejala Karena Faktor Genetik

Juvenile rheumatoid arthritis berbeda dengan rheumatoid arthritis yang pada umumnya menyerang orang dewasa, yang usianya sekitar 40 tahun. Sementara juvenile rheumatoid arthritis biasanya terjadi pada anak. Penyakit ini adalah penyakit autoimun yang penyebabnya belum diketahui, kemungkinan karena faktor genetik dan lingkungan yang sangat mungkin bisa meningkatkan.

Meski demikian penyakit ini tidak bisa menular dan bisa diobati, sehingga anak-anak dengan penyakit ini bisa memiliki kehidupan normal kembali. Namun demikian, terdapat pula cara pengobatan yang sangat disarankan untuk penderita.

Pengobatan Juvenile Arthritis

Dalam mengobati penyakit ini terdapat berbagai cara, mulai dari konsumsi obat, berolahraga, edukasi, terapi dan menyesuaikan aktivitas untuk mencegah kelelahan. Pada umumnya dokter akan memberi resep obat, tujuannya untuk mengurangi rasa nyeri dan radang. Untuk radang, obat yang biasa digunakan adalah jenis obat antiradang nonsteroid (NSAIDs).

Selain itu juga masih ada obat lain misalnya methotrexate sebagai pilihan, untuk penderita yang mengidap penyakit sendi disarankan untuk berolahraga, melakukan pergerakan sendi dan kekuatan otot. Bisa berupa berjalan, naik sepeda dan berenang, pastikan melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum berolahraga.

Konsultasi dengan dokter atau terapi fisik mengenai olahraga yang bisa dilakukan saat terjangkit penyakit ini juga disarankan. Segera lakukan konsultasi dengan dokter jika anak merasa sakit sendi, seperti mengalami pembengkakan atau kekakuan dalam jangka waktu lebih dari seminggu, terlebih jika kondisi tersebut disertai demam.

Tubuh masing-masing orang menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang berbeda-beda, sehingga untuk memastikannya perlu adanya konsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>