Category Penyakit

Mengenal Penyebab Syringoma pada Kulit

Syringoma adalah tumor jinak berupa benjolan-benjolan kecil dan padat pada permukaan kulit di sekitar mata, pipi, leher, dada, perut, kaki dan tangan, atau sekitar alat kelamin. Warnanya bisa sama dengan warna kulit, namun bisa juga tampak kekuningan, coklat, putih, atau kemerahan.Syringoma terjadi ketika sel-sel pada kelenjar keringat tumbuh secara berlebih atau terlalu aktif sehingga membentuk pertumbuhan jaringan abnormal (tumor jinak). Kondisi ini dapat disebabkan oleh aktivitas apa pun yang meningkatkan produktivitas kelenjar keringat. Bukan hanya itu, beberapa kondisi yang memengaruhi kelenjar keringat juga berpotensi menyebabkan Anda terkena syringoma, di antaranya:

  • Genetika
  • Diabetes mellitus
  • Sindrom Down
  • Sindrom Ehlers-Danlos
  • Sindrom marfan

Kondisi ini bisa menyerang kelompok usia manapun, tapi biasanya mulai berkembang di usia dewasa antara 25-40 tahun. Syringoma ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan kecil padat berwarna kuning, cokelat, merah muda, atau sesuai warna kulit. Benjolan tersebut biasanya tumbuh berkelompok dengan lebar sekitar 1-3 mm. Syringoma cenderung muncul di kedua sisi tubuh pada area yang sama. Kondisi ini kerap disalahartikan dengan masalah kulit lainnya, seperti:

  • Milia
  • Hiperplasia sebasea
  • Xanthoma
  • Lichen planus
  • Flat warts
  • Kanker kulit sel basal.

Akan tetapi, benjolan syringoma tidak menimbulkan rasa gatal ataupun nyeri, dan tidak berpotensi menjadi kanker. Namun, rasa nyeri dan gatal yang luar biasa terjadi dalam beberapa kasus langka, terutama saat berkeringat. Mengoleskan TCA (trichloroacetic acid) pada syringoma secara rutin selama beberapa hari sesuai anjuran dokter dapat membuat benjolan ini mengerut kemudian lepas.

Dokter juga mungkin akan memberikan obat jerawat, seperti tablet isotretinoin atau krim oles dengan kandungan tretinoin, untuk memperbaiki tampilan kulit di area sekitar syringoma. Namun, obat-obatan ini tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau yang berencana hamil.

Sedangkan, operasi syringoma biasanya menggunakan pembiusan lokal. Efek samping dari tindakan ini berupa nyeri, perdarahan, dan terbentuknya jaringan parut pada kulit. Meskipun benjolan syringoma dapat dihilangkan dengan beberapa penanganan di atas, namun sering kali benjolan akan muncul kembali.

Jika penderitanya tidak merasa terganggu, syringoma sebenarnya tidak perlu dihilangkan. Namun jika kondisi ini menimbulkan keluhan atau mengurangi rasa percaya diri Anda, berkonsultasilah ke dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Prosedur electrosugery juga bisa Anda lakukan. Dalam prosedur ini, arus listrik dipusatkan dan dikirim ke syringoma untuk menghancurkan jaringan abnormal sekaligus merusak pembuluh darahnya. Prosedur ini hanya perlu dilakukan sekali untuk menghilangkan syringoma sepenuhnya. Selain itu, biasanya electrosurgery tidak meninggalkan bekas luka. 

Benjolan syringoma biasanya muncul berkelompok di kulit dan tersebar di beberapa bagian tubuh. Tumor jinak ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi lebih umum dialami oleh anak remaja dan wanita. Syringoma umumnya tidak gatal maupun nyeri, dan tidak berpotensi menjadi kanker. Namun pada beberapa kasus yang jarang terjadi, benjolan syringoma bisa terasa gatal, terutama saat penderitanya berkeringat. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar syringoma, Konsultasikan pemilihan prosedur-prosedur mengatasi syringoma ini dengan dokter untuk mengetahui plus dan minusnya bagi Anda.

Gejala dan Cara Pengobatan Juvenile Arthritis yang Perlu Diketahui

Merupakan penyakit kronis dan berlangsung selama beberapa bulan hingga tahun dan sekitar 75 persen anak bisa pulih dari penyakit ini terkenal dengan nama juvenile arthritis. Termasuk dalam tipe penyakit arthritis yang terjadi pada anak kurang dari 16 tahun, penyakit ini bisa menimbulkan rasa nyeri, pembengkakan dan kelakuan pada sendi.

Beberapa anak mampu mengalami gejala selama beberapa bulan, tahun hingga seumur hidup si anak penderita penyakit ini. Selain itu, beberapa kasus juga bisa menyebabkan komplikasi serius, misalnya masalah pertumbuhan. Bisa juga kerusakan sendi hingga peradangan mata, pengobatan penyakit ini berfokus untuk mengontrol nyeri dan peradangan.

Gejala Juvenile Arthritis

Munculnya rasa nyeri dan kaku pada sendi merupakan gejala yang paling khas dari penyakit ini, rasa nyeri aka lebih memburuk di pagi hari dan akan membaik di penghujung hari. Meski demikian, perlu diketahui beberapa gejala dari penyakit ini berdasarkan jenisnya, berikut ini penjelasan dari gejala-gejala tersebut.

  • Juvenile Rheumatoid Arthritis Puciarticular

Jenis yang satu ini hanya memengaruhi beberapa sendi, paling sering kurang dari empat sendi, misalnya lutut, siku dan pergelangan kaki. Tipe ini muncul pada 50 persen anak, kondisi ini juga bisa menyebabkan beberapa penyakit lain muncul pada anak seperti penyakit mata (radang atau bengkak) dan lainnya.

  • Juvenile Rheumatoid Arthritis Polyarticular

Penyakit tipe ini memengaruhi banyak sendi dan muncul pada sekitar 30 persen anak, biasanya menyerang leher, lutut, pergelangan kaki, kaki, pergelangan tangan dan tangan. Selain itu, penderita infeksi jenis ini juga sangat memungkinkan menderita radang mata.

  • Juvenile Rheumatoid Arthritis Sistemik

Tipe infeksi jenis ini terjadi kurang lebih 20 persen pada anak, bisa ditandai mulai demam, ruam,nyeri sendi hingga adanya perubahan sel darah.

Gejala Karena Faktor Genetik

Juvenile rheumatoid arthritis berbeda dengan rheumatoid arthritis yang pada umumnya menyerang orang dewasa, yang usianya sekitar 40 tahun. Sementara juvenile rheumatoid arthritis biasanya terjadi pada anak. Penyakit ini adalah penyakit autoimun yang penyebabnya belum diketahui, kemungkinan karena faktor genetik dan lingkungan yang sangat mungkin bisa meningkatkan.

Meski demikian penyakit ini tidak bisa menular dan bisa diobati, sehingga anak-anak dengan penyakit ini bisa memiliki kehidupan normal kembali. Namun demikian, terdapat pula cara pengobatan yang sangat disarankan untuk penderita.

Pengobatan Juvenile Arthritis

Dalam mengobati penyakit ini terdapat berbagai cara, mulai dari konsumsi obat, berolahraga, edukasi, terapi dan menyesuaikan aktivitas untuk mencegah kelelahan. Pada umumnya dokter akan memberi resep obat, tujuannya untuk mengurangi rasa nyeri dan radang. Untuk radang, obat yang biasa digunakan adalah jenis obat antiradang nonsteroid (NSAIDs).

Selain itu juga masih ada obat lain misalnya methotrexate sebagai pilihan, untuk penderita yang mengidap penyakit sendi disarankan untuk berolahraga, melakukan pergerakan sendi dan kekuatan otot. Bisa berupa berjalan, naik sepeda dan berenang, pastikan melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum berolahraga.

Konsultasi dengan dokter atau terapi fisik mengenai olahraga yang bisa dilakukan saat terjangkit penyakit ini juga disarankan. Segera lakukan konsultasi dengan dokter jika anak merasa sakit sendi, seperti mengalami pembengkakan atau kekakuan dalam jangka waktu lebih dari seminggu, terlebih jika kondisi tersebut disertai demam.

Tubuh masing-masing orang menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang berbeda-beda, sehingga untuk memastikannya perlu adanya konsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan.

Mengenal Efek Samping Obat Omeprazole

obat omeprazole untuk penyakit yang berkaitan dengan produksi asam lambung

Obat Omeprazole adalah obat yang dapat digunakan untuk menangani beberapa penyakit terkait produksi asam lambung. Omeprazole merupakan golongan obat proton pump inhibitor (PPI). Cara kerja obat PPI adalah dengan menghambat kinerja pompa proton yang berperan dalam memproduksi asam lambung sehingga tingkat produksi asam lambung dapat diturunkan.

Omeprazole digunakan sebagai obat untuk terapi penanganan penyakit pencernaan, khususnya lambung dan duodenum. Beberapa penyakit yang dimaksud, antara lain tukak duodenum, GERD, tukak lambung, infeksi lambung oleh bakteri Helicobacter Pylori, dan lain sebagainya. Karena cukup sering dikonsumsi, ada baiknya Anda mengetahui efek samping obat omeprazole.

Penggunaan obat ini dapat menyebabkan beberapa efek samping. Perlu dicatat bahwa efek samping mungkin tidak dirasakan oleh sebagian orang, tapi pasien mungkin juga merasakan satu atau lebih gejala dari efek samping omeprazole. Kondisi ini dapat berbeda pada setiap orang. Efek samping umum dari omeprazole merupakan jenis efek samping yang tergolong lebih sering dirasakan oleh pengguna omeprazole.

Efek samping umum yang bisa terjadi setelah konsumsi omeprazole, diantaranya sakit kepala, sakit perut, mual, muntah, dan perut kembung atau begah. Pada anak-anak, omeprazole dapat menyebabkan efek samping tambahan berupa demam. Ada kemungkinan Anda juga dapat merasakan efek samping yang lebih spesifik. Efek samping ini hanya dapat terjadi pada sebagian kecil pasien, tetapi memiliki gejala lebih berat yang bisa berbahaya.

Efek samping obat omeprazole

  • Kekurangan magnesium yang dapat terjadi akibat penggunaan omeprazole selama tiga bulan atau lebih
  • Kekurangan vitamin B12 yang dapat terjadi akibat penggunaan omeprazole selama lebih dari tiga tahun. Hal ini dikarenakan omeprazole menghambat penyerapan B12 oleh tubuh
  • Diare berat yang mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri clostridium difficile pada usus besar
  • Gangguan ginjal hingga kerusakan ginjal permanen
  • Penyakit autoimun sistemik lupus eritematosus (SLE)
  • Polip kelenjar fundus, yakni pertumbuhan sel abnormal yang terjadi pada lapisan lambung.
  • Peradangan pada lapisan lambung
  • Fraktur tulang.

Jika efek samping yang dirasakan setelah konsumsi omeprazole tidak mengalami perbaikan dalam beberapa hari, segera kunjungi rumah sakit terdekat. Khususnya, jika Anda merasakan bahaya omeprazole yang bisa mengancam jiwa. Untuk penanganan penyakit, omeprazole dapat dikombinasikan dengan beberapa jenis obat lainnya. Namun, omeprazole juga dapat menimbulkan reaksi obat tertentu yang menyebabkan penurunan efektivitas obat atau peningkatan efek samping yang berbahaya. Penggunaan omeprazole melebihi dosis yang dianjurkan dapat menyebabkan overdosis, gejalanya berupa sesak napas, penglihatan kabur, mulut kering, dan sakit kepala.

Omeprazole harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter untuk mencegah bahaya obat ini. Dokter mungkin akan meresepkan dosis obat omeprazole yang berbeda untuk setiap pasien karena disesuaikan dengan beberapa pertimbangan, seperti penyakit yang diderita pasien dan tingkat keparahannya, usia pasien, berat badan, serta obat, vitamin, dan suplemen lain yang tengah dikonsumsi. Untuk menghindari reaksi obat yang tidak diinginkan, informasikan kepada dokter tentang kondisi medis Anda, serta jenis obat-obatan, vitamin, atau suplemen apa saja yang sedang Anda konsumsi saat ini. Dengan demikian, dokter dapat meresepkan omeprazole dengan dosis yang tepat.

Mengenal Penyakit Ganglion, Kista Yang Rentan Menyerang Wanita

enyakit ganglion adalah benjolan yang sering muncul di persendian

Penyakit ganglion merupakan sebuah benjolan jaringan berbentuk bulat dan berisi cairan yang biasanya muncul di persendian dan tendon atau urat. Kista ini biasanya muncul di pergelangan atau tangan. Namun, dalam beberapa kasus tertentu dapat timbul di pergelangan kaki dan kaki. Kista ganglion dapat memiliki ukuran diameter hingga 1 inci, menyebabkan beberapa kista dapat terlihat dengan jelas berada di bawah permukaan kulit. Penyakit ganglion merupakan jenis penyakit yang umum dijumpai, dan biasanya tidak berbahaya. Penyakit ini bukan merupakan bentuk kanker, dan akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan atau penanganan medis khusus. 

Gejala kista ganglion

Penyakit ganglion menyebabkan kista tumbuh di dekat persendian. Biasanya, dokter dapat mengenali penyakit ini setelah melihat dan memeriksanya. Kista dapat bersifat lunak ataupun keras, dan dapat bergerak bebas di bawah kulit. 

  • Lokasi. Kista biasanya terbentuk di atas atau bawah pergelangan tangan. Dalam beberapa kasus, kista dapat muncul di sisi telapak tangan pergelangan tangan, di telapak tangan di bagian bawah jari, atau di atas persendian akhir jari. Kista juga dapat tumbuh di atas kaki, pergelangan kaki, dan lutut. 
  • Rasa sakit. Penyakit ganglion dapat menyebabkan rasa sakit ataupun tidak, tergantung apakah kista menekan sebuah saraf atau tidak. 
  • Ukuran. Ukuran kista bervariasi, mulai sekecil kacang hingga sebesar bola golf. 

Daerah sekitar kista juga akan terasa mati rasa. Selain itu, karena kista dapat terbentuk di tangan atau pergelangan tangan, seseorang dapat kehilangan kekuatan dalam menggenggam. 

Penyebab dan faktor risiko

Hingga saat ini, dokter masih belum tahu apa yang menyebabkan penyakit ganglion. Ada kemungkinan kista terbentuk akibat kebocoran cairan sinovial pada persendian. Kista ganglion biasanya menempel pada kapsul persendian atau selubung tendon yang menyebabkannya. Beberapa faktor risiko yang menyebabkan kondisi ini di antaranya adalah:

  • Usia dan jenis kelamin. Kista ganglion dapat memengaruhi siapa saja dan kapan saja. Namun, kondisi ini sering ditemukan pada perempuan berusia 15 hingga 40 tahun. 
  • Penggunaan berlebih. Orang-orang yang menggunakan persendian tertentu secara keras dan rutin memiliki risiko lebih tinggi menderita kista ganglion. Pesenam wanita, contohnya, rentan menderita kista ganglion.
  • Cidera tendon atau persendian. Sekitar 10 persen dari kista ganglion muncul di daerah-daerah yang mengalami cidera. 
  • Trauma. Kista ganglion dapat terbentuk akibat satu kecelakaan besar atau cidera kecil yang terus berulang. 

Para ahli masih belum tahu penyebab sesungguhnya mengapa kista ganglion dapat terbentuk. Namun, stres persedian dianggap memiliki peran karena kista sering berkembang di daerah-daerah yang sering digunakan atau mendapatkan trauma benturan. Selain itu, kista ganglion juga dapat terbentuk akibat bocornya cairan sinovial dari persendian ke daerah-daerah di sekitarnya. 

Penyakit ganglion biasanya tidak membutuhkan perawatan medis khusus, selama kista tidak menyebabkan rasa sakit ataupun rasa tidak nyaman. Dalam beberapa kasus, kista akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun, namun tidak sedikit yang membutuhkan waktu bertahun-tahun agar kista hilang dengan sepenuhnya. Dokter juga akan merekomendasikan beberapa jenis perawatan khusus apabila kista menekan saraf dan menyebabkan rasa sakit. Kista penyakit ganglion tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Akan tetapi, apabila kista menyebabkan rasa sakit dan membatasi pergerakan Anda, konsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan diagnosa dan merekomendasikan prosedur perawatan seperti operasi untuk menghilangkannya. Prosedur bedah dapat meninggalkan bekas luka, dan ada risiko kista ganglion dapat muncul kembali di kemudian hari.

Kenali Gejala Sederhana Pada Gangguan Saraf

Terdapat miliaran saraf di tubuh Anda, sebagian besar dari mereka adalah saraf tepi. Ketika Anda memiliki gangguan terhadap saraf tepi Anda, Anda mungkin kesulitan dalam melakukan berbagai aktivitas. 

Saraf tepi, seperti cabang-cabang pohon yang tersebar di seluruh tubuh, mengirimkan pesan kembali ke otak dan sumsum tulang belakang Anda. Ketika semuanya berjalan dengan lancar, otak Anda mendapatkan info yang dibutuhkan sehingga Anda dapat menggerakkan otot, mengenali rasa sakit, dan menjaga organ internal Anda berfungsi dengan baik.

Tetapi ketika Anda memiliki gangguan pada saraf tepi, Anda mungkin mengalami rasa sakit yang tak henti-hentinya, atau Anda bisa berakhir dengan cedera serius.

Gangguan saraf pada umumnya berkembang lambat, sehingga Anda mungkin bisa mengobatinya sebelum gangguan tersebut memburuk. Berikut cara mengenali gejala ketika mengalami gangguan saraf perifer atau saraf tepi:

  • Anda merasa mati rasa, kesemutan, atau terbakar

Sensasi ini adalah tanda awal gangguM saraf, dan dapat menyebar dari tangan atau kaki Anda ke lengan atau kaki Anda. Kompresi saraf sensorik (sering saat tidur) relatif umum terjadi, dan gejala seperti mati rasa atau kesemutan dapat bersifat sementara.

  • Terluka karena Anda tidak merasakan sesuatu yang seharusnya Anda miliki

Saraf sensorik seharusnya memberi tahu otak Anda bahwa suatu permukaan berbahaya dalam beberapa hal, dan jika mereka tidak melakukan tugasnya dengan baik, Anda mungkin tampak lebih rentan mengalami kecelakaan. Jika Anda memiliki luka bakar, luka, atau trauma lain karena Anda tidak menyadari bahwa Anda menyentuh sesuatu yang panas, tajam, atau tidak nyaman, segera kunjungi dokter.

  • Sulit untuk menggerakkan bagian tubuh Anda

Jika saraf motorik mengalami gangguan, maka kelemahan otot atau bahkan kelumpuhan dapat terjadi. 

  • Mengalami sakit kepala yang singkat dan intens 

Anda mungkin memiliki sesuatu yang disebut neuralgia oksipital, suatu kondisi yang dapat terjadi ketika saraf di leher Anda terjepit.  Anda mungkin membutuhkan blok saraf, suntikan yang untuk sementara waktu menghalangi saraf bermasalah dari transmisi sinyal nyeri.

Saraf merupakan sesuatu yang rapuh dan dapat rusak karena tekanan, peregangan, atau pemotongan. Gangguan pada saraf dapat menghentikan sinyal ke dan dari otak, menyebabkan otot Anda tidak berfungsi dengan baik, dan hilangnya perasaan di daerah yang terluka.

Meskipun gangguan saraf dapat menyebabkan masalah yang berkepanjangan, perawatan yang tepat bisa membantu Anda kembali ke fungsi yang lebih normal. Segera berkonsultasi dengan dokter, jika Anda merasakan gangguan pada saraf Anda.

Hepatoblastoma

Hepatoblastoma merupakan jenis kanker yang ganas dimana kanker tersebut dapat tumbuh dari sel hati manusia. Sebagian besar hepatoblastoma berasal dari hati bagian lobus kanan, dan kanker tersebut juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain manusia, namun lebih umum terjadi pada bagian paru-paru. Hepatoblastoma biasanya terjadi pada anak-anak yang berada di usia 3 tahun ke bawah.

Gejala

Gejala hepatoblastoma bergantung pada ukuran tumor dan jika tumor tersebut menyebar ke tubuh lain atau tidak. Berikut adalah gejala yang bisa terjadi pada manusia jika mengalami hepatoblastoma:

  • Terdapat benjolan pada bagian perut.
  • Pembesaran pembuluh darah pada bagian perut.
  • Sakit perut.
  • Tidak punya nafsu makan.
  • Berat badan menurun.
  • Merasa lelah secara terus menerus.
  • Kekuningan pada bagian mata dan kulit.
  • Kulit terasa gatal.
  • Demam.
  • Mual.
  • Muntah.

Penyebab

Penyebab hepatoblastoma belum dapat ditentukan dengan pasti. Namun, para ahli berpikir bahwa mutasi gen bisa berdampak besar pada jenis kanker seperti ini.

Mutasi gen bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami hepatoblastoma. Tidak hanya itu, berikut adalah penyebab lain yang bisa terjadi pada tubuh manusia:

  • Seseorang yang lahir secara prematur dengan berat badan yang rendah.
  • Mengalami hepatitis B pada usia dini.
  • Atresia bilier (gangguan pada saluran empedu pada bayi yang baru lahir).
  • Penyakit genetik.

Diagnosis

Jika Anda mengalami hepatoblastoma, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Sebelum melakukan diagnosis, dokter akan menanyakan kondisi Anda.

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui jika Anda mengalami gangguan seperti benjolan pada perut atau tidak.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa:

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal, hati, dan jika ada tumor di dalam tubuh pasien.

  • USG

USG dapat dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk menunjukkan struktur hati melalui gambar.

  • MRI

MRI dapat dilakukan dengan menggunakan gelombang radio dan dapat memberikan gambar organ secara mendetail yang disertai dengan jaringan lunaknya.

  • CT scan

CT scan dapat dilakukan dengan menggunakan X-ray untuk menunjukkan gambar struktur hati yang lebih jelas dibandingkan dengan USG.

  • Biopsi

Biopsi dapat dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dimana sampel tersebut akan diperiksa melalui mikroskop.

  • Bone scan

Bone scan dapat dilakukan dengan menggunakan cairan radioaktif untuk mendapatkan gambar organ pasien. Cairan tersebut akan disuntikkan ke dalam pembuluh vena pasien. Jika ada tulang yang bermasalah, maka cairan radioaktif akan terkumpul di bagian tersebut.

Pengobatan

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati hepatoblastoma:

  • Operasi.
  • Kemoterapi.
  • Terapi radiasi.
  • Terapi suportif.
  • Transplantasi hati.

Pencegahan

Para peneliti belum dapat menentukan cara-cara untuk mencegah hepatoblastoma, karena belum dapat menentukan penyebab hepatoblastoma dengan pasti.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda mengalami hepatoblastoma, Anda dapat konsultasikan masalah yang Anda alami dengan dokter. Sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Mencatat obat-obatan yang Anda konsumsi.
  • Mencatat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter juga akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala hepatoblastoma terjadi?
  • Apakah gejala yang Anda alami membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?
  • Apakah Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu?

Kesimpulan

Hepatoblastoma merupakan gangguan yang serius pada tubuh sehingga perlu diwaspadai. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gangguan seperti ini, Anda sebaiknya konsultasikan masalah tersebut dengan dokter. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter mengenai hepatoblastoma.

Gejala, Penyebab, dan Obat Wasir

Wasir merupakan istilah lain dari hemoroid, sekumpulan jaringan meradang di saluran dubur, yang terdiri dari pembuluh darah, jaringan pendukung, otot, dan serat elastis. Banyak orang menderita wasir, namun dengan gejala yang tidak selamanya mudah diketahui, dengan 50 persen dari penderita akan menunjukkan gejala sebelum mereka berusia 50 tahun. Artikel ini akan membahas penyebab dan gejala wasir, serta jenis perawatan dan obat wasir.

Gejala dan penyebab wasir

Wasir adalah sekumpulan jaringan yang membengkak dan meradang di daerah dubur. Wasir memiliki banyak ukuran, dan dapat bersifat internal ataupun eksternal. Dalam kasus wasir internal, wasir terletak di 2 hingga 4 cm di atas bukaan dubur. Wasir jenis ini lebih umum dijumpai daripada wasir eksternal, yang terletak di ujung luar dubur. Dalam banyak kasus, gejala wasir tidaklah serius, dan biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa obat wasir khusus. Mereka yang memiliki wasir akan merasakan hal-hal berikut ini, seperti:

  • Benjolan keras yang menyakitkan yang terasa di sekitar dubur. Benjolan tersebut dapat berisi darah yang membeku. Wasir yang mengandung darah disebut hemoroid eksternal thrombosis
  • Setelah buang air besar, seseorang yang menderita wasir masih akan merasa mulas
  • Darah merah yang terang akan terlihat setelah buang air besar
  • Daerah di sekitar dubur terasa gatal, berwarna, dan meradang
  • Rasa sakit saat buang air besar

Sementara itu, wasir dapat diklasifikasikan ke dalam 4 tingkat, yaitu:

  • Tingkat 1. Adanya peradangan kecil, biasnaya di dalam lapisan dubur dan tidak terlihat.
  • Tingkat 2. Wasir dalam tingka 2 ini berukuran lebih besar dibandingkan dengan tingkat 1, namun masih tetap berada di dalam dubur. Wasir ini dapat didorong keluar saat buang air besar namun akan kembali ke posisi semula tanpa adanya bantuan apapun.
  • Tingkat 3.  Juga dikenal dengan sebutan hemoroid prolaps dan tampak berada di luar dubur. Seseoang akan merasa wasir tersebut menggantung dari rectum namun masih bisa dimasukkan kembali.
  • Tingkat 4. Wasir yang tidak dapat dimasukkan kembali dan membutuhkan perawatan medis. Biasanya, wasir jenis ini berada di luar dubur.

Wasir eksternal membentuk benjolan kecil di luar ujung dubur, dan terasa sangat gatal dan sakit apabila gumpalan darah terbentuk karena gumpalan darah tersebut dapat menghambat aliran darah. Wasir eksternal thrombosis membutuhkan perawatan medis secepatnya.

Wasir disebabkan oleh adanya peningkatan tekanan di bagian bawah rectum. Pembuluh darah di sekitar dubur dan di dalam rectum akan meregang di bawah tekanan dan akan membengkak serta membentuk wasir. Hal ini dapat disebabkan karena konstipasi kronis, diare kronis, mengangkat beban yang berat, hamil, dan mengejan saat buang air besar. Tendensi untuk memiliki wasir juga dapat disebabkan karena faktor turunan dan bertambahnya usia.

Perawatan dan obat wasir

Dalam kebanyakan kasus, wasir akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya perawatan atau obat wasir khusus. Namun, beberapa perawatan dapat membantu mengurangi rasa gatal dan tidak nyaman yang banyak orang rasakan saat menderita wasir. Karena wasir dapat terjadi akibat mengejan saat buang air besar saat konstipasi, makan makanan yang kaya serat seperti buah dan sayur dapat membuat kotoran menjadi lunak untuk menghindari konstipasi. Anda juga dapat mengonsumsi obat-obatan OTC yang banyak tersedia di apotek, seperti obat penghilang rasa sakit dan krim untuk meredakan dan mengatasi pembengkakan serta kemerahan di sekitar dubur.

Mengenal Jenis-jenis Gangguan Tidur yang Sering Terjadi

Tidak semua orang bisa tidur dengan baik setiap malamnya, misalnya mereka yang mengalami gangguan tidur. Padahal, tidur menjadi waktu penting bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan energi untuk beraktivitas keesokan harinya, memperkuat kekebalan tubuh, menunjang pertumbuhan, serta memperkuat ingatan.

gangguan tidur

Tidur yang terganggu akan membuat kualitas dan kuantitas tidur berkurang. Tidak hanya membuat tubuh kurang istirahat, tetapi bahaya terparahnya bisa menyebabkan kematian.

Seperti dikutip dari Tirto yang merujuk pada riset oleh American Cancer Society, ternyata orang-orang yang tidur tujuh jam dalam sehari punya tingkat kematian terendah.

Orang dewasa direkomendasikan untuk tidur sekitar 7-9 jam dalam sehari. Sedangkan orang yang berusia di atas 64 tahun dianjurkan untuk tidur 7-8 jam per harinya.

Mengenal Jenis-jenis Gangguan Tidur

Gangguan tidur yang terjadi pada tiap orang tidak sama karena tada beragam jenisnya. Apa saja?

  1. Insomnia

Sering menguap sepanjang hari? Itu menjadi tanda-tanda terserang insomnia. Jenis gangguan tidur yang satu ini memang paling jamak terjadi. Indomnia membuat penderita sulit tidur dan merasa belum cukup tidur ketika terbangun.

Insomnia, berdasarkan intensitasnya, dibagi menjadi dua jenis, yaitu akut dan kronis. Insomnia akut biasanya jangka pendek, bisa satu malam hingga beberapa minggu. Gejala yang ditunjukkan pun biasanya hilang timbul. Sedangkan insomnia kronis bertahan lebih lama, misalnya tiga malam dalam seminggu, sebulan, atau bisa setiap malam.

Insomnia ini disebabkan oleh kebiasaan tidur yang buruk, stress, rasa cemas, makan banyak sebelum tidur, efek mengonsumsi obat, konsumsi kafein, serta alkohol yang berlebihan. Bisa juga disebabkan oleh adanya penyakit tertentu yang diidap, misalnya GERD, arthritis, diabetes, dan sejenisnya.

Penderita insomnia akan merasa sulit tidur di malam hari, merasa lelah saat bangun pagi, mudah mengantuk, sering terbangun tengah malam, susah konsentrasi, sakit kepala, mood swing, bahkan depresi.

  • Parasomnia

Sering mendengar atau bahkan melihat orang tidur berjalan? Ini termasuk salah satu bentuk parasomnia. Gangguan tidur yang satu ini ditandai dengan perilaku tidur yang tidak normal. Ya, misalnya tidur berjalan, makan sambil tidur, sleep terrors, mengigau, mengompol, merintih, gerakan mata cepat saat tidur, menggertakkan gigi, atau bahkan berhubungan seks saat tidur.

Untuk kasus-kasus yang lebih parah, ada yang bahkan terjatuh saat tidur, atau ada yang mengambil benda tajam. Oleh karena itu sebaiknya tidak mendekatkan benda-benda tajam di sekitar tempat tidur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Parasomnia ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti stres, efek samping obat, adanya trauma, hingga kebiasaan mengonsumsi alkohol.

  • Sleep Apnea

Sleep apnea merupakan jenis gangguan yang membuat penderitanya berhenti bernapas ketika tidur untuk beberapa saat. Hal ini terjadi karena terjadi penyumbatan saluran pernapasan bagian atas sehingga membuat napas terhalang. BIasanya napas penderita akan terhenti selama 10 detik atau bahkan lebih dan terjadi beberapa kali per jam.

Tubuh akan terbangun dari tidur untuk kembali bernapas dan membuat tidur jadi terganggu. Biasanya penderita akan merasa sangat ngantuk di siang hari.

Sleep Apnea bisa terjadi pada semua jenis usia dan jenis kelamin, meskipun lebih seringnya terjadi pada pria. Efek yang paling parah dari sleep apnea ini bisa menyebabkan stroke, gagal jantung, serangan jantung, bahkan kematian mendadak.

  • Sleep Paralysis

Sleep Paralysis atau ketindihan, merupakan gangguan tidur yang membuat penderita merasa tidak bisa bergerak saat proses peralihan dari tidur ke bangun atau merasa seperti lumpuh. Gangguan seperti ini sering terjadi pada setiap orang.

  • Sindrom Kaki Gelisah

Restless leg syndrome atau sindrom kaki gelisah merupakan kelainan pada saraf yang ditandai dengan gerakan kaki yang tanpa sadar saat tidur. Sindrom kaki gelisah ini membuat penderita merasa rakit, geli, merasa terbakar, serta seperti ada serangga yang merangkak di kaki.  Hal tersebut membuat tidur penderita menjadi tidak nyenyak.

  • Narkolepsi

Rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari bisa jadi ciri-ciri terkena Narkolepsi. Gejala lainnya seperti kekuatan otot hilang tiba-tiba, halusinasi hypnagogic, serta sleep paralysis. Narkolepsi ini dapat membuat penderitanya tertidur dalam kondisi yang tidak seharusnya, seperti saat bekerja atau saat berkendara. Penyebabnya adalah karena kekurangan hipokretin yang dipicu oleh proses autoimun, kerusakan pada otak, dan genetika.

  • Gangguan Ritme Sirkadian

Gangguan tidur yang satu ini merupakan kondisi ketika tubuh tidak bisa membedakan siang dan malam. Sehingga penderita akan merasa kantuk yang luar biasa pada waktu yang tidak tepat. Biasanya terjadi karena jet lag, buta, atau shift kerja.

Cara Alami Atasi Sindrom Kaki Gelisah, Tanpa Pengobatan!

Banyak orang yang menggoyang-goyangkan kakiknya secara tidak sadar saat sedang duduk maupun saat beristirahat. Kebiasaan ini disebut sindrom kaki gelisah. Aktivitas menggoyangkan atau menghentakkan kaki ini rupanya merupakan upaya bawah sadar tubuh untuk meredakan sensasi kesemutan, menggelitik, rasa panas, gatal, atau bahkan rasa tidak nyaman pada bagian kaki (terutama di betis dan paha) akibat adanya gangguan sistem saraf.  

Kebiasaan ini bisa jadi merupakan tanda gangguan pada tubuh Anda. Meski tidak berbahaya untuk kesehatan, kebiasaan ini dapat mengganggu waktu tidur dan istirahat sehingga membuat tubuh menjadi lelah.

Dunia medis memang belum memiliki obat-obatan atau metode khusus untuk mengatasi hal ini. Namun, beberapa kebiasaan diyakini mampu untuk mengurangi hingga mengatasi kondisi sindrom kaki gelisah, di antaranya:

  • Melakukan peregangan kaki

Belum diketahui secara pasti penyebab dari sindrom kaki gelisah ini. Akan tetapi beberapa kalangan percaya bahwa kondisi ini berkaitan dengan keadaan kaki Anda. Oleh karenanya, sesaat sebelum tidur cobalah untuk melenturkan atau tarik pergelangan kaki untuk meregangkan otot-oto betis. Berlatih yoga ataupun pilates juga dipercaya dapat membantu mengurangi gejala apabila dilakukan sebelum tidur.

  • Bergerak aktif

Berdiam diri justru akan semakin memperparah gejala kebas dan kesemutan. Padahal, sensasi kesemutan bisa lebih cepat diatasi dengan mengangkat tekanan darah dari bagian tubuh yang terpengaruh.

Maka ketika hasrat untuk menggoyangkan kaki mulai menghampiri, segera bangkit berdiri dan bergerak sebentar untuk memungkinkan suplai darah kembali normal, sehingga menghilangkan sensasi mati rasa dan kesemutan.

  • Rutin berolahraga

Kebiasaan berolahraga akan menjaga badan terasa sehat dan bugar, termasuk terhindar dari kemungkinan gejala sindrom kaki gelisah. Namun, jika Anda berisiko atau sering mengalami sindrom kaki gelisah, jangan tiba-tiba meningkatkan intensitas olahraga atau mendadak mengganti rutinitas atau jenis olahraganya (misal dari jalan kaki langsung berubah latihan marathon). Alih-alih menyehatkan, hal ini malah dapat memperburuk kondisi Anda atau malah membuatnya rentan kambuh

  • Mengonsumsi makanan yang sehat

Kebiasaan yang diyakini mampu mengurangi atau mengatasi gejala sindrom kaki gelisah selanjutnya adalah menjaga asupan makanan sehat. Beberapa orang yang memiliki sindrom ini diketahui mengalami kekurangan zat besi dan magnesium.

Maka, usahakan untuk mencukupi kebutuhan dua mineral tersebut setiap hari dengan menu makanan sehat. Makanan yang mengandung banyak mineral tersebut adalah jamur, telur, dan kacang hijau.

  • Batasi asupan kafein dan minuman beralkohol

Asupan kafein dan/atau alkohol dalam dosis tinggi sebelum tidur dapat memperburuk atau memicu munculnya gejala sindrom kaki gelisah saat tidur. Pasalnya, kedua zat tersebut adalah stimulan yang memacu kerja otak dan saraf-saraf jadi lebih aktif. Maka, batasi asupan keduanya dalam batas wajar atau baiknya hindari sama sekali.

  • Berendam

Sensasi kesemutan di kaki yang biasa Anda rasakan dapat disebabkan oleh saraf-saraf kaki yang terjepit. Di saat yang bersamaan, tekanan yang diterima kaki juga akan menghimpit pembuluh darah yang menyokong kerja kumpulan saraf tersebut.

Berendam air hangat sebelum tidur diyakini ampuh mengatasi sindrom kaki gelisah. Pasalnya, suhu hangat dapat melebarkan pembuluh darah dalam tubuh, sehingga jantung dapat memasok aliran darah yang lebih banyak lagi ke tungkai kaki untuk meredakan sensasi mati rasa dan kesemutan tersebut.

  • Tidur yang cukup

Memiliki pola tidur yang sehat dapat membuat Anda tidur lebih nyenyak dan terbebas dari gangguan. Begini cara mudah untuk memulainya:

  • Pergilah tidur pada waktu yang sama setiap malam.
  • Bangun pada waktu yang sama setiap hari.
  • Selesaikan makan dan aktivitas fisik lainnya 2-3 jam sebelum tidur agar Anda punya cukup waktu untuk mencerna.

***

Meskipun bukan masalah yang serius, sindrom kaki gelisah atau Restless Leg Syndrome ini dapat menghambat aktivitas harian seseorang. Sehingga harus cepat diatasi agar tidak menganggu kenyamanan Anda.

Syok Anafilaksis

Syok anafilaksis dapat mengakibatkan gangguan saluran pernapasan, kulit, mata, jantung, pencernaan, dan sistem saraf.

Syok anafilaksis adalah gangguan berupa syok dimana masalah tersebut disebabkan oleh reaksi alergi yang dapat mempengaruhi berbagai sistem organ di dalam tubuh. Reaksi alergi bisa terjadi dalam hitungan detik atau menit.

Gejala

Pada awalnya, seseorang yang terkena syok anafilaksis akan mengalami gejala alergi berupa pilek dan ruam pada kulit. Setelah mengalami gejala ini dalam waktu 30 menit, penderita akan mengalami gejala berat berupa:

  • Kulit

Kemerahan atau kulit menjadi pucat, membengkak, dan adanya ruam.

  • Mata

Mata memerah dan kelopak mata membengkak.

  • Pernafasan

Gangguan pernapasan berupa hidung tersumbat, pilek, bersin, dan pembengkakan di bagian tenggorokan sehingga membuat sesak nafas.

  • Pencernaan

Gangguan pencernaan berupa mual, muntah, perut kembung, dan diare.

  • Sistem saraf

Gangguan saraf berupa sakit kepala, pusing, kejang, dan penglihatan kabur.

  • Jantung

Masalah di bagian jantung yang dapat menimbulkan tekanan darah rendah, kehilangan kesadaran, dan detak jantung bergerak secara tidak teratur.

Penyebab

Berikut adalah penyebab syok anafilaksis:

  • Alergi terhadap makanan.
  • Obat-obatan tertentu seperti antibiotik dan obat penghilang rasa nyeri.
  • Sengatan serangga.
  • Lateks.

Meskipun jarang terjadi, orang-orang juga bisa mengalami syok anafilaksis akibat olahraga aerobik seperti jogging. Aktivitas ringan seperti berjalan juga bisa menjadi faktor pemicu terjadinya syok anafilaksis, begitu pula dengan mengkonsumsi makanan tertentu sebelum berolahraga. Berolahraga di cuaca panas, dingin, atau lembab juga merupakan salah satu penyebab yang perlu diwaspadai.

Diagnosis

Jika Anda mengalami syok anafilaksis, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter akan memeriksa kondisi Anda secara mendalam, dengan melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Tes darah, untuk mengukur jumlah enzim tertentu, yang dapat meningkat hingga tiga jam setelah Anda mengalami syok anafilaksis.
  • Uji tusuk kulit (skin prick test), caranya dengan menempatkan alergen dalam jumlah yang kecil di bagian kulit, untuk menentukan zat yang memicu alergi.

Pengobatan

Untuk mengobati syok anafilaksis, dokter dapat melakukan beberapa cara sebagai berikut:

  • Oksigen

Oksigen diperlukan jika pasien mengalami gangguan pernafasan.

  • Epinefrin

Epinefrin adalah salah satu obat yang dapat digunakan untuk mencegah reaksi alergi di dalam tubuh Anda.

  • Antihistamin

Antihistamin adalah obat yang dapat digunakan untuk mengurangi peradangan di saluran udara dan meningkatkan pernafasan.

  • Beta-agonis

Beta-agonis adalah pengobatan untuk meredakan gejala pernafasan.

Langkah-Langkah Untuk Membantu Pasien

Pasien yang terkena syok anafilaksis dapat ditolong dengan langkah-langkah berikut:

  1. Hubungi ambulans jika pasien menderita syok anafilaksis di suatu tempat.
  2. Berikan suntikan adrenalin auto-injector (seperti EpiPen, Jext, atau Emerade) di bagian paha atau lengan atas pasien.
  3. Identifikasi apa penyebabnya.
  4. Baringkan pasien di tempat yang datar, kecuali jika pasien sedang hamil, kesulitan bernafas, atau tidak menyadarkan diri.
  5. Ulangi suntikan jika gejala yang dialami pasien tidak membaik.

Pencegahan

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah syok anafilaksis:

  1. Menjalani tes alergi untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya gangguan tersebut.
  2. Menghindari faktor yang memicu gangguan tersebut.
  3. Menggunakan adrenalin auto-injector setiap saat.

Persiapan Sebelum Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda terkena syok anafilaksis, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter, dan jika Anda mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Gejala awal seperti pilek.
  • Gejala berat akibat syok anafilaksis.

Anda dapat mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut:

  • Mencatat gejala yang pernah dialami.
  • Mencatat riwayat medis keluarga (jika ada).
  • Membuat daftar obat yang pernah Anda konsumsi.
  • Membuat pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.

Selama Anda berkonsultasi, dokter juga akan melontarkan sejumlah pertanyaan seperti berikut:

  • Kapan Anda mengalami syok anafilaksis?
  • Apa saja gejala yang dialami?
  • Apakah gejalanya membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda punya riwayat terkait dengan kondisi tersebut?
  • Apakah Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu?