Category Olahraga

Fakta Menarik Mengenai Scuba Diving

Misteri-misteri alam bawah laut telah memikat umat manusia selama lebih dari seratus tahun, dan karenanya manusia telah mencoba menjelajahi alam-alam ini melalui berbagai cara, salah satunya dengan scuba diving.

Scuba diving merupakan salah satu olahraga air paling populer dengan popularitasnya di seluruh dunia terus meningkat. Ketika Anda scuba diving, Anda akan pergi untuk waktu yang lebih lama di bawah air untuk menikmati dunia bawah laut. Namun sebenarnya, tubuh kita tidak dibuat agar tahan di bawah air untuk jangka waktu yang lama. Namun, ketika Anda scuba diving, Anda akan menggunakan peralatan scuba untuk membantu Anda bernapas, melihat dan bergerak di bawah laut.

Untuk mengenal scuba diving lebih dalam, berikut fakta-fakta menarik mengenai scuba diving:

  1. SCUBA adalah singkatan dari “Self contained underwater breathing apparatus” atau dalam bahasa Indonesia, alat bantu pernapasan bawah air mandiri.
  2. Pada tahun 1942 Jacques Cousteau dan rekannya Émile Gagnan, merancang sistem katup pertama yang berhasil memasok penyelam dengan tekanan udara, yang dikenal sebagai Aqua-Lung. Dan pada saat ini dikenal sebagai sistem sirkuit terbuka.
  3. Pernapasan udara SCUBA adalah campuran dari gas terkompresi.  Pada umumnya, 21% oksigen dan 79% nitrogen.
  4. Pakaian selam modern ditemukan oleh fisikawan Amerika, Hugh Brandner, pada tahun 1952. Salah satu produsen pakaian selam pertama dan sangat sukses adalah O’Neill.
  5. Jika Anda meludahi topeng selam Anda sebelum menyelam, sekotor apapun, hal ini akan mencegah topeng Anda dari fogging atau kabut pada topeng. Hal ini terjadi karena, ludah akan melapisi lensa dan lapisannya akan terlalu halus untuk menahan uap yang terkondensasi. Jika Anda tidak ingin meludah, sabun atau deterjen dapat melakukan trik yang sama.
  6. Setiap tahun lebih dari 70 serangan hiu yang tidak diprotes dilaporkan di seluruh dunia.
  7. Hiu mendapatkan reputasi yang buruk karena film horor Jaws (1975). Faktanya, di AS, lebih banyak orang yang terbunuh karena petir daripada oleh hiu.
  8. Oksigen akan menjadi beracun di bawah tekanan tinggi. Oleh karena itu, gas khusus dengan konsentrasi oksigen lebih rendah disediakan untuk penyelaman yang lebih dalam dari 42m.
  9. Penyelam perlu disertifikasi untuk menghirup campuran gas lainnya, yang disebut Nitrox dan Trimix
  10. Air menyerap cahaya dengan cepat. Oleh karena itu, jika Anda pemula scuba diving, Anda mungkin merasa kecewa karena dunia bawah laut sebenarnya terlihat sedikit kurang berwarna daripada yang ada di TV. Warna yang paling cepat diserap adalah warna merah. Oleh karena itu, filter merah digunakan untuk kamera bawah air seperti GoPro dan lainnya.
  11. Rekor Dunia Guinness untuk penyelaman SCUBA terdalam dipegang oleh orang Mesir, Ahmed Gabr. Gabr menyelam ke ketinggian 332,35 meter di Laut Merah.
  12. Sementara statistik resmi cedera scuba diving akan menyebutkan cedera barotraumatic sebagai cedera nomor satu yang terkait dengan scuba diving, pada kenyataannya patah jari atau hidung patah adalah yang paling umum terjadi dalam olahraga air ini. 
  13. Finding Nemo merupakan salah satu film Pixar yang paling sukses dan mengesankan. Karena untuk memahami dunia bawah laut dengan lebih baik, tim fim ini mengikuti kursus scuba diving di oseanografi, biologi kelautan, dan lainnya.
  14. Anak-anak dapat belajar menyelam sejak usia 8, faktor pembatasnya adalah mereka harus mampu mengelola berat peralatan.
  15. Terumbu karang terbesar di dunia adalah Great Barrier Reef, Australia.

Scuba diving adalah bentuk penyelaman bawah air, di mana penyelam menggunakan set scuba untuk bernafas, sambil menjelajahi dunia yang menarik di bawah permukaan air. Sekitar dua pertiga planet ini tertutup air, oleh karena itu, ada ruang lingkup yang luas untuk menjelajahi dunia yang hingga saat ini belum tersentuh di bawah permukaan air. Dan scuba diving memberikan kesempatan bagi Anda untuk memulai petualangan yang unik ini.

Scuba diving belakangan ini menjadi salah satu kegiatan rekreasi favorit bagi banyak orang. Jika Anda belum mengalami sensasi di bawah laut, inilah saatnya, tetapi pastikan Anda melakukan scuba diving di bawah bimbingan profesional yang tepat. Karena seperti halnya olahraga lain, scuba diving juga memiliki beberapa resiko tertentu.

Hati-Hati, Cedera PCL Dapat Terjadi pada Siapa Saja

Posterior cruciate ligament (PCL) merupakan salah satu ligamen yang berada di dalam lutut. Dalam hal ini, PCL memiliki kemiripan dengan anterior cruciate ligament (ACL) yang sama-sama menghubungkan tulang paha (femur) ke tulang kering Anda (tibia). Meskipun memiliki bentuk yang lebih besar dan lebih kuat dari ACL, PCL juga tetap memiliki risiko mengalami kerobekan.

Berdasarkan data, 20% dari cedera yang terjadi di ligamen lutut merupakan akibat dari robekan pada PCL. Cedera yang terjadi akibat PCL sering merusak beberapa ligamen atau tulang rawan di lutut. Bahkan, dalam beberapa kasus, ligamen juga dapat menyebabkan tulang di bawahnya patah.

Penyebab Cedera PCL
Cedera PCL sering disebabkan oleh benturan keras pada lutut saat sedang berada di posisi menekuk. Penyebab umumnya cukup beragam, di antaranya:

  • Benturan lutut pada dashboard saat kecelakaan mobil
  • Jatuh dengan bertumpu para lutut saat ditekuk

Olahraga juga kerap menjadi penyebab umum cedera PCL. Olahraga yang kerap menyebabkan cedera PCL antara lain:

  • Sepak bola
  • Baseball
  • Ski

Perlu Anda ketahui, cedera pada PCL dapat menyebabkan kerusakan yang ringan hingga parah. Dokter mengklasifikasikan cedera PCL dalam beberapa kelompok, yaitu:

  • Tingkat I: Adanya robekan sebagian pada PCL
  • Tingkat II: Ligamen robek sebagian dan lebih parah daripada di kelas I
  • Tingkat III: Ligamen benar-benar robek dan lutut menjadi tidak stabil
  • Tingkat IV: PCL rusak bersama dengan ligamen lain di lutut

Masalah PCL dapat menjadi kondisi yang akut atau kronis. Masalah PCL akut biasanya disebabkan oleh cedera mendadak. Sedangkan masalah PCL kronis merupakan kondisi cedera yang berkembang seiring waktu. Bahkan, robekan PCL dapat menyebabkan osteoartritis di lutut.

Gejala Cedera PCL
Kebanyakan orang tidak merasakan atau mendengar sensasi robekan di lutut saat mengalami cedera PCL. Pasalnya, saat mengalami cedera PCL, orang biasanya hanya berpikir bahwa mereka mengalami masalah lutut ringan. Banyak dari mereka akan mencoba untuk melanjutkan kegiatan seperti biasa. Akan tetapi, cedera PCL akan menimbulkan beberapa gejala yang dapat berkembang, di antaranya:

  • Bengkak (ringan sampai berat)
  • Sakit lutut
  • Sensasi goyah di lutut
  • Kesulitan berjalan
  • Kesulitan menahan beban di lutut

Diagnosis Cedera PCL
Untuk mendiagnosis cedera PCL, dokter perlu mengetahui apa yang menyebabkan cedera pada pasien, apakah karena kecelakaan atau olahraga. Ia juga akan bertanya apa yang dirasakan saat cedera, apa yang dirasakan setelah cedera, dan gejala lain apa yang dirasakan. Setelah itu, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan pencitraan untuk mengetahui kondisi cedera yang dialami pasien. Pencitraan ini dilakukan dengan mengambil foto X-ray atau pemeriksaan MRI.

Pengobatan Cedera PCL

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter akan memberikan arahan mengenai perawatan yang harus dilakukan pada cedera PCL, tergantung pada tingkat keparahannya. Untuk cedera ringan seperti cedera PCL tingkat I dan II, biasanya dokter akan menyarankan perawatan di rumah dengan melakukan beberapa hal, di antaranya:

  • Melindungi lutut untuk menjaganya dari cedera lebih lanjut
  • Beristirahat dari kegiatan yang membutuhkan kerja lutut
  • Kompres lutut dengan es untuk mengurangi bengkak dan meredakan nyeri
  • Membungkus lutut dengan perban untuk menjaga posisi lutut
  • Memposisikan lutut lebih tinggi
  • Konsumsi obat pereda rasa sakit

Namun, untuk cedera PCL tingkat III dan IV, ada kemungkinan pasien akan menjalani tindakan operasi, khususnya mereka dengan kondisi:

  • Cedera PCL di mana tulang mengalami patah atau retak serius
  • Cedera PCL yang melibatkan lebih dari satu ligamen
  • Peregangan PCL kronis yang menyebabkan keluhan parah, khususnya pada atlet