Category Kulit & Kecantikan

Fungal Acne

Jika ada benjolan kecil di bagian kulit, sebagian besar orang mungkin berpikir bahwa hal tersebut merupakan jerawat, namun tidak demikian. Munculnya hal tersebut di bagian kulit mungkin bisa disebabkan oleh infeksi jamur. Ada berbagai jenis infeksi jamur yang perlu diwaspadai, salah satunya termasuk jerawat jamur atau fungal acne.

Fungal acne merupakan jenis jamur yang tampak seperti jerawat biasa, namun hal tersebut dapat menyebabkan masalah pada kulit. Fungal acne terjadi di bagian folikel rambut di kulit manusia.

Fungal acne disebabkan oleh jamur Malassezia. Sama seperti bakteri, jamur tersebut dapat hidup di tubuh manusia, khususnya di bagian kulit. Namun, jika jumlah jamur Malassezia semakin banyak dan tidak terkendali, maka hal tersebut akan menginfeksi folikel rambut sehingga menyebabkan gejala yang tampak seperti jerawat.

Karena fungal acne disebabkan oleh jamur, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa Anda bisa mengalami masalah kulit lain yang berhubungan dengan mikroorganisme tersebut. Contohnya bisa berupa psoriasis atau rambut berketombe.

Ciri-Ciri Fungal Acne

Jika Anda ingin mengetahui apakah Anda atau seseorang terkena fungal acne, berikut adalah beberapa ciri yang dapat membantu Anda mengidentifikasi masalah yang ada pada kulit:

  1. Ukuran

Salah satu ciri yang dapat Anda ketahui bisa melalui ukurannya. Fungal acne memiliki ukuran benjolan yang kecil dan terlihat sama dengan benjolan fungal acne lain. 

  • Jumlah

Selain ukuran, fungal acne muncul dalam bentuk komedo putih yang muncul dalam jumlah yang cukup banyak.

  • Letak

Fungal acne bisa muncul pada bagian wajah, tangan, dada, dan punggung.

  • Gejala

Selain ciri fisik, fungal acne dapat menimbulkan gejala berupa tidak hanya benjolan di bagian tubuh, namun juga sering menimbulkan rasa gatal.

Penyebab Fungal Acne

Selain jamur Malassezia, seseorang yang memiliki fungal acne di bagian kulit bisa disebabkan oleh faktor berikut:

  1. Kelembaban kulit

Salah satu penyebab seseorang memiliki fungal acne adalah kulit yang lembab dalam waktu yang terlalu lama. Ada berbagai cara yang dapat membuat kulit seseorang lembab, salah satunya termasuk memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh sehingga dapat mengeluarkan keringat.

  • Sistem imun yang lemah

Jika manusia memiliki sistem imun yang lemah, maka bisa berpotensi mengalami gangguan pada tubuh, termasuk fungal acne. Sistem imun yang lemah juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik sehingga seseorang lebih mudah memiliki fungal acne.

  • Penggunaan obat antibiotik

Fungal acne juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat antibiotik. Meskipun obat antibiotik dapat mengurangi bakteri di dalam tubuh, obat tersebut akan menambah jumlah jamur.

  • Mengenakan pakaian yang ketat

Jika seseorang memakai pakaian yang ketat, hal tersebut akan membuat kulit terasa “sesak” sehingga bisa berpotensi mengeluarkan keringat. Keringat pada kulit bisa menimbulkan fungal acne.

  • Faktor lingkungan

Jika seseorang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia, maka orang tersebut lebih berpotensi mengalami keringat sehingga fungal acne dapat muncul di bagian kulit.

  • Penularan

Risiko fungal acne bisa tinggi jika seseorang melakukan kontak fisik atau menyentuh barang milik orang yang memiliki fungal acne.

Cara Mengobati Fungal Acne

Jika Anda memiliki fungal acne, Anda dapat mengobatinya dengan beberapa cara sebagai berikut:

  • Mandi lebih teratur.
  • Menggunakan sampo antiketombe.
  • Memakai pakaian yang longgar.
  • Menggunakan obat antijamur.
  • Hindari sinar matahari secara langsung.

Kesimpulan


Walaupun fungal acne tidak menimbulkan gejala yang parah, hal tersebut dapat menurunkan rasa percaya diri manusia. Oleh karena itu, untuk mengobati fungal acne, Anda bisa terapkan cara-cara di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang fungal acne, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Tidak Terduga, Ini Cara Menghilangkan Bekas Luka Tahunan

Tidak Terduga, Ini Cara Menghilangkan Bekas Luka Tahunan

Masalah apa yang dapat ditimbulkan oleh bekas luka yang tidak kunjung hilang? Bekas luka yang sudah lama hingga mencapai jangka waktu tahunan memang tidak akan menimbulkan komplikasi yang membahayakan nyawa Anda. Namun, kondisi adanya bekas luka akan mampu menggerus rasa percaya diri seseorang. 

Karena itu, tidak perlu heran ketika banyak orang seakan berlomba mencari cara menghilangkan bekas luka tahunan yang bisa cepat membuat kondisi kulit mulus kembali. Anda pun mungkin membutuhkannya. 

Terkait penanganan untuk menghilangkan bekas luka lama, sebenarnya ada banyak cara. Anda bisa memilih pengobatan secara kosmetika dengan datang ke dokter kulit untuk hasil yang cepat dan terpercaya. Namun, cara menghilangkan bekas luka tahunan yang tidak terduga ini pun layak Anda coba!

  1. Pijatan 

Memijat ternyata tidak hanya berguna untuk menghilangkan rasa pegal pada tubuh. Memijat juga ampuh menjadi cara menghilangkan bekas luka tahunan. Anda cukup memijat area bekas luka lama tersebut sekitar 15—30 detik dalam beberapa kali sehari. Lakukan pijatan dengan lembut menggunakan kapas yang sudah terlebih dahulu dibubuhi lotion ataupun minyak agar lumas. Pijatan yang lembut dan sering ini akan mampu memecah pita kolagen padat yang menjadi sumber bekas lukas. Cara tidak terduga ini sangat ampuh diterapkan untuk memudarkan bekas luka berupa keloid. 

  1. Vitamin C 

Selama ini kebanyakan orang berpikir bahwa vitamin E merupakan yang terbaik untuk mengatasi berbagai masalah kulit. Padahal untuk masalah bekas luka tahunan, vitamin C juaranya sebagai obat! Ini karena vitamin C mampu mempercepat penyembuhan luka sekaligus meningkatkan elastisitas kulit. Dengan demikian, bekas luka akibat jerawat bahkan bekas operasi yang sudah menahun berangsur bisa hilang. Penggunaan vitamin C yang paling baik untuk menghilangkan bekas luka tahunan adalah dengan mengoleskannya ke bagian luka. Karena itu, belilah krim vitamin C yang sudah terpercaya. 

  1. Tabir Surya 

Jangan hanya memandang tabir surya merupakan tameng untuk menghindari kulit kering dan terbakar dari sinar matahari. Nyatanya, tabir surya juga dapat menjadi cara menghilangkan bekas luka tahunan. Pasalnya, sinar ultraviolet dapat membuat bekas luka makin tampak menghitam sebab membuat tubuh menghasilkan pigmen berlebih. Guna memanfaatkan tabir surya untuk menghilangkan bekas luka, rutinlah memakai tabir surya minimal SPF 15 jika Anda berada di luar ruangan. 

  1. Petroleum Jelly 

Produk petroleum jelly ampuh untuk membuat bekas luka tahunan memudar. Ini karena petroleum jelly mampu menghidrasi kulit secara maksimal sehingga bekas luka dapat memudar. Tidak hanya itu, petroleum jelly juga membuat kulit di bagian bekas luka dan sekitarnya tidak kasar. Karena itulah, produk petroleum jelly dapat menjadi cara menghilangkan bekas luka tahunan, mulai dari bekas jerawat sampai selulit. Anda bisa memanfaatkan petroleum jelly untuk menghilangkan bekas luka dengan cara mengoleskannya ke bagian bekas luka setidaknya tiga kali sehari. Dalam hitungan minggu, bekas luka Anda akan memudar dan lama-kelamaan bis menghilang. 

  1. Minyak Aroma Terapi 

Ini sedikit mengejutkan, namun nyatanya minyak aroma terapi tidak hanya bisa mampu menghadirkan wangi yang baik untuk pernapasan. Minyak aroma terapi juga bisa menjadi cara menghilangkan bekas luka tahunan. Manfaat tersebut dapat Anda peroleh karena minyak aroma terapi dapat berfungsi sebagai pembentuk kolagen sekaligus antibakteri. Pilihlah jenis minyak beraroma lavender atau sandalwood. Pijatkan minyak aroma terapi tersebut ke bekas luka secara rutin setiap hari dan lihat perubahan baiknya untuk setiap jenis bekas luka yang Anda miliki. 

*** 

Masih kurang percaya bahwa berbagai cara menghilangkan bekas luka tahunan di atas bisa ampuh membuat kulit Anda mulus kembali? Daripada terus meragu, mencoba dan mencicipi hasilnya akan lebih baik dan tidak ada ruginya.

Cara Alami Memutihkan Ketiak Di Rumah

Apakah ketiak yang gelap menjadi alasan Anda berhenti memakai atasan tanpa lengan favorit Anda atau pergi berenang? Selalu ada solusi untuk masalah yang kita hadapi dalam kehidupan kita sehari-hari, mari cari tahu cara memutihkan ketiak.

Bagi banyak orang, ketiak gelap bisa menjadi sumber rasa malu. Seperti noda kulit dan perubahan warna pada bagian tubuh lainnya, ketiak yang gelap dapat menyebabkan kurangnya rasa percaya diri dan harga diri. Terdapat berbagai potensi penyebab ketiak menjadi lebih gelap di antaranya:

  • Deodoran dan antiperspiran (iritan kimiawi)
  • Mencukur (iritasi dan abrasi)
  • Akumulasi sel kulit mati (kurangnya pengelupasan kulit)
  • Gesekan (baju ketat)
  • Melanosis perokok (hiperpigmentasi akibat merokok)
  • Hiperpigmentasi (peningkatan melanin)
  • Acanthosis nigricans (seringkali merupakan tanda diabetes, obesitas, atau kadar hormon yang tidak normal)
  • Eritrasma (infeksi bakteri)
  • Melasma (bercak hitam pada kulit)
  • Penyakit Addison (kelenjar adrenal rusak)

Jika Anda ingin memutihkan ketiak Anda, berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu Anda menghilangkan ketiak gelap dan mendapatkan warna kulit yang merata:

  • Cuka Sari Apel 

Secara keseluruhan, cuka sari apel memiliki kandungan asam amino dan laktat yang kaya yang membantu membersihkan sel kulit mati dan mengurangi bekas luka. Sifat astringentnya membuka pori-pori dan mengurangi kegelapan kulit. Anda cukup menuangkan beberapa cuka sari apel organik pada kapas, tepuk-tepuk ke area ketiak dan biarkan sampai benar-benar kering sebelum dicuci. Ulangi setiap hari untuk hasil yang cepat dan efektif.

  • Gel Lidah Buaya

Dikenal sebagai tabir surya alami, sifat antibakteri lidah buaya menenangkan kulit yang meradang dan mencerahkan warna ketiak. Cukup potong daun segar (dari tanaman) dan ekstrak beberapa gel lidah buaya segar. Oleskan selapis gel ini pada ketiak Anda dan biarkan mengering selama 10-15 menit. Bilas dengan air dan gunakan terapi ini setiap dua hari sekali untuk hasil yang baik. Anda juga dapat menggunakan gel lidah buaya organik yang tersedia di pasaran jika Anda tidak dapat menemukan tanamannya secara langsung.

  • Baking Soda dan Lemon

Baking soda adalah exfoliator luar biasa yang membuka pori-pori dan mencerahkan ketiak yang gelap. Lemon, di sisi lain, adalah antiseptik yang kuat dan zat pemutih alami. Campur masing-masing 1 sendok makan soda kue dan lemon untuk membuat pasta. Gosokkan pada ketiak Anda selama sekitar 5 menit, bersihkan menggunakan air hangat, dan selesaikan dengan melembabkan kulit Anda. Ulangi metode ini 3 atau 4 kali seminggu untuk hasil yang efektif.

  • Gula dan Minyak Zaitun

Tambahkan 2 sendok makan masing-masing minyak zaitun dan gula ke dalam mangkuk dan aduk rata. Basahi area ketiak dan gosok campuran tersebut selama satu atau dua menit, lalu biarkan selama 5 -10 menit dan bilas dengan air. Gula bertindak sebagai agen pengelupas yang sangat baik dan bila dicampur dengan minyak zaitun yang menghidrasi dan bergizi, dapat menghasilkan keajaiban. Oleskan campuran ini pada area yang terkena sebagai salah satu cara memutihkan ketiak Anda yang gelap.

  • Ketimun

Seiring dengan sifat pemutihannya yang sangat baik, mentimun juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral. Gosokkan beberapa irisan mentimun pada ketiak gelap Anda selama satu atau dua menit dan biarkan sari mentimun menempel di kulit Anda 10 menit lagi, lalu bilas dengan air. Ini adalah pilihan cara yang sangat baik untuk memutihkan ketiak jika Anda mengulangi metode ini setiap hari.

  • Kentang

Terkenal untuk mengurangi lingkaran hitam, kentang juga bagus untuk pigmentasi dan perubahan warna di ketiak. Yang harus Anda lakukan adalah mengupas kentang dan memarutnya, memeras airnya sampai keluar, oleskan langsung ke ketiak dan bilas setelah 10-15 menit. Anda dapat mengulanginya sampai Anda mendapatkan hasil yang diinginkan, karena khasiatnya juga akan membantu menghaluskan dan melembutkan kulit. Sebagai alternatif, Anda juga bisa mengoleskan irisan kentang di ketiak Anda seperti mentimun.

Jika Anda khawatir kulit ketiak Anda lebih gelap daripada kulit di bagian tubuh lainnya, Anda dapat melakukan beberapa cara di atas untuk memutihkan ketiak Anda. Jika ketiak gelap Anda akibat dari kondisi mendasar yang memerlukan perawatan medis, bicarakan dengan dokter Anda tentang beberapa alternatif.

Penyebab Penyakit Psioriasis Vulgaris, Autoimun Salah Satunya

ODEPA atau orang dengan psoriasis jumlahnya mencapai 1-3% di Indonesia pada tahun 2016.

Terdapat beberapa jenis psoriasis, salah satunya psoriasis vulgaris. Jenis ini paling banyak dialami dibandingkan jenis lainnya.

Psoriasis vulgaris atau psoriasis plak menyerang sel kulit sehingga menimbulkan bercak merah bersisik pada kulit. Biasanya terletak pada bagian siku, lutut, dan kulit kepala.

Penyakit ini tidak bisa disembuhkan karena penyebabnya bukan dari luar, melainkan berasal dari tubuh penderitanya sendiri.

Autoimun

Pada dasarnya, para ahli belum bisa menentukan secara pasti penyebab penyakit ini. Namun, beberapa sumber menyebutkan salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kondisi autoimun.

Pada kondisi normal, antibodi  berfungsi melawan kuman, penyakit, atau organisme asing yang masuk ke dalam tubuh. Namun, dalam kondisi autoimun, antibodi justru merusak jaringan tubuhnya sendiri karena dianggap sebagai organisme asing.

Sel darah putih limfosit T pada penderita psoriasis vulgaris memproduksi sel kulit secara cepat. Jika orang normal meregenerasi kulit selama sekitar 28 hari, penderita penyakit ini melakukan regenerasi hanya sekitar 3-7 hari. Akibat kelainan tersebut, kulit pun membentuk sisik, kasar, dan timbul inflamasi.

Sumber makanan tinggi lemak, tinggi gula, dan sumber pangan olahan mendukung proses inflamasi di tubuh. Makanan dan minuman tinggi antioksidan mampu membantu mengurangi inflamasi. 

Sebanyak 85% autoimun dialami oleh perempuan. Penyebabnya adalah perubahan hormon yang lebih banyak dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Perempuan mengalami perbedaan hormon ketika beranjak remaja, melahirkan, menyusui, dan masa menopause.

Meningkatnya hormon estrogen pada perempuan memperbaiki sel T sehingga meredakan kondisi autoimun, sedangkan penurunannya mendukung autoimun untuk lebih berkembang.

Hereditas / Keturunan

Sebanyak 10% orang lahir dengan gen bawaan, tapi hanya 3% diantaranya yang benar-benar terjangkit. Artinya, faktor keturunan bukanlah penentu utama.

Sumber lain menyebutkan bahwa, jika penderita berusia di bawah 20 tahun, kemungkinan penyakit ini disebabkan riwayat keluarga.

Apabila telah terdiagnosis, penderita sebaiknya menjaga kulit dari penyebab lain yang bisa memperparah kedaan. Diantaranya seperti:

  1. Stres

Ruam dan bercak sisik di kulit bisa menjadi semakin meradang dan perih  saat stres. Faktor stres menjadi penyebab terbesar yang memperburuk lesi atau luka, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Krisis kepercayaan diri bisa juga menjadi pemicu stres, baik dalam sosial, pekerjaan, pasangan, maupun pendidikan. Sebanyak 98% penderita mengaku mengalami perubahan mood dan emosi setelah mendapatkan diagnosa. Terlebih menghadapi fakta bahwa penyakit ini merupakan penyakit yang bersifat jangka panjang.

Dukungan orang-orang terdekat sangat diharapkan, terutama keluarga. Informasi mengenai penyakit ini juga harus diberikan sebaik mungkin kepada orang sekitar. Harusnya ada penjelasan bahwa penyakit ini bukanlah penyakit menular.  

  • Cuaca

Kurangnya sinar matahari, rendahnya kelembaban, udara dalam ruangan panas dan kering menyebabkan lesi mudah kambuh. Lesi akan kembali normal jika terkena sinar matahari hangat dan udara dengan kelembaban cukup.

  • Alkohol dan alergi makanan

Walaupun faktor ini jarang terjadi, penderita harus tetap menjaga pola makan dengan baik termasuk menjauhi alkohol dan mengetahui riwayat alergi yang pernah diderita. Alergi bisa saja baru dirasakan ketika telah menginjak dewasa.

  • Faktor luar

Faktorini meliputi kulit terbakar matahari, sengatan lebah, garukan kuku, gesekan benda, atau vaksinasi. Hal itu bisa memperparah kondisi kulit karena meningkatkan inflamasi.

Pemberian vaksin dapat menyebabkan respon Koebner yaitu respon kulit setelah diinjeksi jarum vaksin sehingga mengalami lesi atau luka. Awalnya area suntikan merupakan kulit normal tanpa luka, namun pemberian vaksin justru menimbulkan lesi baru di area tersebut.

Lesi biasanya muncul setelah 7-14 hari setelah penyuntikan. Vaksinasi sebaiknya dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari dokter.

Pahami baik-baik penyebab psoriasis vulgaris untuk menghidari semakin bertambahnya lesi dan kejadian kambuh sewaktu-waktu.