Category Kesehatan

Tips Kesehatan Untuk Pria Berusia 40-50 Tahun untuk Tampil Bugar Setiap Saat

Usia 40-50 tahun bagi pria maupun wanita merupakan usia yang rentan terhadap beberapa jenis penyakit. Sebagian besar di antaranya merupakan penyakit serius, seperti jantung koroner, kolesterol tinggi, diabetes, hingga hipertensi. Maka dari itu, bagi pria yang berada di usia tersebut disarankan untuk menjaga kesehatan dengan baik. Berikut ini tips menjaga kesehatan bagi pria yang berusia 40-50 tahunan.

Jangan Remehkan Saran Dokter

Pria dalam rentang usia 40-50 tahun yang terbilang matang, justru lebih sering menyepelekan saran dari dokter. Misalnya, melakukan pemeriksaan rutin minimal setahun sekali. Begitu juga dengan saran menghindari pola makan buruk atau pola hidup tidak sehat. Segala nasihat dokter tersebut kadang hanya dianggap angin lalu.

Kelola Stres dengan Baik

Kunci utama penyakit berasal dari pola pikir seseorang. Ketika mengalami stres berlebihan, orang cenderung melampiaskannya pada perubahan gaya hidup atau menikmati pola makan tidak sehat. Ini yang banyak dialami oleh pria berusia 40-50 tahun.

Pada usia tersebut, pria akan merasakan stres dengan berbagai alasan, mulai dari pekerjaan, finansial, asmara, atau keluarga. Berada di situasi yang penuh dengan problematika semacam itu membuat para pria mengalami tekanan hingga stres.

Stres yang berlebihan bisa memicu tekanan darah menjadi naik, munculnya gangguan pencernaan, hati, bahkan serangan jantung. Cobalah untuk mengelola stres dengan mengetahui penyebab stres tersebut dan mencoba mengurangi tingkat stres dengan cara yang tepat. Misalnya melakukan meditasi, liburan, atau menekuni olahraga tertentu. Selain bertujuan membantu mengurangi kadar stres, aktivitas positif juga membuat badan kembali bugar.

Melakukan Cek Up Rutin

Cek up rutin yang disarankan adalah minimal setahun sekali. Dengan melakukan cek up rutin, setidaknya anda mengantisipasi kemungkinan penyakit yang bisa mengancam. Beberapa pria dengan usia 40-50 tahun rata-rata memiliki penumpukkan lemak berlebihan dalam tubuh mereka. Penumpukkan lemak ini yang nantinya akan memicu serangan penyakit berbahaya dan harus diatasi segera. Cobalah mengonsumsi makanan sehat dan melakukan banyak gerakan ringan untuk membantu proses pembakaran lemak pada tubuh agar tetap tampak prima.

Latihan Keseimbangan

Tahukah Anda bahwa sebanyak 70% pria berusia 40 tahun ke atas rentan mengalami otot dan persendian kaku. Masalah tersebut mengakibatkan aktifitas fisik terganggu. Spesialis bedah ortopedi dari University of Pittsburgh, Dr. Vonda Wright, menganjurkan untuk melakukan latihan kelenturan dan keseimbangan bagi pria dengan usia tersebut. Latihan atau gerakan yang dilakukan tidak dituntut berat, namun tetap mempertimbangkan strategi olahraga yang tepat. Itulah beberapa tips kesehatan pria berusia 40-50 tahun yang harus diterapkan guna menjaga kesehatan tubuh secara maksimal. Harus disadari bahwa usia yang sudah tidak muda lagi mengakibatkan kondisi tubuh akan menurun sehingga dibutuhkan perhatian khusus serta persiapan matang untuk menghadapi usia matang tersebut.

Wanita vs. Pria, Siapa yang Lebih Sehat?

Ada sebuah penelitian yang dilakukan di Skotlandia beberapa tahun lalu. Para wanita dan pria setempat menjadi responden dan mengikuti survei yang bertujuan mengetahui tingkat kesehatan mereka.

Penelitian ini meliputi penyakit jantung, penyakit mental, dan stamina tubuh. Intinya, penelitian dilakukan untuk melihat kesehatan para peserta. Dari kedua kelompok, diketahui bahwa wanita pada umumnya hidup lebih lama atau berumur panjang ketimbang pria. Namun, siapakah yang lebih sehat?

Pola Penelitian Kesehatan

Sejumlah kuesioner dikirimkan kepada lebih dari 300 pria dan wanita di 2 kota. Mereka mendapatkan berbagai pertanyaan tentang kondisi kesehatan. Kedua kelompok ini sama-sama yakin memiliki kondisi yang sehat. Mayoritas responden pun menilai, baik pria maupun wanita, berpotensi sehat atau malah mengalami sakit.

Meski demikian, pria dianggap lebih rentan mengalami kecelakaan. Sementara itu wanita dianggap lebih berisiko terkena penyakit kanker dan penyakit mental.

Hasil Survey Kesehatan Antara Pria dan Wanita

Kedua kelompok, pria dan wanita, memiliki pendapat yang berbeda. Berikut ini adalah hasil temuan survei yang perlu Anda ketahui:

1. Kecelakaan

Sebanyak 48% peserta pria mengatakan pria lebih cenderung mengalami kecelakaan. Keyakinan itu juga diungkapkan oleh 37% wanita. Namun, 58% wanita mengatakan, pria dan wanita sama-sama cenderung mengalami kecelakaan.

2. Kanker

Sekitar dua pertiga dari peserta mengatakan, pria dan wanita, sama-sama cenderung terkena kanker. Namun, 12% pria mengatakan pria lebih mungkin terkena kanker. Sisanya, lebih banyak wanita (30%) dibandingkan pria (24%) mengatakan wanita lebih cenderung memiliki kanker. Pada 2018, diperkirakan akan ada 1.735.350 kasus kanker baru didiagnosis dan 609.640 kematian akibat kanker di Amerika Serikat.

3. Penyakit Jantung

Mayoritas kedua kelompok peserta, sebanyak 79% pria dan 59% wanita mengatakan pria lebih mungkin terserang penyakit jantung. Sementara itu, 19% wanita mengatakan kedua kelompok sama-sama berisiko.  Pria yang berusia kurang dari 50 tahun, lebih mungkin terkena serangan jantung. Namuni, pada wanita setelah periode menopause, risiko penyakit jantung akan meningkat.

4. Kebugaran

Dalam hal kebugaran, pria berpikir lebih unggul dari wanita. Begitu pula sebaliknya.

5. Penyakit mental

Penyakit mental lebih mungkin terjadi pada wanita. Angkanya mencapai 31% wanita dan 18% pria. Di antara pria, 72% menyebutkan penyakit mental memiliki kemungkinan yang sama di antara kedua kelompok. Selebihnya, ada 61% wanita mengatakan pria lebih mungkin terkena penyakit mental. Sementara itu, penyakit mental adalah penyakit yang paling umum melanda wanita. Kecemasan dan depresi adalah dua di antaranya.

Siapa yang benar?

Menurut para peneliti, respons dari para peserta sangat baik. Hampir keseluruhan peserta mengisi kuesioner yang diberikan untuk mendukung studi berbasis populasi. Meski demikian, masih ada bias antara pengalaman kesehatan, pemikiran positif dan negatif para responden, serta kecenderungan perbedaan jenis kelamin yang menentukan perbedaan hasil studi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hasil kesehatan antara pria dan wanita tersebut.