Category kesehatan mental

Apa Penyebab Kemanan Data Pribadi Bisa Bocor ke Publik?

Beberapa waktu lalu santar terdengar kebocoran data pribadi melalui e-commerce raksasa yang cukup terkenal. Pada dasarnya, serangan cyber seringkali terjadi pada perusahaan berbasis teknologi. Tak heran banyak masyarakat yang ketakutan jika data pribadi mereka tersebar ke khalayak publik.

International Telecommunication Union (ITU) merilis fakta bahwa Indonesia berada pada peringkat 41 dalam indeks Keamanan Siber Global. Angka tersebut di bawah ranking negara Singapura, Malaysia, dan Thailand. Hal tersebut membuktikan bahwa kemanan data pribadi dalam bentuk digital di Indonesia memang rendah.

Penyebab kebocoran data

Terdapat beberapa kemungkinan penyebab kebocoran data pribadi pada suatu sistem atau aplikasi, berikut ini merupakan penyebabnya secara umum:

  • Kata sandi lemah

Walaupun terdengar sederhana, namun fakta membuktikan bahwa sebanyak 48% peretasan data disebabkan karena pencurian password. Anda dapat melindungi data kemanan pribadi dengan menggunakan Two Factor Authentication (TFA). Cara tersebut mengharuskan pengguna memasukkan kode pribadi yang telah dikirim ke handphone atau gadget pribadi lainnya.

  • Kecerobohan pemilik data

Biasanya pemilik data meninggalkan laptop atau handphone yang berisi informasi penting dan sensitif di sembarangan tempat, kemudian diambil oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Salah satu kasus yang pernah terjadi pada karyawan perusahaan teknologi ternama yang membuat produk teknologi terbarunya bocor sebelum dirilis ke publik.

  • Injeksi SQL

Injeksi SQL merupakan teknik penyalahgunaan celah keamanan pada sebuah aplikasi. Meskipun kejadian ini tidak banyak terjadi, sejauh ini hanya sekitar 1% kasus yang memanfaatkan peretasan injeksi SQL. Untuk menghindari penyebeb ini, pihak penjaga keamanan data harus menggunakan aplikasi pemindai sistem.

  •  Phishing

Istilah phising mungkin masih terdengar asing. Phishing merupakan bentuk kejahatan digital dalam bentuk penipuan. Tujuannya menangkap informasi sensitif seperti username, password, atau detail lainnya. Pelaku menyemar sebagai bentuk organinsasi atau kelompok yang legitimate atau dipercaya.

Cara kerja kejahatan ini biasanya dengan cara mengirinkan email resmi dan instant messaging kepada user. Pelaku menggunakan nama organisasi atau kelompok terkenal dan dilengkapi dengan logo, header email, dan tanda tangan perusahaan yang sangat mirip agar semakin meyakinkan user.  

  • Gangguang sistem

Penyebab kebocoran keamanan data pribadi kali ini bukan karena kesalahan pribadi maupun serangan hacker, tapi bentuk gangguan sistem yang bisa terjadi pada siapa saja. Hal tersebut disebabkan kegagalan aplikasi, pembuangan data penting yang tidak disengaja oleh sistem, dan kesalahan transfer data. Ggangguan sistem mengakibatkan konsekuensi fatal.

Cara pencegahan

Kemahiran peretas dalam mencuri data pribadi, membuat semua orang harus semakin waspada dan melakukan tindakan pencegahan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Mengubah password secara berkala

Hindari pemakaian password yang sama di banyak layanan aplikasi. Jika satu jenis layanan tersebut bocor, maka dengan mudah meretas aplikasi atau layanan lainnya. Biasanya, orang-orang malas mengingat atau mencatat passowrd yang berbeda karena banyaknya aplikasi atau layanan yang dimiliki.

  • Aktifkan Two Factor Authentication (TFA)

Cara ini meliputi sistem keamanan berlapis yang dibuat untuk memastikan bahwa hanya pemilik akun asli yang dapat mengakses akun miliknya. Apabila ada seseorang yang mencoba masuk ke akun tersebut, PIN keamanan dapat dikirim melalui SMS sebagai bukti verifikasi dan perizinan.

  • Gunakan aplikasi password manager

Aplikasi ini berfungsi menyimpan setiap password yang telah digunakan secara online. Seluruh data password yang Anda gunakan dienkripsi dan disimpan dalam aplikasi tersebut dan masih dilindungi menggunakan password utama. Jika Anda adalah tipe pengguna aplikasi yang malas mengingat banyak password, cara ini sebaiknya patut dicoba. 

Jenis-jenis Komunikasi Non Verbal yang Patut Diperhitungkan

Siapapun, termasuk Anda tentunya, pasti pernah berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata. Sebagai contoh, mungkin Anda hanya menjawab pertanyaan dengan anggukan ataupun gelengan. Namun dengan gerakan itu saja, orang yang menanyai Anda sudah paham maksud Anda. Jenis komunikasi yang demikian kerap dikenal dengan istilah komunikasi non verbal.

Sesuai julukannya, komunikasi non verbal merupakan komunikasi yang sama sekali tidak menggunakan kata-kata sebagai sarana penyampaian informasi. Namun uniknya, tanpa kata-kata pun informasi yang dikirimkan melalui jenis komunikasi ini bisa tersampaikan dengan baik, bahkan kadang-kadang, jauh lebih baik dibandingkan penyampaikan secara verbal.

Jenis komunikasi verbal sendiri ada banyak. Berikut ini adalah beberapa jenis komunikasi verbal yang sering diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Coba dipikir-pikir, dari jenis komunikasi non verbal di bawah ini, mana yang paling sering Anda gunakan?

  1. Gerakan Tubuh

Ini merupakan jenis komunikasi non verbal yang paling mudah dikendalikan dan maknanya paling mudah ditangkap. Ketika Anda mengangguk, menggeleng, ataupun menunjuk sesuatu dengan jari tangan, saat itulah Anda sedang melakukan komunikasi melalui gerakan tubuh.

  • Postur

Anda bisa mengomunikasikan banyak hal mengenal postur tubuh Anda. Hanya saja, kerap kali orang tidak terlalu memahami maksud dari komunikasi non verbal yang sedang Anda lakukan. Sebagai contoh ketika lawan bicara Anda berbicara terlalu banyak, postur duduk Anda akan memilih untuk bersandar dengan tangan menopang dagung. Postur tersebut menunjukkan rasa bosan, namun belum tentu bisa ditangkap maksudnya oleh lawan bicara Anda.

  • Ekspresi Wajah

Wajah manusia bisa juga menjadi alat komunikasi yang canggih. Pasalnya, wajah manusia memiliki sejuta ekspresi yang memiliki makna universal di seluruh dunia. Ekspresi-ekspresi tersebut dapat menjadi wadah komunikasi yang ulung. Misalnya, Anda bisa mengungkapkan rasa bahagia, senang, sedih, ataupun jijik tanpa menggunakan kata-kata dan dapat langsung dimengerti oleh lawan bicara.

  • Sentuhan Fisik

Sentuhan fisik bisa menjadi sarana komunikasi non verbal yang membuat suasana menjadi lebih dekat. Sebagai contoh ketika berkenalan dengan orang, adanya komunikasi melalui jabatan tangan menunjukkan keberterimaan. Lalu ketika Anda melakukan pelukan kepada sahabat yang sedang sedih, sentuhan fisik tersebut dapat menjadi komunikasi yang menguatkan tanpa kata-kata.

  • Kontak Mata

Kontak mata bisa menunjukkan ketertarikan Anda terhadap suatu topik yang sedang diperbincangkan. Anda bahkan menunjukkan rasa malas terhadap obrolan, tanpa perlu menyinggung dengan kata-kata. Sebagai contoh ketika Anda enggan berkomunikasi, mata Anda akan mudah goyah dalam menatap lawan bicara dan cenderung memilih melihat titik lain.

  • Paralanguage

Komunikasi non verbal ini mungkin sangat sering Anda gunakan, tetapi tidak Anda sadari. Contoh penggunaan komunikasi paralanguage adalah penggunaan nada suara yang lebih tinggi atau rendah dalam berbicara. Walaupun masih berhubungan dengan vokal, namun karena tidak berbentuk kata-kata jelas, paralanguage tetap dikategorikan sebagai komunikasi non verbal.

  • Proksemik

Komunikasi non verbal yang satu ini mengacu pada jarak dan tempat interaksi. Jarak dalam berkomunikasi bisa menunjukkan keintiman antara Anda dan lawan bicara. Di mana semakin dekat jarak bicara, umumnya kedekatannya semakin intim. Sementara itu, tempat interaksi melingkupi tempat intim, personal, sosial, dan publik.

  • Fisiologi Tubuh

Tubuh juga bisa mengeluarkan bentuk komunikasi non verbal yang sulit dikendalikan. Contoh komunikasi dalam fisiologi tubuh, seperti keringat ataupun kedipan. Bentuk komunikasi ini cenderung sangat jujur, namun sangat sulit ditangkap maknanya oleh lawan bicara.

***

Dari berbagai jenis komunikasi non verbal di atas, jenis yang mana yang paling sering Anda gunakan? Kira-kira mana pula yang paling efektif untuk Anda gunakan sebagai kode kepada lawan bicara.