Hati-Hati, Infeksi Ginjal Lebih Sering Menyasar Anak

Salah satu masalah kesehatan yang mengganggu adalah terkait dengan saluran kencing. Ada banyak ragam penyakit yang masuk ke dalam kelompok itu, salah satunya infeksi ginjal. Ternyata, kondisi ini lebih sering menyasar anak-anak ketimbang orang dewasa sebagai korbannya.

Infeksi ginjal atau pielonefritis adalah satu gangguan kesehatan yang juga disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bakteri dan virus biasanya mencapai kandung kemih melalui uretra (saluran yang mengeluarkan urine dari kandung kemih) dan menyebabkan infeksi yang memengaruhi ginjal hingga memicu pielonefritis. Bila kondisi ini tidak ditangani dan terjadi berulang-ulang akan berujung pada gagal ginjal.

Lantas, mengapa penyakit ini banyak terjadi pada anak-anak?

  • Penyebab Infeksi Ginjal pada Anak

Biang keladi utama dari infeksi ginjal adalah bakteri E. coli yang berasal dari usus. Bakteri ini bisa menyebabkan infeksi ginjal ketika menyebar dan berpindah ke saluran kemih. Biasanya, anus atau dubur menjadi “pintu” dari persebaran ini.

Penyebab lain infeksi ginjal pada anak tak jauh berbeda dengan yang terjadi pada orang dewasa. Umumnya, ada beberapa faktor risiko yang paling sering menyebabkan terjadinya infeksi ginjal. Antara lain:

  • Tidak Membersihkan “Alat Pembuangan” Secara Sempurna Sehabis Buang Air

Alat kelamin atau anus yang tidak dibersihkan secara sempurna menjadi salah satu faktor risiko persebaran bakteri penyebab infeksi ginjal. Oleh karenanya, metode cebok atau membersihkan alat pembuangan setelah buang air menjadi penting.

Pasalnya, metode yang salah bisa menyebabkan aktivitas ini tidak sempurna. Cebok yang tidak bersih berpotensi meninggalkan bakteri yang bisa saja segera menginfeksi saluran kencing.

  • Toilet yang kotor

Toilet yang tidak bersih juga menjadi salah satu penyebab infeksi ginjal. Pasalnya toilet yang kotor amat mungkin banyak mengandung bakteri E.Coli. Bakteri tersebut dapat dengan mudah masuk ke dalam saluran kemih ketika anak buang air.

  • Menahan Kencing

Anak kecil kerap menunda-nunda hasrat buang air. Padahal, menunda-nunda buang air kecil dalam jangka waktu yang lama juga menjadi penyebab lain dari infeksi ginjal.

  • Jenis kelamin

Anak perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi ginjal daripada anak laki-laki. Hal ini disebabkan lantaran uretra perempuan lebih pendek daripada laki-laki sehingga bakteri menempuh jarak yang tidak terlalu jauh dari luar hingga mencapai kandung kemih.

  • Vesicoureteral reflux

Vesicoureteral reflux terjadi ketika adanya aliran kencing yang mengarah balik ke ginjal. Hal tersebutlah yang dapat menyebabkan infkesi ginjal pada seseorang, termasuk anak-anak.

  • Penggunaan gelembung dalam bak mandi

Bermain gelembung saat mandi memang menyenangkan bagi anak-anak, tetapi hal tersebut nyatanya dapat menyebabkan infeksi ginjal. Pasalnya bakteri dan sabun dapat lebih mudah masuk ke dalam uretra.

  • Penggunaan Celana Ketat

Pakaian yang ketat bukan hanya tidak baik digunakan oleh orang dewasa, anak-anak pun tidak dianjurkan mengenakan pakaian jenis ini.

Khusus bagi anak perempuan, celana yang ketat dapat menyababkan infeksi ginjal yang serius akibat bakteri yang mengumpul di area genital.

  • Gejala Infeksi Ginjal pada Anak

Jika anak telah terinfeksi oleh bakteri penyebab infeksi ginjal, biasanya mereka akan menunjukkan gejala atau tanda-tanda seperti di bawah ini:

  • Jaundice atau sakit kuning;
  • Nyeri perut;
  • Adanya darah dalam urine atau hematuria;
  • Bau urine yang tidak seperti biasanya;
  • Rewel.

Jika anak Anda telah terlihat menunjukkan tanda-tanda seperti di atas, tak ada salahnya segera menghubungi tenaga medis agar penanganan yang diberikan tidak terlambat.

  • Pencegahan

Meski terbilang berbahaya, infeksi ginjal dapat ditangani dengan mudah dan dapat sembuh dengan sempurna. Pengobatan atau penanganan tergantung seberapa parah infeksi yang diderita anak. Namun, biasanya, dokter hanya akan memberikan beberapa macam obat-obatan—utamanya antibiotik—untuk melawan bakteri penyebab infeksi ginjal pada anak.

Kendati demikian, mencegah terjadinya infeksi ginjal jauh lebih baik ketimbang harus mengobati anak Anda. Ada banyak cara menghindari buah hati dari bakteri penyebab infeksi ginjal ini, berikut di antaranya:

  • Jaga kebersihan area genital: Ajarkan pada anak-anak untuk dapat menjaga kebersihan area genitalnya agar terhindar dari bakteri E.Coli penyebab infeksi ginjal;
  • Ajarkan teknik membasuh anus dengan tepat: Jelaskan pada anak mengenai teknik menyeka yang benar, terutama setelah buang air besar. Sekalah dari depan ke belakang untuk mengurangi kemungkinan bakteri dari anus masuk ke dalam uretra;
  • Jangan menahan air kecil untuk waktu yang lama: Jelaskan padanya untuk tidak menahan buang air kecil. Selain menyebabkan batu ginjal, menahan buang air kecil untuk waktu yang lama juga dapat menyebabkan infeksi ginjal.
  • Jangan gunakan pakaian ketat: Hindari penggunaan pakaian ketat dan pakaian dalam ketat untuk anak, terutama pada anak perempuan;
  • Jangan gunakan bubble bath: Bubble bath yang anak gunakan saat mandi dapat memungkinkan bakteri dan sabun masuk ke uretra lebih mudah.
  • Pastikan anak minum banyak air atau cairan: Air putih dapat membuat beberapa jenis bakteri termasuk E.Coli tidak dapat bertahan di kendung kemih. Hal itulah yang dapat membantu anak terhindar dari infeksi ginjal.

Nah, kira-kira itulah sekelumit mengenai infeksi ginjal pada anak. Jangan biarkan bakteri penyebab infeksi ginjal menyerang anak Anda. Lakukan berbagai macam jalan untuk mencegahnya, agar buah hati senantiasa sehat dan dapat menjalankan aktivitas pada hari-harinya yang ceria.

Sport Clinic Jadi Lanyanan Unggulan RS Premier Bintaro

Di Indonesia, mungkin tak banyak rumah sakit yang memiliki layanan khusus untuk perawatan atau pengobatan di bidang kesehatan terkait olahraga, seperti penanganan cedera atau pemulihan pasca-cedera. Di Indonesia, salah satu rumah sakit yang memiliki layanan itu adalah Rumah Sakit Premier Bintaro.

Dinamakan “Sport Clinic”, RS Premier Bintaro menjadikan layanan ini sebagai salah satu daya tariknya. Sport Clinic menjadi layanan unggulan bersama beberapa layanan lain seperti, pusat (kesehatan) pembuluh darah atau kesehatan tulang belakang yang biasa disebut “Ramsay Spine Center”.  

Sport Clinic RS Premier Bintaro hadir untuk memberikan layanan yang terpadu dan komprehensif untuk penanganan seluruh masalah-masalah yang timbul sehubungan dengan aktivitas olahraga. Saking apiknya, layanan ini pernah menjalin kerja sama dengan salah satu klub sepak bola profesional di Indonesia, Persija Jakarta, pada musim kompetisi 2019.

Problem yang ditangani tidak hanya meliputi masalah-masalah yang berkaitan dengan olahraga prestasi (untuk para atlet) saja tetapi juga hal-hal yang berhubungan dengan olahraga rekreasi atau olahraga masyarakat (yang biasa dilakukan sendiri atau di pusat-pusat kebugaran).

Layanan yang diberikan meliputi:

  • Konsultasi, pemeriksaan dan pengawasan latihan memberikan pengarahan latihan yang benar dan tepat sesuai dengan kondisi fisik pasien sehingga resiko cedera dapat diminimalkan;
  • Konsultasi dan pemeriksaan untuk pasien-pasien dengan penyakit tertentu  memberikan pengarahan kepada pasien-pasien dengan penyakit jantung, diabetes, asma dan lain-lain agar dapat melakukan aktivitas olahraga dengan aman dan nyaman;
  • Pemeriksaan physical fitness (kebugaran fisik);
  • Konsultasi pengaturan gizi makanan;
  • Penanganan cedera olahraga;
  • Program rehabilitasi cedera olahraga

Sport Clinic RS Premier Bintaro akan membantu anda agar dapat segera pulih dari cedera olahraga dan dapat kembali melakukan aktifitas olahraga dengan aman dan nyaman. Penanganan dilakukan secara terpadu oleh tim yang terdiri dari berbagai bidang spesialistik seperti:

  • Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga (Sport Medicine);
  • Dokter Spesialis Bedah Ortopedi (Sport Orthopaedic Surgeon);
  • Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
  • Penanganan Cedera Olahraga.

Cedera yang sering dialami para atlet maupun pelaku olahraga individual bisa berupa trauma akut dan sindrom yang berlarut-larut atau over syndrome.

Penanganan cedera olahraga dapat bersifat non operatif (tidak memerlukan tindakan operasi) maupun operatif (memerlukan tindakan operasi). Penanganan cedera non operatif bisa berupa pengobatan bagian tubuh yang cedera, pembebatan, kompres dingin atau hangat, pemberian obat-obatan dan menjalanai fisioterapi.

Pada kasus-kasus tertentu, cedera olahrga harus ditangani melalui tindakan operasi seperti untuk kasus patah tulang dan putusnya urat. Teknik operasi yang Registration digunakan dapat bersifat terbuka atau secara minimal invasif.

Bedah minimal invasif pada sendi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik Arthroscopy. Teknik pembedahan ini melalui luka goresan yang kecil dan menggunakan video kamera yang dimasukkan ke dalam sendi lutut. Dibandingkan dengan teknik yang konvensional, keuntungan dari teknik ini adalah luka operasi yang kecil (kosmetik lebih baik), diagnosis yang akurat, lebih nyaman, lama perawatan dan masa pemulihan lebih singkat.

  • Program Rehabilitasi Cedera Olahraga

Program rehabilitasi medik yang baik mampu memulihkan kemampuan fungsional pasien yang mengalami cedera hingga ke tingkatan yang paling optimal.

Penjelasan tentang program yang diberikan bisa memberikan motivasi dan percaya diri sehingga yang bersangkutan tidak larut dalam kecemasan dan segera ambil bagian aktif dalam program rehabilitasi yang dibutuhkannya.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi akan merancang program latihan baik untuk pasien cedera yang menjalani operasi maupun yang tidak menjalani operasi. Program rehabilitasi harus dirancang dengan baik dan mengikuti waktu penyembuhan jaringan serta dilakukan pengawasan sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal.

***

Nah, jika Anda memiliki masalah kesehatan yang ditimbulkan akibat aktivitas olahraga, apa pun itu, mungkin Sport Clinic RS Premier Bintaro bisa menjadi jalan Anda menemukan kesembuhan. Untuk bisa mendapatkan pelayanan, Anda bisa datang langsung ke rumah sakit yang terletak di Jl. Moh. Husni Thamrin No.1, Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten atau menghubungi via telepon di (021) 27625500.

Penggunaan BPJS Di Rumah Sakit Siloam Surabaya

Kebanyakan dari Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan Rumah Sakit Siloam, salah satu jaringan rumah sakit swasta yang didirikan oleh Lippo Group. Dengan fasilitas dan layanan lengkap dan canggih, Rumah Sakit Siloam menjadi rumah sakit pertama dengan akreditasi international dari lembaga akreditasi Joint Commission International Accreditation. Rumah Sakit Siloam sendiri sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia, salah satunya Rumah Sakit Siloam Surabaya. 

Keunggulan yang ditawarkan oleh Rumah Sakit Siloam Surabaya seperti Layanan Gawat Darurat 24 jam, Pusat Layanan Stroke Menyeluruh, Klinik Bawasir, Klinik Luka, Klinik Nyeri, Klinik Tulang Belakang dan Klinik Tumbuh Kembang Anak. Selain itu, Rumah Sakit Siloam Surabaya juga menjadi salah rumah sakit swasta dengan kualitas terbaik yang melayani pasien BPJS. 

Meskipun tergolong rumah sakit swasta, Rumah Sakit Siloam Surabaya memiliki pengalaman  yang baik dalam bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, tidak hanya itu semua jajaran Rumah Sakit Siloam juga akan terus mendukung pelayanan BPJS Kesehatan dan berusaha memberikan pelayanan terbaik dalam melayani pasien BPJS.

Yang perlu Anda persiapkan adalah memahami prosedur administrasi BPJS Kesehatan yang berlaku di Rumah Sakit. Anda juga dapat menghubungi Rumah Sakit Siloam Surabaya untuk mendapatkan informasi yang jelas dan akurat mengenai penggunaan BPJS Kesehatan.

Tips Kesehatan Untuk Pria Berusia 40-50 Tahun untuk Tampil Bugar Setiap Saat

Usia 40-50 tahun bagi pria maupun wanita merupakan usia yang rentan terhadap beberapa jenis penyakit. Sebagian besar di antaranya merupakan penyakit serius, seperti jantung koroner, kolesterol tinggi, diabetes, hingga hipertensi. Maka dari itu, bagi pria yang berada di usia tersebut disarankan untuk menjaga kesehatan dengan baik. Berikut ini tips menjaga kesehatan bagi pria yang berusia 40-50 tahunan.

Jangan Remehkan Saran Dokter

Pria dalam rentang usia 40-50 tahun yang terbilang matang, justru lebih sering menyepelekan saran dari dokter. Misalnya, melakukan pemeriksaan rutin minimal setahun sekali. Begitu juga dengan saran menghindari pola makan buruk atau pola hidup tidak sehat. Segala nasihat dokter tersebut kadang hanya dianggap angin lalu.

Kelola Stres dengan Baik

Kunci utama penyakit berasal dari pola pikir seseorang. Ketika mengalami stres berlebihan, orang cenderung melampiaskannya pada perubahan gaya hidup atau menikmati pola makan tidak sehat. Ini yang banyak dialami oleh pria berusia 40-50 tahun.

Pada usia tersebut, pria akan merasakan stres dengan berbagai alasan, mulai dari pekerjaan, finansial, asmara, atau keluarga. Berada di situasi yang penuh dengan problematika semacam itu membuat para pria mengalami tekanan hingga stres.

Stres yang berlebihan bisa memicu tekanan darah menjadi naik, munculnya gangguan pencernaan, hati, bahkan serangan jantung. Cobalah untuk mengelola stres dengan mengetahui penyebab stres tersebut dan mencoba mengurangi tingkat stres dengan cara yang tepat. Misalnya melakukan meditasi, liburan, atau menekuni olahraga tertentu. Selain bertujuan membantu mengurangi kadar stres, aktivitas positif juga membuat badan kembali bugar.

Melakukan Cek Up Rutin

Cek up rutin yang disarankan adalah minimal setahun sekali. Dengan melakukan cek up rutin, setidaknya anda mengantisipasi kemungkinan penyakit yang bisa mengancam. Beberapa pria dengan usia 40-50 tahun rata-rata memiliki penumpukkan lemak berlebihan dalam tubuh mereka. Penumpukkan lemak ini yang nantinya akan memicu serangan penyakit berbahaya dan harus diatasi segera. Cobalah mengonsumsi makanan sehat dan melakukan banyak gerakan ringan untuk membantu proses pembakaran lemak pada tubuh agar tetap tampak prima.

Latihan Keseimbangan

Tahukah Anda bahwa sebanyak 70% pria berusia 40 tahun ke atas rentan mengalami otot dan persendian kaku. Masalah tersebut mengakibatkan aktifitas fisik terganggu. Spesialis bedah ortopedi dari University of Pittsburgh, Dr. Vonda Wright, menganjurkan untuk melakukan latihan kelenturan dan keseimbangan bagi pria dengan usia tersebut. Latihan atau gerakan yang dilakukan tidak dituntut berat, namun tetap mempertimbangkan strategi olahraga yang tepat. Itulah beberapa tips kesehatan pria berusia 40-50 tahun yang harus diterapkan guna menjaga kesehatan tubuh secara maksimal. Harus disadari bahwa usia yang sudah tidak muda lagi mengakibatkan kondisi tubuh akan menurun sehingga dibutuhkan perhatian khusus serta persiapan matang untuk menghadapi usia matang tersebut.

10 Fakta tentang Bayi yang Baru Lahir

Segala hal tentang bayi baru lahir (newborn) harus diketahui terutama untuk orangtua baru untuk mendukung tumbuh kembang sang buah hati. Nah, inilah 10 hal yang wajib diketahui tentang bayi newborn.

Muka Bayi Belum Menggemaskan

Jangan kaget ketika melihat bayi Anda pertama kali. Mungkin wajahnya tidak langsung terlihat lucu seperti yang Anda bayangkan. Wajar jika bayi baru lahir lebih sering menutup matanya atau memiliki wajah yang bengkak.  Tidak akan lama, bayi Anda akan bertumbuh lucu dan menggemaskan.

Jangan Mengharapkan Respons Tertentu dari Bayi

Jangan mengharapkan bayi akan memberikan senyuman lucu sampai kurang lebih enam minggu. Jika bayi tidak nyaman, dia hanya akan menangis, kemudian tidur saat dia merasa nyaman. Namun usaha Anda untuk terus menghibur dan mengajaknya bercanda tidak akan sia-sia. Seorang dokter spesialis anak bernama Angeles Cristopher Tolcher mengatakan, dengan usaha tersebut, keterikatan bayi dengan orangtua akan terbentuk.

Cukup Seka sampai Tali Pusar Putus

Tidak banyak kotoran yang menempel pada tubuh bayi newborn. Gunakan spons untuk menyekanya hingga tali pusar putus. Biasanya tali pusar akan putus kurang lebih dua minggu. Jika tali pusar basah saat mandi, segera keringkan.

Jangan Takut  dengan Spot Lemah Bayi

Bayi baru lahir mempunyai tenggorak yang masih lemah. Jadi wajar kepalanya masih sangat lunak. Biasanya orangtua baru tidak tahu atau bahkan takut menggendongnya. Oleh karena itu, pelajari teknik menggendong yang tepat.

Kecukupan Nutrisi

Bayi yang baru saja lahir perlu makan setiap dua sampai tiga jam sekali untuk mencukupi kebutuhannya. Namun, terkadang ibu khawatir dengan kecukupan ASI yang diberikan untuk bayinya. Menurut dokter Tolcher, indikator awal terbaik adalah berat badan. Wajar bayi akan kehilangan 5- 8 persen berat badan di minggu pertama. Meski demikian, berat badannya harus dinaikkan lagi di minggu kedua.

Banyak Buang Air Besar

Bayi  Anda hanya mendapat nutrisi dari ASI. Namun, hal yang wajar jika bayi baru lahir buang air besar dengan jumlah banyak setelah disusui. Anda harus terbiasa untuk sering mengganti popoknya. Pelajari tips mengganti popok dengan cepat.

Kulit Kering

Jangan kaget jika kulit bayi yang baru lahir cenderung kering. Sebab, kulit bayi sedang menyesuaikan antara kondisi di dalam rahim dengan udara di luar. Oleskan losion yang aman untuk bayi, terutama jika terjadi ruam popok atau jerawat.

Tetap Jalankan Kehidupan Normal

Mempunyai bayi baru lahir tidak lantas membuat Anda berada di rumah terus menerus. Sesekali bawalah bayi keluar dengan beberapa aturan ketat. Misalnya, jauhkan bayi dari sinar matahari, kecuali sinar matahari pagi yang bagus untuknya. Jangan dekat dengan orang sakit dan biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi.

Sering Menangis

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Mereka menangis untuk menyampaikan kondisi lapar, haus, kedinginan atau popok yang perlu diganti. Mendengar bayi menangis memang agak membuat frustrasi pada awalnya. Namun percayalah, lewat tangisan Anda akan menemukan celah untuk mengerti keinginan sang buah hati.

Banyak Tidur

Sebelum usia 3 bulan, bayi menghabiskan waktunya untuk tidur. Ia bisa tidur lebih dari delapan jam setiap hari. Namun, dia butuh asupan ASI dua sampai tiga jam sekali. Oleh karena itu, bangunkan dia untuk menyusu di siang hari dan biarkan tidur sepuasnya di malam hari.

Mengalami Kolestasis saat Hamil? Inilah Gejala dan Cara Penanganannya

Kolestasis adalah istilah medis untuk menyebutkan gangguan pada saluran empedu. Beberapa kasus ini terjadi pada masa kehamilan yang bisa menimbulkan masalah lebih serius baik bagi ibu maupun calon bayi. Kondisi ini biasanya dikarenakan faktor penyakit tertentu pada organ hati dan gangguan di luar organ tersebut.

Saat seorang ibu hamil mengalami kondisi ini, maka bisa terjadi beberapa gejala yang cukup mengganggu. Untuk itu, perlu bagi Anda yang sedang berada dalam masa kehamilan mengetahui beberapa hal penting terkait apa itu kolestasis, gejalanya, dan cara penanganan yang tepat untuk kondisi tersebut.

1. Kolestasis Obstetri atau ICP

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kolestasis obstetri adalah gangguan saluran empedu yang akhirnya berpengaruh pada kondisi liver dan menyebabkan rasa gatal cukup parah. Kondisi ini dikenal juga dengan nama Intrahepatic Cholestasis Pregnancy (ICP) yang umumnya terjadi saat masa kehamilan tua.

Meski demikian, kondisi ini tidak begitu berbahaya bila mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Jadi, Anda pun tidak perlu cemas ketika mengalami gejala ICP di masa kehamilan menjelang tujuh bulan.

2. Gejala Kolestasis Obstetri

Secara umum, gangguan ICP ini ditandai dengan rasa gatal yang serius di seluruh tubuh. Kondisi ini muncul tanpa adanya ruam dan biasanya terjadi pada empat bulan di masa kehamilan tua atau empat bulan sebelum melahirkan. Pada beberapa wanita yang mengalaminya, kondisi tersebut tidak hanya disertai gatal parah tetapi juga beberapa gejala lain, di antaranya:

  • Urine berwarna keruh
  • Muncul gejala penyakit kuning
  • Feses berwarna pucat
  • Gatal semakin parah saat malam hari
  • Terasa gatal paling parah di bagian telapak tangan dan kaki.

3. Perawatan untuk Mengatasi ICP

Untuk menangani kondisi kolestasis tersebut, diharapkan setiap ibu hamil mengetahuinya agar bisa diatasi sejak dini. Dokter terlebih dahulu akan melakukan analisis pada gejala yang dirasakan. Misalnya, dokter melakukan tes darah untuk menguji fungsi hati serta menjalani beberapa tes liver untuk memastikan diagnosisnya.

Bila sudah terbukti mengalami kolestasis, maka dokter biasanya akan memberikan obat atau semacamnya untuk mengurangi hambatan cairan empedu. Selain itu, dokter juga wajib melakukan pemeriksaan secara rutin untuk melihat kondisi bayi dalam kandungan yang mungkin mengalami risiko akibat kondisi ICP yang dialami sang ibu.

Pemantauan ini untuk menjamin kondisi bayi tidak mengalami gangguan kerusakan hati sebagai akibat serius dari kondisi kolestasis obstetri tersebut.

4. Pencegahan Sebelum Kehamilan

Tidak ada salahnya bagi Anda untuk melakukan pencegahan agar tidak mengalami gangguan ICP ini. Anda bisa mulai menggunakan pelembap secara rutin untuk melindungi kulit, menggunakan krim seperti calamine untuk membantu mengatasi rasa gatal, menghindari dehidrasi kulit, dan sebagainya. Dengan mengetahui gejala dan cara penanganan yang tepat, diharapkan penyakit atau gangguan ini bisa diatasi sedini mungkin agar tidak menimbulkan bahaya kehamilan.

Inilah yang Bayi Rasakan saat Proses Persalinan

Dalam proses persalinan, bukan ibu saja yang berjuang dengan keras. Bayi juga berusaha agar lahir dengan selamat. Dia tidak diam saja, tetapi bekerja sama dengan ibunya. Apa yang terjadi pada bayi saat masa persalinan?

Fase Awal Persalinan

Bayi akan menekankan kepala ke jalan lahir untuk memulai pembukaan serviks. Pada saat itu, ia akan memproduksi banyak hormon oksitosin yang membuatnya tenang dan senang. Jika air ketuban telah pecah dan berwarna kehijauan, itu tandanya bayi mengeluarkan mekonium, yang merupakan kotoran bayi selama dalam kandungan yang keluar karena stres. Jika itu terjadi, Anda harus berada dalam penanganan medis yang ekstra hati-hati.

Bayi akan terus bergerak dan kemungkinan istirahat selama 40 menit. Jika Anda stres dan cemas, si kecil akan merasakan hal yang sama. Hal itu disebabkan oleh kortisol dan adrenalin, hormon-hormon yang dipicu emosi-emosi tersebut, bisa menembus plasenta. Usahakan tetap rileks. Pejamkan mata kemudian bayangkan tempat yang membuat nyaman.

Fase Aktif Persalinan

Bayi mulai merasa terhimpit. Setiap kontraksi membuat rahim mengeratkan diri. Hal ini akan memengaruhi aliran darahnya. Selama ini, ia mendapatkan kebutuhan oksigen dari plasenta. Ketika tali ari menegang selama kontraksi, ia menerima lebih sedikit oksigen.

Biasanya, detak jantung bayi sedikit menurun setelah kontraksi, lalu naik lagi. Sebisa mungkin cobalah rileks dalam jeda kontraksi. Tubuh akan bekerja lebih baik jika dalam keadaan rileks. Tegang sepanjang persalinan bisa membuat Anda kelelahan dan menghambat proses melahirkan.

Fase Transisi

Bayi kini sedikit terkejut karena dinding ruangannya terasa lebih sempit. Namun bayi kemungkinan besar tidak merasakan sakit. Sebab, jaringan saraf yang memungkinkan si kecil menerjemahkan rasa sakit sebagai ‘sakit’ masih belum terbentuk saat proses persalinan.

Untuk mempermudah proses persalinan, coba konsultasikan dengan dokter untuk memanfaatkan gravitasi. Persalinan akan lebih mudah jika Anda dalam posisi merangkak, entah dalam bak air ataupun tempat tidur. Persalinan dengan berbaring di tempat tidur akan membuat bayi seperti berusaha keras mendorong ke atas.

Tahap Kedua

Bayi akan melewati jalan lahir. Untunglah sambungan bagian-bagian tengkorak bayi masih belum keras, sehingga fleksibel saat melewati jalan lahir. Pada tahap ini, detak jantungnya terkadang menurun. Hal ini disebabkan oleh tekanan pada tali ari. Aliran darah dari plasenta kepada bayi menjadi berkurang dan menyebabkan pasokan oksigen menurun.

Cobalah fokus pada pernapasan. Bernapaslah secara teratur untuk memaksimalkan pasokan oksigen bagi Anda dan bayi. Jangan menahan napas.

Kelahiran

Bayi akan merasa sangat terhimpit dan siap menghirup napas pertamanya. Tekanan pada tubuh bayi selama menerobos jalan lahir itu sebenarnya membantu mempersiapkannya untuk hidup di luar rahim. Dengan cara itu, cairan dalam paru-parunya terpompa keluar. Dia juga terhalangi untuk menghirup cairan dan darah saat melewati jalan lahir.

Selama proses ini, dengarkan baik-baik instruksi bidan atau dokter untuk menyesuaikan napas dan menghindari sobeknya perineum akibat bayi keluar terlalu cepat. Tenaga medis pasti ingin membantu buah hati Anda keluar dengan mulus.

10 Pereda Sakit Punggung yang Efektif di Masa Kehamilan

Beberapa masalah saat kehamilan menjadi perhatian penting bagi calon ibu, misalnya seperti rasa sakit di bagian punggung yang seringkali muncul. Sakit punggung pada masa kehamilan memang bisa diatasi dengan obat pereda nyeri. Namun, penggunaan obat tentu berisiko bagi bayi dalam kandungan. Untuk itulah, Anda perlu mengatasinya dengan cara alami.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi sakit punggung yang Anda alami. Sebaiknya lakukan beberapa treatment berikut secara rutin untuk mengatasi masalah punggung yang dirasakan.

1. Meditasi

Meditasi merupakan teknik penting untuk menjaga kondisi psikis terutama bagi ibu hamil yang rentan stres. Aktivitas ini bisa dilakukan di berbagai waktu dan lokasi. Meditasi bisa dilakukan dengan cara duduk atau berbaring. Anda pun bisa melakukannya dalam suasana yang hening, atau menggunakan audio sebagai panduan.

Cobalah untuk melakukan meditasi secara rutin untuk mengelola emosi serta kadar stres. Selain itu, meditasi bisa meningkatkan toleransi tubuh terhadap rasa sakit, seperti sakit punggung atau sakit saat persalinan.

2. Pijat Prenatal

Pemijatan di masa kehamilan hanya bisa dilakukan oleh ahli dan telah dikonsultasikan dengan dokter kandungan. Pemijatan ini berfungsi untuk mengurangi rasa sakit secara fisik dan meringankan tingkat depresi atau kecemasan. Pilihlah metode pemijatan yang lembut dan menenangkan, dengan posisi berbaring.

3. Akupuntur

Merangsang titik akupunktur, baik melalui penyisipan jarum atau akupresur (menggunakan jari), bermanfaat untuk ibu hamil. Akupuntur memperbaiki proses pencernaan, meningkatkan energi, meringankan morning sickness serta sakit kepala migrain.

Teknik akupuntur juga bisa menjadi pereda sakit punggung yang efektif. Dengan melakukan pemijatan akupuntur, Anda pun bisa bergerak lebih nyaman tanpa rasa sakit di sekitar punggung. Pemijatan akupuntur bisa dilakukan dengan berkonsultasi terlebih pada dokter kandungan. Jangan lupa mencari ahli yang sudah berpengalaman.

4. Berenang

Jika Anda hobi berenang, maka inilah cara yang pas untuk meredakan sakit punggung. Berenang bisa melancarkan sirkulasi darah terhambat, yang kemungkinan bisa menjadi penyebab sakit di punggung.

5. Sabuk Kehamilan

Menggunakan sabuk kehamilan juga bisa menjadi langkah untuk mengurangi rasa sakit di bagian punggung. Biasanya, sabuk ini dipakai setelah masa kehamilan mencapai trimester kedua dan terakhir.

6. Hindari High Heels

Tampil cantik selama kehamilan memang tidak dilarang. Namun, jika selama ini selalu mengenakan high heels untuk menunjang penampilan, sebaiknya Anda mempertimbangkannya kembali. Sebab, sepatu berhak tinggi bisa berbahaya bagi ibu hami. Sebaiknya Anda mengurangi pemakaian high heels saat masa kehamilan untuk mencegah sakit punggung dan risiko terpeleset.

7. Kenyamanan Istirahat

Kenyamanan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas adalah kebutuhan selama masa kehamilan. Untuk itu, atur waktu tidur Anda serta lengkapi kenyamanan dalam tidur dengan menyediakan kasur empuk dan menciptakan suasana tenang.

8. Terapi Fisik

Pereda sakit punggung di masa kehamilan selanjutnya adalah dengan terapi fisik. Terapi ini bisa dijalani dengan anjuran dari dokter serta ketentuan medis, sambil melihat kondisi Anda dan kehamilan.

9. Yoga

Yoga bisa mengurangi sakit punggung yang dirasakan pada masa kehamilan. Yoga mendukung sirkulasi udara dan pemenuhan kebutuhan oksigen untuk dialirkan pada seluruh tubuh.

10. Pengobatan Alternatif Tulang

Pengobatan alternatif juga bisa dicoba untuk mengurangi rasa sakit dibagian punggung. Dengan catatan, Anda menjalani pengobatan dengan ahli yang tepat dan sudah berlisensi untuk melakukan tindakan ini.

Itulah beberapa cara untuk mengatasi sakit punggung yang biasa dirasakan ketika masa kehamilan.

Bruxism atau Gigi Menggemeretak: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Coba Anda ingat-ingat lagi, ketika tidur apakah anak Anda pernah mengalami bruxism atau gigi menggemeretak?

Tak hanya pada anak, bruxism juga dapat terjadi pada orang dewasa. Gigi menggemeretak dilakukan secara tidak sadar saat tertidur. Para pengidap bruxism membuat suara dengan menggesekkan gigi bagian atas dan bawah, ke kanan dan ke kiri tanpa sadar.

Penyebab Bruxism Atau Gigi Menggemeretak

Menurut laman Web MD, sebenarnya belum ada kepastian tentang penyebab bruxism atau gigi menggemeretak. Namun, sejumlah ahli menyatakan bahwa gangguan tidur ini ada hubungannya dengan masalah psikis.

Berikut beberapa penyebab bruxism atau gigi menggemeretak:

1. Stres, depresi, atau masalah kecemasan lainnya.

2. Kepribadian yang sangat aktif, agresif, dan energik.

3. Memiliki masalah gangguan tidur seperti parasomnia dan sleep apnea.

4. Gigi atas dan gigi bawah tidak rata.

5. Merespon rasa nyeri saat tumbuh gigi atau sakit telinga pada balita.

6. Asam lambung naik ke tenggorokan karena stres.

7. Gaya hidup tidak sehat pada orang dewasa seperti merokok dan minum alkohol.

Gejala Bruxism atau Gigi Menggemeretak

Kebiasaan bruxism atau gigi menggemeretak dapat dihindari jika Anda sejak awal sudah menemukan gejala atau tanda-tandanya seperti berikut:

1. Rahang dan telinga sering sakit

2. Sakit kepala

3. Gangguan saat mengunyah makanan

4. Sulit tidur atau gangguan tidur seperti insomnia                         

5. Gigi sensitif

6. Gigi aus atau gigi terasa longgar

7. Muncul adanya lekukan di lidah

8. Nyeri atau sulit saat membuka mulut

Cara Menangani Bruxism atau Gigi Menggemeretak

Tentunya Anda sangat direkomendasikan untuk menemui dokter. Dokter umumnya akan memeriksa kondisi gigi dan rahang Anda untuk mengetahui sejauh mana pengikisan gigi akibat bruxism atau gigi menggemeretak. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, dokter dapat menemukan penanganan yang tepat dan efektif.

Umumnya, bruxism atau gigi menggemeretak bukanlah sebuah kondisi yang memerlukan penanganan serius. Bagi anak-anak, bruxism atau gigi menggemeretak dapat sembuh dengan sendirinya seiring pertumbuhan mereka. Orang dewasa juga bisa mengalami bruxism, namun tidak sepenuhnya perlu perawatan khusus.

Akan tetapi, apabila kondisi gigi dan rahang sudah sangat parah, disarankan untuk segera mengunjungi dokter agar mendapatkan penanganan sesuai gejala yang muncul. Dokter dapat memberikan sejenis pelindung mulut atau kawat gigi untuk merapikan gigi-gigi yang longgar akibat gigi menggemeretak.

Selain itu, mengubah kebiasaan atau perilaku hidup yang tidak sehat termasuk menghindari alkohol, nikotin, dan kafein juga dapat membantu.

Dokter gigi mungkin akan bertanya kepada Anda tentang kebiasaan tidur Anda. Hal ini dibutuhkan untuk mengidentifikasi apakah Anda perlu dilakukan tes di laboratorium tidur untuk mengawasi aktivitas otak saat Anda tidur di malam hari.

Dengan penanganan bruxism yang tepat, masalah gangguan tidur ini bisa cepat teratasi dengan efektif.

Wanita vs. Pria, Siapa yang Lebih Sehat?

Ada sebuah penelitian yang dilakukan di Skotlandia beberapa tahun lalu. Para wanita dan pria setempat menjadi responden dan mengikuti survei yang bertujuan mengetahui tingkat kesehatan mereka.

Penelitian ini meliputi penyakit jantung, penyakit mental, dan stamina tubuh. Intinya, penelitian dilakukan untuk melihat kesehatan para peserta. Dari kedua kelompok, diketahui bahwa wanita pada umumnya hidup lebih lama atau berumur panjang ketimbang pria. Namun, siapakah yang lebih sehat?

Pola Penelitian Kesehatan

Sejumlah kuesioner dikirimkan kepada lebih dari 300 pria dan wanita di 2 kota. Mereka mendapatkan berbagai pertanyaan tentang kondisi kesehatan. Kedua kelompok ini sama-sama yakin memiliki kondisi yang sehat. Mayoritas responden pun menilai, baik pria maupun wanita, berpotensi sehat atau malah mengalami sakit.

Meski demikian, pria dianggap lebih rentan mengalami kecelakaan. Sementara itu wanita dianggap lebih berisiko terkena penyakit kanker dan penyakit mental.

Hasil Survey Kesehatan Antara Pria dan Wanita

Kedua kelompok, pria dan wanita, memiliki pendapat yang berbeda. Berikut ini adalah hasil temuan survei yang perlu Anda ketahui:

1. Kecelakaan

Sebanyak 48% peserta pria mengatakan pria lebih cenderung mengalami kecelakaan. Keyakinan itu juga diungkapkan oleh 37% wanita. Namun, 58% wanita mengatakan, pria dan wanita sama-sama cenderung mengalami kecelakaan.

2. Kanker

Sekitar dua pertiga dari peserta mengatakan, pria dan wanita, sama-sama cenderung terkena kanker. Namun, 12% pria mengatakan pria lebih mungkin terkena kanker. Sisanya, lebih banyak wanita (30%) dibandingkan pria (24%) mengatakan wanita lebih cenderung memiliki kanker. Pada 2018, diperkirakan akan ada 1.735.350 kasus kanker baru didiagnosis dan 609.640 kematian akibat kanker di Amerika Serikat.

3. Penyakit Jantung

Mayoritas kedua kelompok peserta, sebanyak 79% pria dan 59% wanita mengatakan pria lebih mungkin terserang penyakit jantung. Sementara itu, 19% wanita mengatakan kedua kelompok sama-sama berisiko.  Pria yang berusia kurang dari 50 tahun, lebih mungkin terkena serangan jantung. Namuni, pada wanita setelah periode menopause, risiko penyakit jantung akan meningkat.

4. Kebugaran

Dalam hal kebugaran, pria berpikir lebih unggul dari wanita. Begitu pula sebaliknya.

5. Penyakit mental

Penyakit mental lebih mungkin terjadi pada wanita. Angkanya mencapai 31% wanita dan 18% pria. Di antara pria, 72% menyebutkan penyakit mental memiliki kemungkinan yang sama di antara kedua kelompok. Selebihnya, ada 61% wanita mengatakan pria lebih mungkin terkena penyakit mental. Sementara itu, penyakit mental adalah penyakit yang paling umum melanda wanita. Kecemasan dan depresi adalah dua di antaranya.

Siapa yang benar?

Menurut para peneliti, respons dari para peserta sangat baik. Hampir keseluruhan peserta mengisi kuesioner yang diberikan untuk mendukung studi berbasis populasi. Meski demikian, masih ada bias antara pengalaman kesehatan, pemikiran positif dan negatif para responden, serta kecenderungan perbedaan jenis kelamin yang menentukan perbedaan hasil studi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hasil kesehatan antara pria dan wanita tersebut.